Postingan

PRINSIP PENGENDALIAN FISIK TANAMAN

Pengendalian fisik adalah salah satu komponen dalam Pengendalian Hama Terpadu/PHT yang bertujuan menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman/OPT dengan memanfaatkan faktor-faktor fisik dan mekanik dari lingkungan, tanpa penggunaan bahan kimia sintetis. A. Prinsip Modifikasi Lingkungan Fisik Prinsip ini dilakukan dengan mengubah kondisi lingkungan tempat hidup OPT menjadi tidak sesuai untuk pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksinya.  Contoh: solarisasi tanah untuk menaikkan suhu tanah hingga mematikan patogen, penggenangan dan pengeringan sawah untuk menekan keong mas dan wereng, pengaturan kelembaban gudang untuk mencegah kutu gudang.  Tujuannya adalah menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi OPT tetapi tetap toleran bagi tanaman. B. Prinsip Penghalangan / Barier Fisik Prinsip ini mencegah OPT mencapai tanaman inang dengan cara memberi penghalang fisik.  Contoh: penggunaan kelambu, net, screen house, mulsa plastik, parit, dan bedengan. Penghalang menghambat ...

TUJUAN PENGENDALIAN FISIK TANAMAN

Pengendalian fisik merupakan salah satu komponen dalam Pengendalian Hama Terpadu / PHT yang bertujuan untuk menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman / OPT melalui penggunaan faktor-faktor fisik dan mekanik. Penerapan pengendalian fisik tidak dimaksudkan untuk memberantas OPT secara total, melainkan untuk menjaga populasinya berada di bawah Ambang Ekonomi / AE. 1. Menekan Populasi OPT Secara Langsung Tujuan utama pengendalian fisik adalah menurunkan kepadatan populasi OPT pada fase telur, larva, nimfa, imago, maupun patogen di lapangan maupun di gudang.  Penekanan dilakukan melalui penangkapan, penghancuran, atau pemusnahan secara mekanis.  Contoh: hand picking ulat, penggunaan light trap untuk ngengat, penyemprotan air bertekanan untuk kutu daun. 2. Memodifikasi Lingkungan Agar Tidak Menguntungkan Bagi OPT Pengendalian fisik bertujuan menciptakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai bagi pertumbuhan, perkembangbiakan, dan kelangsungan hidup OPT, tetapi tetap mendukung per...

KARANTINA FISIK TANAMAN

Karantina fisik adalah salah satu bentuk tindakan karantina tumbuhan yang dilakukan dengan cara mengisolasi, memeriksa, dan memperlakukan bahan tanaman secara fisik untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina / OPTK. Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, karantina fisik merupakan tindakan teknis yang bersifat wajib dan dilakukan oleh Pejabat Karantina Tumbuhan di tempat pemasukan, pengeluaran, dan antar area. Prinsip dasarnya adalah mencegah lebih baik daripada mengendalikan dengan cara membendung OPTK pada batas wilayah geografis tertentu melalui perlakuan fisik. A. TUJUAN KARANTINA FISIK 1.  Mencegah masuknya OPTK dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia. 2.  Mencegah keluarnya OPTK dari Indonesia ke negara lain. 3.  Mencegah penyebaran OPTK antar pulau atau antar area di dalam negeri. 4.  Melindungi produksi pertanian nasional dari ancaman hama dan penyakit baru. B. JENIS-...

INTEGRASI PENGENDALIAN FISIK DENGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU / PHT

Integrasi pengendalian fisik dengan Pengendalian Hama Terpadu / PHT adalah strategi pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman / OPT yang menempatkan metode pengendalian fisik sebagai salah satu komponen utama dalam satu sistem yang saling mendukung dengan komponen PHT lainnya. Tujuannya adalah menekan populasi OPT di bawah Ambang Ekonomi / AE dengan cara yang efektif, efisien, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan. Pengendalian fisik tidak berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan berdasarkan prinsip ekologi dan ekonomi. Sesuai konsep PHT yang dicetuskan Stern et al. 1959, pengendalian fisik termasuk dalam kelompok pengendalian non-kimiawi yang berperan pada tahap pencegahan dan penekanan populasi awal. A. PRINSIP DASAR INTEGRASI PENGENDALIAN FISIK DALAM PHT 1.  Prinsip Hirarki Tindakan  Pengendalian fisik ditempatkan sebagai tindakan preventif dan kuratif awal sebelum penggunaan pestisida. 2.  Prinsip Selektivitas  Memilih metode fisik yang selektif agar tidak memb...

SANITASI DALAM PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

Sanitasi adalah salah satu teknik pengendalian kultur teknis yang dilakukan dengan cara membersihkan, membuang, memusnahkan, atau mengisolasi sumber inokulum dan sumber populasi Organisme Pengganggu Tanaman / OPT dari lingkungan pertanaman.  Prinsip dasar sanitasi adalah "memutus mata rantai" kehidupan OPT dengan menghilangkan tempat berlindung, berkembang biak, dan sumber makanan. Sanitasi bersifat preventif dan merupakan tindakan dasar dalam Pengendalian Hama Terpadu / PHT. A. TUJUAN SANITASI 1.  Menghilangkan sumber inokulum patogen dan sumber populasi hama. 2.  Memutus siklus hidup OPT sehingga tidak dapat bertahan ke musim tanam berikutnya. 3.  Menurunkan tekanan OPT pada awal musim tanam. 4.  Mencegah penyebaran OPT dari satu lahan ke lahan lain. B . JENIS-JENIS SANITASI DAN APLIKASINYA a. Sanitasi Lahan / Field Sanitation Kegiatan pembersihan lahan sebelum dan selama musim tanam.   Tindakan :   1.  Pembajakan dan pembalikan tanah....