Postingan

Pengawetan Ikan

 PENGAWETAN IKAN Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Pengawetan ikan adalah upaya untuk memperlambat atau menghentikan proses kemunduran mutu pasca panen yang disebabkan oleh aktivitas enzim, mikroba, dan oksidasi. Tujuan utama pengawetan adalah mempertahankan mutu, memperpanjang daya simpan, serta menjaga nilai gizi ikan. Prinsip dasar pengawetan ikan adalah menurunkan aktivitas air, menghambat pertumbuhan mikroba, dan menonaktifkan enzim. A. METODE PENGAWETAN IKAN 1. Penggaraman / Salting      a. Prinsip: Menurunkan air melalui penambahan garam NaCl sehingga air ditarik keluar dari sel mikroba. Garam juga bersifat antiseptik.      b.Metode: Penggaraman kering dry salting dan penggaraman basah brining.      c.Produk: Ikan asin, peda, pindang garam.      d.Kadar garam akhir: 10% - 20%. Daya simpan 3-6 bulan. 2. Pengeringan / Drying      a.Prinsip: Menguapkan air hingga ka...

Penanganan Ikan

PENANGANAN IKAN  Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Penanganan ikan adalah serangkaian kegiatan sejak ikan ditangkap, diturunkan di pelabuhan, disortasi, hingga sampai ke konsumen dalam keadaan segar. Tujuan penanganan adalah untuk memperlambat proses kemunduran mutu pasca panen sehingga mutu sensori, nilai gizi, dan keamanan tetap terjaga. Ikan termasuk bahan pangan yang sangat mudah rusak highly perishable karena memiliki kadar air tinggi ±70-80%, pH netral 6,8-7,2, dan jaringan ikat rendah. Oleh karena itu penanganan harus dilakukan segera dan tepat. A. PRINSIP DASAR PENANGANAN IKAN SEGAR 1. Bersih: Mencegah kontaminasi mikroba dari alat, wadah, dan tangan pekerja 2. Dingin: Menurunkan suhu secepat mungkin untuk menghambat enzim dan bakteri 3. Cepat: Waktu antara penangkapan sampai pendinginan harus sesingkat mungkin 4. Hati-hati: Menghindari kerusakan fisik seperti memar dan lecet B. TAHAPAN PENANGANAN IKAN SEGAR DI KAPAL DAN DI DARAT 1. Saat Penangkapan ...

Nilai Gizi Ikan

NILAI GIZI IKAN   Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki nilai biologis tinggi dan daya cerna yang baik. Selain protein, ikan juga merupakan sumber lemak esensial, vitamin, dan mineral yang penting bagi pemenuhan gizi manusia. Komposisi zat gizi ikan bervariasi tergantung pada jenis, umur, musim, habitat, jenis kelamin, dan makanan ikan. A. KOMPOSISI ZAT GIZI IKAN SECARA UMUM   Rata-rata komposisi ikan segar per 100 gram bahan:   Air: 70-80% | Protein: 15-24% | Lemak: 0,5-22% | Abu: 1-2% | Karbohidrat: <1 B. URAIAN KOMPONEN GIZI IKAN 1. Protein Ikan dan Asam Amino Esensial      a. Kadar dan Mutu Protein      Kadar protein ikan berkisar antara 15-24%. Protein ikan memiliki skor asam amino yang tinggi dan termasuk protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial.      b. Asam Amino      Ikan kaya ...

Keamanan Ikan

 KEAMANAN IKAN Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Keamanan ikan adalah kondisi ikan yang bebas dari bahaya biologis, kimia, dan fisik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen. Berbeda dengan mutu, keamanan bersifat mutlak dan tidak dapat ditoleransi. Keracunan akibat konsumsi ikan dapat berasal dari ikan itu sendiri, proses penanganan, maupun pencemaran lingkungan. Bahaya keamanan pada ikan dikelompokkan menjadi 3, yaitu bahaya biologi, kimia, dan fisik. A. BAHAYA BIOLOGI 1. Keracunan Histamin / Scombroid Poisoning Histamin tidak rusak oleh pemanasan, pembekuan, atau pengalengan. Pencegahan satu-satunya adalah pendinginan cepat <4°C.    a. Penyebab: Pembentukan histamin oleh bakteri pembusuk seperti Morganella morganii, Klebsiella pneumoniae, Proteus spp. Bakteri ini mendekarboksilasi asam amino histidin menjadi histamin.    b. Ikan Risiko Tinggi: Ikan famili Scombridae dan Scomberesocidae seperti tuna, tongkol, kembung, cakalang, ...

