PENGKODEAN, TAHAP KEDUA PROSES PERSEPSI SOSIAL
A. Definisi
pengkodean adalah tahap dalam proses persepsi sosial di mana individu mengubah informasi yang diterima menjadi kode yang dapat dipahami dan disimpan dalam memori.
B. Tahap Pengkodean
Tahap pengkodean terdiri dari beberapa proses, yaitu:
1. Pengubahan informasi
a. Pengertian
Pengubahan informasi adalah tahap awal dalam proses pengkodean pada persepsi sosial. Pada tahap ini, individu mengubah informasi yang diterima menjadi kode yang dapat dipahami. Informasi yang diterima diubah menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu.
b. Proses Pengubahan Informasi
Proses pengubahan informasi terdiri dari beberapa langkah, yaitu:
1. Penerimaan Informasi: Individu menerima informasi dari lingkungan sekitar.
2. Pengidentifikasian Informasi: Individu mengidentifikasi informasi yang diterima dan menentukan apakah informasi tersebut relevan atau tidak.
3. Pengklasifikasian Informasi: Individu mengklasifikasikan informasi yang diterima ke dalam kategori yang sesuai.
4. Pengubahan Informasi: Individu mengubah informasi yang diterima menjadi kode yang dapat dipahami.
c. Faktor yang Mempengaruhi Pengubahan Informasi
Pengubahan informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengubahan informasi.
2. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengubahan informasi.
3. Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi pengubahan informasi.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengubahan informasi.
2. Pengorganisasian informasi
a. Definisi
Pengorganisasian informasi adalah tahap kedua dalam proses pengkodean pada persepsi sosial. Pada tahap ini, individu mengorganisasikan informasi yang telah diubah menjadi kode yang dapat dipahami. Informasi yang diubah diorganisasikan menjadi struktur yang logis dan dapat dipahami.
b. Proses Pengorganisasian Informasi
Proses pengorganisasian informasi terdiri dari beberapa langkah, yaitu:
1. Pengklasifikasian Informasi: Individu mengklasifikasikan informasi yang telah diubah ke dalam kategori yang sesuai.
2. Penghubungan Informasi: Individu menghubungkan informasi yang telah diubah dengan informasi yang telah ada dalam memori.
3. Pengatur Informasi: Individu mengatur informasi yang telah diubah menjadi struktur yang logis dan dapat dipahami.
4. Pengpenyimpanan Informasi: Individu menyimpan informasi yang telah diubah dalam memori jangka pendek atau memori jangka panjang.
c. Faktor yang Mempengaruhi Pengorganisasian Informasi
Pengorganisasian informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengorganisasian informasi.
2. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengorganisasian informasi.
3. Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi pengorganisasian informasi.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengorganisasian informasi.
3. Pengpenyimpanan informasi.
a. Pengertian
Penyimpanan informasi adalah tahap terakhir dalam proses pengkodean pada persepsi sosial. Pada tahap ini, individu menyimpan informasi yang telah diubah dan diorganisasikan dalam memori.
b. Proses Penyimpanan Informasi
Proses penyimpanan informasi terdiri dari beberapa langkah, yaitu:
1. Pengpenyimpanan Informasi: Individu menyimpan informasi yang telah diubah dan diorganisasikan dalam memori jangka pendek atau memori jangka panjang.
2. Pengenkodasian Informasi: Individu mengenkodasi informasi yang telah disimpan dalam memori sehingga dapat diingat kembali.
3. Pengpengambilan Informasi: Individu mengambil informasi yang telah disimpan dalam memori ketika diperlukan.
c. Faktor yang Mempengaruhi Penyimpanan Informasi
Penyimpanan informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi penyimpanan informasi.
2. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi penyimpanan informasi.
3. Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi penyimpanan informasi.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi penyimpanan informasi.
d. Jenis Memori
Ada dua jenis memori, yaitu:
1. Memori Jangka Pendek: Memori jangka pendek adalah tempat penyimpanan informasi yang terbatas dan hanya dapat menyimpan informasi dalam waktu singkat.
2. Memori Jangka Panjang: Memori jangka panjang adalah tempat penyimpanan informasi yang lebih luas dan dapat menyimpan informasi dalam waktu lama.
C. Faktor yang Mempengaruhi Pengkodean
Pengkodean proses persepsi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Individu yang memiliki motivasi yang tinggi akan lebih cenderung untuk memproses informasi secara lebih mendalam.
2. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Emosi yang kuat dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk memproses informasi.
3. Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Individu yang memiliki pengalaman yang lebih luas akan lebih cenderung untuk memproses informasi secara lebih efektif.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Lingkungan yang mendukung dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk memproses informasi.
5. Kognitif: Kognitif individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Kemampuan kognitif individu dapat mempengaruhi kemampuan untuk memproses informasi.
