Postingan

KONSEP BAHAN MAKANAN VEGETARIAN

KONSEP BAHAN MAKANAN VEGETARIAN   Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 5 Sept 2026 A. Definisi  Bahan makanan vegetarian adalah segala bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dan tidak mengandung daging, produk samping daging, serta dalam beberapa jenis diet vegetarian juga tidak mengandung produk hewani lainnya seperti telur, susu, dan madu. Konsep ini didasarkan pada pola konsumsi yang mengutamakan pangan nabati sebagai sumber utama zat gizi. B. Landasan Konsep Konsep bahan makanan vegetarian berpijak pada 3 aspek utama: a. Aspek Nutrisi   Bahan makanan vegetarian berfungsi sebagai penyedia zat gizi makro dan mikro. Sumber utama protein nabati berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Karbohidrat kompleks diperoleh dari serealia dan umbi. Lemak berasal dari kacang, biji, alpukat, dan minyak nabati. Serat pangan, vitamin, mineral, dan fitokimia hanya dapat diperoleh secara optimal dari bahan nabati. Namun terdapat zat gizi kritis yang perlu mendapat perhatian, y...

PELABELAN BAHAN MAKANAN HALAL

PELABELAN BAHAN MAKANAN HALAL Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 5 Sept 2026 Pelabelan bahan makanan halal merupakan kewajiban hukum dan sarana komunikasi antara produsen dengan konsumen. Pelabelan bertujuan untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan mengenai status kehalalan suatu produk pangan. A. Pengertian Pelabelan Bahan Makanan Halal Pelabelan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada kemasan pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Pelabelan halal secara khusus adalah pencantuman keterangan berupa tulisan “Halal”, logo halal, dan/atau informasi komposisi yang menjamin produk tersebut memenuhi ketentuan syariat Islam. B. Dasar Hukum Pelabelan Halal a. UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan   Pasal 97 "Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan wajib mencantumkan label pada kemasan. Label harus memuat keteranga...

SERTIFIKASI BAHAN MAKAN HALAL

SERTIFIKASI BAHAN MAKAN HALAL Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 5 Sept 2026 Sertifikasi bahan makanan halal adalah proses untuk mendapatkan pengakuan tertulis berupa Sertifikat Halal dari lembaga berwenang yang menyatakan bahwa suatu bahan atau produk telah memenuhi ketentuan kehalalan sesuai syariat Islam. Sertifikasi merupakan instrumen utama dalam pelaksanaan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal di Indonesia. A.Pengertian Sertifikasi Halal Sertifikasi halal adalah proses untuk memperoleh Sertifikat Halal yang membuktikan kehalalan produk sesuai dengan syariat Islam. Sertifikat Halal diterbitkan oleh BPJPH - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal setelah melalui proses pemeriksaan dan penetapan kehalalan oleh MUI - Majelis Ulama Indonesia.  Tujuan sertifikasi: memberikan kepastian hukum, perlindungan konsumen, dan nilai tambah bagi pelaku usaha. B. Dasar Hukum Sertifikasi Halal a. UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal   Pasal 4  Produk yang...

DAMPAK KONSUMSI MAKANAN HALAL VS HARAM

DAMPAK KONSUMSI MAKANAN HALAL VS HARAM Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 5 Sept 2026 Dampak konsumsi makanan halal dan haram ditinjau dari dua aspek utama yaitu aspek syariat Islam dan aspek kesehatan serta sosial. Dalam Ilmu Gizi dan Ilmu Bahan Makanan, pembahasan ini menjadi penting karena makanan tidak hanya berfungsi sebagai zat gizi, tetapi juga memengaruhi aspek spiritual dan perilaku manusia. A. DAMPAK KONSUMSI MAKANAN HALAL Makanan halal adalah makanan yang zatnya halal dan proses perolehannya sesuai syariat Islam. Selain halal, makanan juga harus thayyib yaitu baik, bersih, bergizi, dan tidak membahayakan. a. Dampak Spiritual dan Kejiwaan 1.Diterimanya Ibadah Dalam ajaran Islam, makanan halal menjadi syarat diterimanya amal ibadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tubuh yang tumbuh dari makanan haram tidak akan masuk surga. 2.  Ketenangan Batin Mengonsumsi makanan halal menumbuhkan rasa tenang karena tidak ada keraguan dan perasaan bersalah. 3.  Pembentukan Akhlak Makanan ...

TITIK KRITIS KEHALALAN BAHAN MAKAN

TITIK KRITIS KEHALALAN BAHAN MAKAN Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 5 Sept 2026 Titik Kritis Kehalalan atau Critical Halal Point adalah tahapan, bahan, atau proses dalam rantai produksi pangan yang memiliki potensi besar untuk menyebabkan produk menjadi tidak halal apabila tidak dikendalikan. Identifikasi titik kritis merupakan bagian inti dari penerapan Sistem Jaminan Halal di industri pangan. Konsep ini mengacu pada UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Pedoman Penetapan Produk Halal LPPOM MUI. A. Pengertian Titik Kritis Kehalalan Titik kritis kehalalan adalah setiap titik pada rantai produksi mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk akhir, yang apabila tidak dikendalikan dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi silang dengan bahan haram, najis, atau penggunaan bahan yang tidak sesuai syariat Islam. Pengendalian titik kritis bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan tetap memenuhi status halal dan thayyib. B.Klasifikasi Titik Kritis Kehal...