Keracunan Ikan

KERACUNAN IKAN   Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Keracunan ikan adalah gangguan kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi ikan atau produk perikanan yang mengandung bahan berbahaya. Bahan berbahaya tersebut dapat berasal dari ikan itu sendiri, dari mikroorganisme, maupun dari pencemaran lingkungan selama proses penanganan dan pengolahan.Keracunan ikan dibagi menjadi 4 golongan utama berdasarkan penyebabnya, yaitu keracunan karena biotoxin, keracunan karena mikroba, keracunan karena bahan kimia, dan keracunan karena parasit. A. KERACUNAN KARENA BIOTOXIN 1. Keracunan Histamin / Scombroid Poisoning         Histamin tahan terhadap pemanasan, pembekuan, pengalengan, dan pengasapan. Pencegahan hanya dengan pendinginan cepat <4°C sejak penangkapan.   a. Penyebab: Pembentukan histamin akibat aktivitas bakteri pembusuk seperti Morganella morganii, Proteus vulgaris, Klebsiella pneumoniae, dan Hafnia alvei. Bakteri ini mendekarboksilas...

Produk Olahan Ikan

PRODUK OLAHAN IKAN   Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Produk olahan ikan adalah produk yang diperoleh dari hasil pengolahan ikan segar melalui berbagai metode pengawetan dan penambahan bahan lain dengan tujuan memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai ekonomi, dan diversifikasi produk. Pengolahan ikan juga bertujuan untuk mengurangi susut pasca panen dan memanfaatkan ikan yang melimpah pada musim tertentu. Produk olahan ikan dikelompokkan menjadi 2, yaitu produk tradisional dan produk modern. A. PRODUK OLAHAN IKAN TRADISIONAL   Produk yang sudah dikenal masyarakat sejak lama dengan teknologi sederhana dan cita rasa khas daerah. 1. Produk Penggaraman dan Pengeringan      a. Ikan Asin / Ikan Peda: Penggaraman basah atau kering dilanjutkan pengeringan. Garam berfungsi menurunkan aktivitas air Aw sehingga menghambat pertumbuhan mikroba.      b. Ikan Teri Nasi dan Teri Medan: Ikan kecil yang diasinkan dan dikering...

Perubahan Pasca Panen Ikan

PERUBAHAN PASCA PANEN PADA IKAN Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Perubahan pasca panen pada ikan adalah segala perubahan fisik, kimia, dan mikrobiologi yang terjadi pada tubuh ikan setelah ditangkap sampai dikonsumsi. Karena ikan memiliki pH netral, kadar air tinggi, dan jaringan ikat rendah, maka ikan termasuk bahan pangan yang sangat mudah rusak highly perishable. Secara umum perubahan pasca panen dibagi menjadi 3 tahap utama: A. TAHAP 1: RIGOR MORTIS / KAKU MAYAT Rigor mortis adalah keadaan kaku pada otot ikan segera setelah mati akibat tidak terbentuknya ATP. a. Mekanisme      Saat ikan hidup, ATP digunakan untuk melepaskan ikatan aktin-miosin. Setelah mati, glikogen diurai menjadi asam laktat → pH turun dari 7,2 menjadi 6,2-6,5 → ATP habis → aktin dan miosin berikatan membentuk aktomiosin yang kaku.   b. Waktu Terjadinya      Dipengaruhi suhu. Pada suhu 0°C rigor terjadi 24-48 jam. Pada suhu 20°C rigor terjadi 1-3 jam...

