Postingan

PRINSIP DASAR PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN

    Prinsip dasar pengendalian penyakit tanaman didasarkan pada pemahaman interaksi antara tiga komponen utama penyebab penyakit, yaitu inang, patogen, dan lingkungan. Pengendalian yang efektif hanya dapat dilakukan apabila ketiga faktor tersebut dipahami secara komprehensif. A. Konsep Segitiga Penyakit / Disease Triangle Penyakit tanaman hanya akan terjadi apabila tiga komponen berikut bertemu secara bersamaan pada waktu yang tepat: 1. Inang yang Rentan / Susceptible Host      Tanaman inang harus memiliki kerentanan secara genetik dan fisiologis terhadap patogen. Tingkat kerentanan dipengaruhi oleh varietas, umur tanaman, stadia pertumbuhan, dan status nutrisi tanaman. Tanaman yang sehat dan cukup nutrisi umumnya memiliki daya tahan lebih tinggi.  2. Patogen yang Virulen / Virulent Pathogen      Patogen harus berada dalam jumlah yang cukup, memiliki virulensi, dan mampu menginfeksi. Virulensi dipengaruhi oleh ras fisiolog...

HERBISIDA

     l Herbisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan gulma secara selektif maupun non-selektif. Herbisida merupakan komponen utama dalam pengendalian kimiawi gulma pada sistem pertanian modern. Menurut Zimdahl 2018, penggunaan herbisida yang tepat dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja hingga 70% dan menurunkan biaya pengendalian gulma. A. KLASIFIKASI HERBISIDA Klasifikasi herbisida didasarkan pada 4 kriteria utama: 1. Berdasarkan Cara Kerja / Mode of Action   a. Herbisida Kontak   Membunuh jaringan tanaman yang terkena semprotan secara langsung. Tidak ditranslokasikan. Ciri: Gejala nekrosis muncul 1-3 hari setelah aplikasi.  Contoh: Paraquat, Diquat, Oxyfluorfen.  Kelebihan: Bekerja cepat. Kekurangan: Tidak efektif untuk gulma perenial berumbi/rimpang. b. Herbisida Sistemik / Translokasi   Diserap oleh daun, akar, atau batang lalu ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman melalui xilem...

Motivasi: Ujian Cinta

Jika cinta memang tentang aku dan kamu... Mengapa ada dirinya...?? Jika memang cinta hanya tentang ketulusan.. Mengapa ada nafsu syahwat yang menggelayut di dalamnya....?? Jika tulang rusuk berpasang-pasang.... Mengapa masih ada pasangan yang salah..?? Jika memang Ridho Allah terletak pada Ridho Orang Tua.. Mengapa Allah mengizinkan aku bersamanya walau orang tua tak meridhoi..?? Itulah cobaan dan ujian cinta.. Maka diamlah.. Bergeraklah maju ke jalan yang lurus.. Jangan pernah menoleh ke belakang.. Nanti kamu malah jatuh.. Dan gapailah cinta sejatimu.. Dengan cara yang halal.. By : Rahayu, Jomblo yang Menanti Kehalalan Cinta , 28 Desember 2015, 23:00, Bikin ini sampai ketiduran, hehehe

PENGENDALIAN GULMA

  Pengendalian Gulma adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menekan populasi gulma hingga berada di bawah Ambang Ekonomi Gulma, sehingga kerugian akibat gulma dapat diminimalkan dan usahatani tetap menguntungkan. Prinsip pengendalian modern bukan pemberantasan total, melainkan pengelolaan populasi. Menurut Zimdahl 2018, pengendalian gulma yang efektif harus mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dan lingkungan. A. TUJUAN PENGENDALIAN GULMA 1.  Menekan kompetisi gulma terhadap tanaman budidaya pada periode kritis. 2.  Mencegah peningkatan bank biji gulma di dalam tanah. 3.  Menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen. 4.  Menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usahatani. 5.  Meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. B. METODE PENGENDALIAN GULMA Secara umum terdapat 5 metode utama pengendalian gulma yang dapat dilakukan secara tunggal maupun terpadu. 1. Pengendalian Preventif   Merupakan metode paling murah dan efektif j...

EKOLOGI GULMA

  A. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKOLOGI GULMA Ekologi Gulma adalah cabang ilmu yang mempelajari interaksi antara gulma dengan lingkungan biotik dan abiotik, serta interaksi gulma dengan tanaman budidaya dan organisme lain dalam agroekosistem. Pemahaman ekologi gulma menjadi dasar bagi pengembangan strategi Pengendalian Terpadu Gulma.Menurut Radosevich et al. 2007, ekologi gulma mengkaji bagaimana faktor lingkungan, biologi gulma, dan manajemen pertanian mempengaruhi kemunculan, pertumbuhan, dan dominansi gulma.  Ruang lingkupnya meliputi: biologi gulma, dinamika populasi, komunitas gulma, dan interaksi gulma dengan lingkungan. B. KARAKTERISTIK EKOLOGI GULMA Gulma memiliki sifat ekologi yang memungkinkan bertahan dan berkembang pada lahan terganggu. Ciri utama tersebut disebut "Weedy Traits". 1. Karakteristik Reproduksi   a. Produksi biji tinggi: Satu tanaman Amaranthus sp. dapat menghasilkan >100.000 biji/musim.   b. Dormansi biji: Biji dapat bertahan ...

DAMPAK EKONOMI GULMA

  Dampak ekonomi gulma adalah kerugian finansial yang ditimbulkan akibat kehadiran gulma dalam sistem usahatani. Dampak ini menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan pengendalian gulma secara rasional. A. KOMPONEN DAMPAK EKONOMI GULMA 1. Kehilangan Hasil Tanaman / Yield Loss   Persaingan gulma terhadap unsur hara, air, cahaya, dan ruang menyebabkan penurunan produktivitas tanaman.   a.Secara global: Menurut FAO 2010, kehilangan hasil akibat gulma mencapai 34% dari potensi produksi tanaman pangan di dunia.  b. Di Indonesia:  1)- Padi: 20% - 60%. Jika tidak dikendalikan pada periode kritis 15-45 HST, kehilangan hasil dapat mencapai 80%.    2) Jagung: 30% - 60%.   3)Kedelai: 25% - 50%.    4)Sayuran: 40% - 90% karena periode kritisnya pendek dan nilai ekonominya tinggi. Faktor yang menentukan besarnya kehilangan hasil: jenis gulma, kepadatan, waktu muncul, dan daya saing tanaman. 2. Penurunan Mutu Hasil ...