Postingan

NILAI GIZI BAHAN MAKANAN VEGETARIAN

Nilai gizi bahan makanan vegetarian mengacu pada kandungan zat gizi makro, mikro, dan senyawa bioaktif yang terdapat pada pangan nabati serta bioavailabilitasnya dalam tubuh. Secara umum bahan makanan vegetarian memiliki profil gizi yang berbeda dengan bahan makanan hewani, terutama pada jenis protein, lemak, dan beberapa mikronutrien kritis. A. Zat Gizi Makro a. Protein   a) Sumber utama  kacang-kacangan, biji-bijian, hasil olahan kedelai, serealia, jamur.   b) Karakteristik 1.  Kadar protein nabati 7-25%. Kedelai memiliki kadar tertinggi ± 35%.  2.  Mutu protein lebih rendah karena merupakan protein "tidak lengkap". Umumnya terbatas pada asam amino lisin pada serealia dan terbatas pada metionin-sistin pada leguminosa.  3.  Daya cerna lebih rendah akibat adanya serat dan zat anti-nutrisi. Fermentasi dan perkecambahan dapat meningkatkan daya cerna hingga 15-20%.   c) Solusi Penerapan protein komplementer, contoh: nasi + tempe, ...

FUNGSI PROTEIN DI DALAM TUBUH

  Protein merupakan zat gizi esensial dengan fungsi paling beragam. Tidak ada fungsi tubuh yang tidak melibatkan protein. A. Fungsi Struktural dan Pertumbuhan (Building Block) Fungsi primer protein adalah sebagai zat pembangun. Tubuh manusia mengandung 10-12 kg protein, 50% di antaranya berada di otot rangka. a. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan  Protein diperlukan untuk pembentukan sel baru pada masa pertumbuhan bayi, anak, remaja, kehamilan, dan penyembuhan luka. Sintesis protein otot (Muscle Protein Synthesis) membutuhkan ketersediaan semua asam amino esensial secara simultan. b. Komponen Struktural Tubuh 1. Kolagen Protein terbanyak di tubuh (25-30% total protein), sebagai matriks tulang, tendon, kulit, dan pembuluh darah. Kekurangan vitamin C mengganggu hidroksilasi prolin pada kolagen. 2. Keratin  Pembentuk rambut, kuku, dan lapisan luar epidermis. 3. Elastin Memberikan elastisitas pada pembuluh darah dan paru-paru. B. Fungsi Regulasi dan Biokatalisator a. Sebag...

PENGATURAN KADAR GLUKOSA DARAH

Pengaturan kadar glukosa darah (glukoregulasi) adalah mekanisme homeostatik neuroendokrin untuk mempertahankan glukosa darah dalam rentang sempit 70-100 mg/dL saat puasa dan <140 mg/dL pada 2 jam pasca makan. Kestabilan ini vital karena otak bergantung hampir eksklusif pada glukosa. A. Peran Organ Kunci a. Pankreas Sebagai sensor dan efektor utama. Sel beta Pulau Langerhans mensekresikan insulin saat glukosa tinggi, sel alfa mensekresikan glukagon saat glukosa rendah. b. Hati  Sebagai organ buffer glukosa (glucostat). Setelah makan, hati menyimpan 60% glukosa sebagai glikogen. Saat puasa, hati memproduksi 80-90% glukosa endogen melalui glikogenolisis dan glukoneogenesis. c. Otot dan Jaringan Adiposa: Sebagai tempat disposisi glukosa utama pasca makan melalui translokasi transporter GLUT4. d. Ginjal Melakukan reabsorpsi glukosa melalui SGLT2 di tubulus proksimal. Jika glukosa darah >180 mg/dL (ambang ginjal), glukosa diekskresikan dalam urin. Ginjal juga berkontribusi 10-20% g...

SUMBER KARBOHIDRAT

Sumber karbohidrat dalam pangan diklasifikasikan berdasarkan komposisi kimia, kecepatan cerna, dan densitas zat gizi. A. Klasifikasi Sumber Berdasarkan Jenis Pangan a. Serealia (Cereals) Sumber Utama Energi Dunia.bMenyumbang 50-70% asupan karbohidrat di Indonesia. Kandungan karbohidrat 65-80%, terutama pati. 1. Beras  Beras putih giling 78% karbohidrat, beras merah 74% karbohidrat plus serat 3,5 g/100g. 2. Jagung  73% karbohidrat, mengandung serat dan karotenoid. 3.   Gandum dan Oat Gandum utuh mengandung β-glukan yang terbukti menurunkan kolesterol LDL. Oat mengandung 60% pati dan 11% serat larut. 4.   Sorgum dan Jawawut Pangan lokal sumber karbohidrat kompleks dengan IG rendah. b. Umbi-umbian (Tubers)  Sumber Karbohidrat Kompleks Lokal Alternatif beras, tinggi pati dan beberapa mengandung serat larut. 1.  Ubi Jalar  20% karbohidrat, kaya β-karoten (ubi kuning) dan antosianin (ubi ungu), IG sedang 55-70 tergantung cara masak. 2 . Singkong 38% karbohid...

METABOLISME KARBOHIDRAT

Metabolisme karbohidrat adalah rangkaian reaksi biokimia untuk menghasilkan energi, menyimpan energi, dan mempertahankan kadar glukosa darah agar tetap stabil. Pusat metabolisme berada di hati, otot rangka, dan jaringan adiposa. A. Glikolisis Glikolisis adalah jalur katabolisme glukosa (6C) menjadi 2 molekul piruvat (3C) di sitoplasma.  Bersifat anaerob dan aerob. 1.   Tahap investasi energi  Glukosa difosforilasi oleh heksokinase menjadi glukosa-6-fosfat, kemudian menjadi fruktosa-1,6-bifosfat dengan menggunakan 2 ATP. 2. Tahap produksi energi  Fruktosa-1,6-bifosfat dipecah menjadi 2 gliseraldehid-3-fosfat yang menghasilkan 4 ATP dan 2 NADH. Hasil bersih: 2 ATP, 2 NADH, 2 piruvat. Nasib piruvat a. Kondisi aerob Piruvat masuk mitokondria, diubah menjadi Asetil-KoA oleh piruvat dehidrogenase, kemudian masuk Siklus Asam Sitrat menghasilkan total 30-32 ATP per glukosa. b. Kondisi anaerob (otot aktif, eritrosit)  Piruvat direduksi menjadi laktat oleh laktat dehidro...

PENCERNAAN PROTEIN

Pencernaan protein merupakan proses hidrolisis enzimatik bertahap yang bertujuan memecah makromolekul protein kompleks menjadi unit terkecil yaitu asam amino dan di-tripeptida agar dapat diserap. Berbeda dengan karbohidrat yang pencernaannya dimulai di mulut, pencernaan protein baru dimulai di lambung. A. Pencernaan di Mulut Di rongga mulut tidak terjadi pencernaan protein secara kimiawi karena saliva tidak mengandung protease. Hanya terjadi pencernaan mekanik berupa pengunyahan yang memperkecil ukuran partikel protein sehingga memperluas permukaan untuk kerja enzim selanjutnya. B. Pencernaan di Lambung (30% dari total pencernaan protein) Lambung memiliki pH sangat asam (1,5 - 2,5) dan enzim proteolitik yang kuat. Pada bayi, terdapat enzim renin (chymosin) yang mengkoagulasi kasein susu menjadi kurd sehingga memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan waktu cerna. a. Peran Asam Klorida (HCl) 1.  HCl disekresikan oleh sel parietal lambung. Berfungsi mendenaturasi protein (memb...