Struktur Anatomi Ikan

STRUKTUR ANATOMI IKAN Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Struktur anatomi ikan merupakan susunan organ dan jaringan penyusun tubuh ikan. Pemahaman anatomi ikan penting dalam Ilmu Bahan Makanan untuk menentukan bagian yang dapat dimakan, rendemen daging, teknik penanganan, serta mutu produk olahan. Secara umum tubuh ikan dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu kepala, badan, dan ekor. A. BAGIAN-BAGIAN UTAMA TUBUH IKAN 1. Kepala / Caput     Terdiri dari tengkorak, insang, mata, mulut, dan sungut.    a. Bagian yang dapat dimakan  Daging pipi, lidah, dan pada beberapa budaya kepala ikan digunakan untuk kaldu karena mengandung kolagen dan rasa gurih tinggi.     b.Bagian yang tidak dapat dimakan  Insang, mata, dan otak. Insang merupakan tempat utama kontaminasi mikroba pascapanen sehingga harus segera dibuang. 2. Badan / Truncus     Merupakan bagian terbesar dan merupakan sumber utama daging konsumsi. Terdiri dari kulit, daging,...

Komposisi Ikan

KOMPOSISI IKAN   Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Komposisi ikan adalah susunan zat-zat kimia yang terdapat di dalam tubuh ikan. Komposisi ini sangat bervariasi tergantung pada jenis spesies, umur, ukuran, jenis kelamin, musim, lokasi penangkapan, dan status fisiologi ikan. Pemahaman mengenai komposisi ikan penting dalam bidang gizi, teknologi pengolahan, dan penanganan pascapanen. Secara umum, komposisi kimia daging ikan terdiri atas 5 komponen utama. A. AIR / KADAR AIR Air merupakan komponen terbesar dalam tubuh ikan.  Kisaran: 65% - 85% dari berat total. a. Fungsi  Sebagai pelarut zat gizi, media reaksi biokimia, dan penentu tekstur daging. b. Faktor yang mempengaruhi    Spesies ikan berlemak memiliki kadar air lebih rendah. Contoh: sarden 65-70%, sedangkan ikan kurus seperti kakap 80-85%.  Pada musim pemijahan kadar air meningkat karena cadangan lemak digunakan. c. Relevansi Teknologi Kadar air yang tinggi menyebabkan ikan lebih cepa...

Klasifikasi Ikan

 KLASIFIKASI IKAN Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Minggu, 2 Agustus 2026 Klasifikasi ikan merupakan pengelompokan ikan berdasarkan karakteristik tertentu. Tujuan klasifikasi adalah untuk memudahkan identifikasi, penanganan pascapanen, penentuan nilai gizi, serta pemilihan metode pengolahan dan pengawetan yang tepat. A. KLASIFIKASI BERDASARKAN HABITAT Pengelompokan ini didasarkan pada tempat hidup ikan dan kadar garam dalam air. 1. Ikan Air Tawar     Merupakan ikan yang hidup pada perairan dengan kadar garam <0,5 ppt. Contoh: ikan mas Cyprinus carpio, nila Oreochromis niloticus, lele Clarias sp., gurame Osphronemus gouramy. Ciri: Daging cenderung lebih lunak, kadar lemak rendah-sedang, dan rasa lebih tawar. 2. Ikan Air Laut     Merupakan ikan yang hidup pada perairan dengan kadar garam ±30-35 ppt. Contoh: tuna Thunnus sp., sarden Sardinella sp., tenggiri Scomberomorus sp., kakap Lutjanus sp.. Ciri: Daging lebih padat, kadar protein dan mineral seperti yodium lebih ti...