6. Sosial: Sosial individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Interaksi sosial dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk memproses informasi.
7. Budaya: Budaya individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi. Nilai dan norma budaya dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk memproses informasi.
D. Proses Pengkodean
Proses pengkodean dalam persepsi sosial adalah tahap penting dalam memahami bagaimana individu memproses informasi sosial. Berikut adalah beberapa aspek penting dari proses pengkodean:
1. Pengubahan Informasi
Informasi yang diterima diubah menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu.
2. Pengorganisasian Informasi
Informasi yang diubah diorganisasikan menjadi struktur yang logis dan dapat dipahami
3. Penyimpanan Informasi
Informasi yang diorganisasikan disimpan dalam memori jangka pendek atau memori jangka panjang.
4. Pengkodean Visual
a. Definisi Pengkodean Visual
Pengkodean visual adalah salah satu proses pengkodean pada proses persepsi sosial. Pengkodean visual merujuk pada proses mengubah informasi visual menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu. Pengkodean visual adalah proses mengubah informasi visual menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu. Informasi visual dapat berupa gambar, wajah, atau objek lainnya.
b. Proses Pengkodean Visual
Proses pengkodean visual terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1. Penerimaan Informasi Visual: Individu menerima informasi visual dari lingkungan sekitar.
2. Pengidentifikasian Informasi Visual: Individu mengidentifikasi informasi visual yang diterima.
3. Pengkodean Informasi Visual: Individu mengkodekan informasi visual menjadi kode yang dapat dipahami.
4. Pengingat Informasi Visual: Individu mengingat informasi visual yang telah dikodekan.
c. Faktor yang Mempengaruhi Pengkodean Visual
Pengkodean visual dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kognitif: Kemampuan kognitif individu dapat mempengaruhi pengkodean visual.
2. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengkodean visual.
3. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengkodean visual.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengkodean visual..
5. Pengkodean Auditori
a. Definisi Pengkodean Auditori
Pengkodean auditori adalah proses mengubah informasi auditori menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu. Informasi auditori dapat berupa suara, musik, atau percakapan. Pengkodean auditori adalah salah satu proses pengkodean pada proses persepsi sosial. Pengkodean auditori merujuk pada proses mengubah informasi auditori menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu.
b. Proses Pengkodean Auditori
Proses pengkodean auditori terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1. Penerimaan Informasi Auditori: Individu menerima informasi auditori dari lingkungan sekitar.
2. Pengidentifikasian Informasi Auditori: Individu mengidentifikasi informasi auditori yang diterima.
3. Pengkodean Informasi Auditori: Individu mengkodekan informasi auditori menjadi kode yang dapat dipahami.
4. Pengingat Informasi Auditori: Individu mengingat informasi auditori yang telah dikodekan.
c. Faktor yang Mempengaruhi Pengkodean Auditori
Pengkodean auditori dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kognitif: Kemampuan kognitif individu dapat mempengaruhi pengkodean auditori.
2. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengkodean auditori.
3. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengkodean auditori.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengkodean auditori.
6. Pengkodean Semantik
a. Definisi Pengkodean Semantik
Pengkodean semantik adalah proses mengubah informasi menjadi kode yang memiliki makna. Informasi dapat berupa kata-kata, kalimat, atau konsep. Pengkodean semantik adalah salah satu proses pengkodean pada proses persepsi sosial. Pengkodean semantik merujuk pada proses mengubah informasi menjadi kode yang memiliki makna.
b. Proses Pengkodean Semantik
Proses pengkodean semantik terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1. Penerimaan Informasi: Individu menerima informasi dari lingkungan sekitar.
2. Pengidentifikasian Informasi: Individu mengidentifikasi informasi yang diterima.
3. Pengkodean Informasi: Individu mengkodekan informasi menjadi kode yang memiliki makna.
4. Pengingat Informasi: Individu mengingat informasi yang telah dikodekan.
c. Faktor yang Mempengaruhi Pengkodean Semantik
Pengkodean semantik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kognitif: Kemampuan kognitif individu dapat mempengaruhi pengkodean semantik.
2. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengkodean semantik.
3. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengkodean semantik.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengkodean semantik.
E. Karakteristik Pengkodean
Pengkodean memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1. Selektif
a. Definisi Pengkodean Selektif
Pengkodean selektif adalah proses pengkodean yang memungkinkan individu untuk memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Pengkodean adalah proses yang selektif, yaitu individu memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Pengkodean selektif adalah karakteristik pengkodean yang memungkinkan individu untuk memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
b. Karakteristik Pengkodean Selektif
Pengkodean selektif memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1. Pemilihan Informasi: Individu memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2. Pengabaian Informasi: Individu mengabaikan informasi yang tidak relevan dan fokus pada informasi yang relevan.
