Postingan

KERUSAKAN BAHAN MAKAN HEWANI

A. Definisi Kerusakan Bahan Makan Hewani Kerusakan bahan makanan hewani adalah proses penurunan mutu organoleptik, nilai gizi, dan keamanan pangan akibat perubahan fisik, kimia, dan mikrobiologi yang terjadi selama penanganan, penyimpanan, dan distribusi. Kerusakan menyebabkan bahan tidak layak konsumsi atau daya terima konsumen menjadi rendah. Kerusakan spoilage didefinisikan sebagai perubahan yang tidak diinginkan pada sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi bahan pangan sehingga produk menjadi tidak dapat diterima secara sensoris atau membahayakan kesehatan. B. Jenis  Kerusakan Kerusakan bahan hewani dikelompokkan menjadi 3 kategori utama: a. Kerusakan Mikrobiologi Disebabkan pertumbuhan mikroba perusak spoilage microorganisms dan mikroba patogen. Bahan hewani memiliki Aw 0,98-0,99 dan pH netral sehingga ideal untuk pertumbuhan mikroba. 1. Daging dan Karkas    Mikroba dominan: Pseudomonas fluorescens, P. fragi, Brochothrix thermosphacta, BAL Lactobacillus.   Tan...

MINYAK HEWANI

A. Definisi Minyak Hewani Minyak hewani merupakan fraksi lemak hewani yang berwujud cair pada suhu ruang 20-25°C. Secara kimiawi minyak hewani adalah trigliserida yang tersusun atas gliserol dan asam lemak, dengan komposisi asam lemak tak jenuh lebih dominan dibanding lemak padat. Minyak hewani memiliki peran penting sebagai sumber asam lemak esensial, vitamin larut lemak, dan flavor dalam pangan. Pemahaman sumber, komposisi, sifat fisik-kimia, perubahan mutu, dan teknologi pemurniannya merupakan dasar Ilmu Bahan Makanan. Minyak hewani adalah trigliserida hewani yang berbentuk cair pada suhu ruang karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggal MUFA dan ganda tak jenuh PUFA lebih tinggi daripada asam lemak jenuh SFA. Menurut SNI 7709:2012, minyak ikan adalah minyak yang diperoleh dari jaringan ikan dan hasil perairan melalui proses rendering dan pemurnian. B . Klasifikasi Minyak Hewani 1. Minyak Unggas Contoh : Minyak ayam, minyak bebek. Sumber : Lemak subkutan, lemak abdominal, kulit ...

KEAMANAN BAHAN MAKANAN HEWANI

A. Definisi Keamanan Bahan Makanan Hewani Keamanan bahan makanan hewani adalah kondisi dan upaya yang menjamin bahan pangan asal hewan tidak mengandung bahaya biologi, kimia, dan fisik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen. Keamanan pangan menjadi aspek paling kritis karena bahan hewani memiliki Aw 0,98-0,99, pH netral 5,5-6,8, serta kandungan protein dan lemak tinggi sehingga sangat rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan mikroba patogen. Keamanan pangan menurut UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologi, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, serta membahayakan kesehatan manusia. B. Tujuan Keamanan Bahan Makanan Hewani 1. Melindungi konsumen dari penyakit bawaan pangan foodborne disease. 2. Mempertahankan mutu organoleptik dan nilai gizi produk. 3. Memenuhi persyaratan SNI, Codex Alimentarius, dan regulasi BPOM RI. 4. Mendukung kelancaran perdagangan do...

LEMAK HEWANI

A. Definisi Lemak Hewani Lemak hewani adalah bahan makanan yang berasal dari jaringan adiposa hewan darat maupun perairan. Lemak berfungsi sebagai sumber energi, pembawa vitamin larut lemak, pemberi cita rasa, dan komponen struktural membran sel. Lemak hewani memiliki karakteristik fisik-kimia berbeda dengan lemak nabati karena komposisi asam lemak jenuh yang lebih tinggi. Lemak / fat adalah trigliserida yaitu ester gliserol dengan tiga asam lemak. Lemak hewani diperoleh dari jaringan adiposa, sumsum tulang, dan organ dalam hewan. B. Klasifikasi Lemak Hewani a.Klasifikasi berdasarkan sumbe r: 1. Lemak Mamalia Darat:    a)  Lemak sapi/ tallow Jaringan lemak sekitar ginjal dan perut. Titik leleh 40-45°C.    b) Lemak babi / lard Jaringan lemak subkutan babi. Titik leleh 30-35°C, tekstur lebih lunak.    c) Lemak kambing Titik leleh 44-48°C, bau khas goaty. 2 . Lemak Unggas Lemak ayam chicken fat, lemak bebek. Titik leleh 25-35°C, lebih bany...