Higiene Daging

HIGIENE DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Higiene daging adalah segala upaya dan tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanan, keutuhan, dan kesesuaian daging untuk dikonsumsi manusia pada setiap tahap rantai pangan. Cakupannya mulai dari peternakan, rumah potong hewan, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, hingga penjualan dan penyajian kepada konsumen. Tujuan utama higiene daging adalah mencegah kontaminasi bahaya biologis, kimia, dan fisik serta memperpanjang umur simpan daging. Prinsip higiene daging mengacu pada Codex Alimentarius - Code of Hygienic Practice for Meat dan SNI 01-6150-1999 tentang Penanganan Daging di RPH. A. Ruang Lingkup Higiene Daging Higiene daging dilaksanakan dalam 5 tahap utama: a. Higiene di Tingkat Peternakan / Farm Level Tujuan: Menghasilkan ternak sehat dan bebas residu berbahaya. 1. Kesehatan Hewan: Pemeriksaan kesehatan berkala, vaksinasi, dan bebas penyakit zoonosis seperti Anthrax, TBC, Brucellosis. 2. Pakan dan Air Minum: Beb...

Keamanan Daging

 KEAMANAN DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Keamanan daging adalah jaminan bahwa daging dan produk olahannya aman dikonsumsi karena bebas dari bahaya biologis, kimia, dan fisik yang dapat merugikan kesehatan manusia. Higiene daging adalah semua tindakan dan kondisi yang diperlukan untuk menjamin keamanan dan kesesuaian daging pada semua tahap rantai pangan, mulai dari pemotongan hingga konsumsi. Prinsip keamanan daging mengacu pada sistem HACCP Hazard Analysis Critical Control Point dan GMP Good Manufacturing Practices. A. Bahaya yang Dapat Mencemari Daging Bahaya dikelompokkan menjadi 3 golongan utama: a. Bahaya Biologis Merupakan bahaya utama pada daging. Berasal dari mikroorganisme patogen dan zoonosis 1.Salmonella spp. Usus ternak, peralatan kotor Diare, demam, muntah 2.Escherichia coli O157:H7 Feses sapi, daging giling Diare berdarah, gagal ginjal 3.Staphylococcus aureus Kulit manusia, nanah Keracunan makanan, muntah 4.Clostridium botulinum Tanah, kaleng ru...

Nilai Gizi Daging

NILAI GIZI DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Nilai gizi daging adalah kandungan zat gizi yang terdapat dalam daging dan perannya bagi tubuh manusia. Daging dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi dan mikronutrien penting. Oleh karena itu daging merupakan salah satu komponen penting dalam pola pangan sehat dan seimbang. A. Komposisi Zat Gizi Utama Daging Komposisi daging bervariasi tergantung spesies, umur, jenis kelamin, pakan, dan bagian karkas. Secara umum komposisi daging adalah: 1. Air: 65 - 75%      Merupakan komponen terbesar. Berperan dalam tekstur, juiciness, dan sebagai pelarut zat gizi. 2. Protein: 16 - 22%      a. Kualitas  Protein daging termasuk protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial, terutama lisin, metionin, dan triptofan.     b. Kecernaan 95 - 98%. Protein miofibril dan sarkoplasma mudah dicerna.     c. Fungsi Pembangun dan perbaikan jaring...

Pengolahan Daging

 PENGOLAHAN DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Pengolahan daging adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan terhadap daging segar untuk mengubah bentuk, sifat fisik, kimia, dan organoleptiknya menjadi produk pangan yang lebih beragam, memiliki umur simpan lebih lama, dan memiliki nilai tambah ekonomis. Pengolahan juga bertujuan untuk meningkatkan daya terima konsumen dan pemanfaatan bagian karkas yang kurang disukai. Pengolahan daging mencakup 2 tahap utama: penanganan karkas dan pembuatan produk olahan. A. Pemotongan dan Penanganan Karkas 1. Pemotongan / Slaughtering      Proses pemisahan daging dari tulang. Dilakukan sesuai prinsip higiene dan kesejahteraan hewan. lTujuan: Menghasilkan karkas yang bersih, utuh, dan aman. 2. Pelayuan / Aging      Penyimpanan karkas pada suhu 0-4°C selama 1-14 hari untuk meningkatkan keempukan melalui aktivitas enzim endogen. 3. Pemotongan Karkas / Cutting      Karkas d...