3. Pengkodean Informasi: Individu mengkodekan informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
4. Pengingat Informasi: Individu mengingat informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
c. Faktor yang Mempengaruhi Pengkodean Selektif
Pengkodean selektif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengkodean selektif.
2. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengkodean selektif.
3. Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi pengkodean selektif.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengkodean selektif.
2. Kapasitas terbatas:
a. Pengertian
Kapasitas terbatas adalah salah satu karakteristik pengkodean pada proses persepsi sosial. Kapasitas terbatas merujuk pada kemampuan individu untuk memproses informasi yang terbatas. Pengkodean memiliki kapasitas terbatas, yaitu individu hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu.
Kapasitas terbatas adalah kemampuan individu untuk memproses informasi yang terbatas dalam waktu yang sama. Individu hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu dalam waktu yang sama.
b. Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Terbatas
Kapasitas terbatas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kognitif: Kemampuan kognitif individu dapat mempengaruhi kapasitas terbatas.
2. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi kapasitas terbatas.
3. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi kapasitas terbatas.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi kapasitas terbatas.
c. Dampak Kapasitas Terbatas
Kapasitas terbatas dapat memiliki dampak pada proses persepsi sosial, yaitu:
1. Pengambilan Keputusan: Kapasitas terbatas dapat mempengaruhi pengambilan keputusan individu.
2. Pengolahan Informasi: Kapasitas terbatas dapat mempengaruhi pengolahan informasi individu.
3. Komunikasi: Kapasitas terbatas dapat mempengaruhi komunikasi individu.
3. Pengalihan
a. Pengertian Pengalihan
Pengalihan adalah salah satu karakteristik pengkodean pada proses persepsi sosial. Pengalihan merujuk pada kemampuan individu untuk mengalihkan perhatian dari satu stimulus ke stimulus lainnya. Pengalihan adalah kemampuan individu untuk mengalihkan perhatian dari satu stimulus ke stimulus lainnya. Pengalihan dapat terjadi secara sadar atau tidak sadar.
b. Faktor yang Mempengaruhi Pengalihan
Pengalihan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi pengalihan.
2. Emosi: Emosi individu dapat mempengaruhi pengalihan.
3. Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi pengalihan.
4. Lingkungan: Lingkungan dapat mempengaruhi pengalihan.
c. Jenis Pengalihan
Ada dua jenis pengalihan, yaitu:
1. Pengalihan Sadar: Pengalihan sadar adalah pengalihan yang terjadi secara sadar.
2. Pengalihan Tidak Sadar: Pengalihan tidak sadar adalah pengalihan yang terjadi secara tidak sadar.
d. Dampak Pengalihan
Pengalihan dapat memiliki dampak pada proses persepsi sosial, yaitu:
1. Pengambilan Keputusan: Pengalihan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan individu.
2. Pengolahan Informasi: Pengalihan dapat mempengaruhi pengolahan informasi individu.
3. Komunikasi: Pengalihan dapat mempengaruhi komunikasi individu.
F. Contoh Pengkodean
Pengkodean pada proses persepsi sosial dapat dilihat dalam contoh berikut:
Contoh 1: Pengkodean Visual
Seorang individu melihat seorang teman yang sedang berjalan di jalan. Individu tersebut mengidentifikasi teman tersebut dan mengingat wajahnya. Dalam contoh ini, individu tersebut melakukan pengkodean visual dengan mengubah informasi visual (wajah teman) menjadi kode yang dapat dipahami.
Contoh 2: Pengkodean Auditori
Seorang individu mendengar suara teman yang sedang berbicara di telepon. Individu tersebut mengidentifikasi suara teman tersebut dan mengingat apa yang dikatakan. Dalam contoh ini, individu tersebut melakukan pengkodean auditori dengan mengubah informasi auditori (suara teman) menjadi kode yang dapat dipahami.
Contoh 3: Pengkodean Semantik
Seorang individu membaca sebuah artikel tentang politik. Individu tersebut mengidentifikasi konsep-konsep politik yang dibahas dalam artikel tersebut dan mengingatnya. Dalam contoh ini, individu tersebut melakukan pengkodean semantik dengan mengubah informasi semantik (konsep-konsep politik) menjadi kode yang dapat dipahami.
DAFTAR PUSTAKA
Byrne, D., & Baron, R. A. (2003). Psikologi Sosial. Edisi 1. Jakarta: Erlangga.
Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial. Edisi 1. Jakarta: Salemba Empat.
Broadbent, D. E. (1958). Perception and Communication. London: Pergamon Press.
Fiske, S. T., & Taylor, S. E. (1991). Annual Review of Psychology, 42, 1-28. Social Cognition.
Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Econometrica, 47(2), 263-292. Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk.
Treisman, A. M. (1960). Quarterly Journal of Experimental Psychology, 12(4), 242-248. Contextual cues in selective listening.
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 15 Desember 2025
Komentar
Posting Komentar