Pengawetan Daging

PENGAWETAN DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Pengawetan daging adalah serangkaian perlakuan untuk menghambat atau menghentikan proses kerusakan dan pembusukan daging sehingga umur simpan dapat diperpanjang tanpa menurunkan nilai gizi dan mutu secara signifikan. Prinsip dasar pengawetan adalah mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, aktivitas enzim, dan reaksi kimia penyebab kerusakan. Prinsip pengawetan menurut Hurdle Technology dikelompokkan menjadi: penurunan suhu, penurunan aktivitas air, penambahan bahan pengawet, penurunan pH, dan pengurangan oksigen. A. Pengawetan Berdasarkan Penurunan Suhu 1. Pendinginan / Chilling 0°C - 4°C   a. Prinsip Menurunkan suhu untuk memperlambat pertumbuhan mikroba mesofilik dan aktivitas enzim.    b. Umur simpan Daging sapi 1-2 minggu, daging ayam 5-7 hari.     c. Kelemahan Hanya menghambat, tidak membunuh mikroba. Terjadi cold shortening jika suhu diturunkan terlalu cepat sebelum rigor s...

Pembusukan Daging

PEMBUSUKAN DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus  onen daging, terutama protein dan lemak, oleh aktivitas mikroorganisme dan enzim sehingga menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap dan beracun. Pembusukan merupakan tahap akhir dari kerusakan daging yang menyebabkan daging tidak layak dan tidak aman untuk dikonsumsi. A. Definisi Pembusukan Menurut Soeparno (2015), pembusukan adalah proses degradasi protein, karbohidrat, dan lemak oleh mikroorganisme menjadi senyawa sederhana seperti amonia, amina, asam organik, gas H2S, dan senyawa volatil lainnya yang menimbulkan bau busuk. Menurut Winarno (2004), pembusukan ditandai dengan perubahan warna, bau, rasa, dan tekstur yang nyata serta adanya pertumbuhan mikroba yang masif. B. Mekanisme Pembusukan Daging Pembusukan terjadi melalui 3 tahap utama: 1. Kontaminasi Awal      Daging terkontaminasi mikroba dari kulit, usus, peralatan, dan udara saat pemotongan. Jumlah awal bakteri pada daging segar 10...

Kerusakan Daging

KERUSAKAN  DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Kerusakan daging adalah perubahan yang terjadi pada daging yang menyebabkan penurunan mutu, nilai gizi, dan keamanan pangan. Kerusakan ini dapat bersifat fisik, kimia, maupun mikrobiologis. Jika kerusakan berlanjut dan tidak terkendali maka akan terjadi pembusukan yaitu proses penguraian daging oleh mikroorganisme yang menghasilkan bau dan rasa tidak sedap. A. Penyebab Utama Kerusakan Daging Kerusakan daging secara umum disebabkan oleh 3 faktor utama: a. Kerusakan oleh Mikroorganisme Merupakan penyebab utama pembusukan daging.  a). Jenis Mikroba Perusak      1. Bakteri Pseudomonas, Acinetobacter, Brochothrix thermosphacta, Clostridium, Salmonella. Tumbuh baik pada pH netral dan aw tinggi.    2. Kapang dan Khamir Penicillium, Aspergillus, Candida. Tumbuh pada permukaan kering dan aw rendah. b)Mekanisme Mikroba mengeluarkan enzim protease dan lipase ekstraseluler. Protein dipecah menja...

Sifat Kimia Daging

 SIFAT KIMIA DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Sifat kimia daging adalah karakteristik daging yang berkaitan dengan komposisi dan reaksi kimia komponen penyusunnya. Sifat ini menentukan nilai gizi, cita rasa, stabilitas selama penyimpanan, serta kesesuaian daging untuk diolah menjadi produk pangan. Sifat kimia utama daging meliputi pH, kapasitas buffer, aktivitas air, oksidasi lemak dan protein, serta pembentukan senyawa flavor. A. pH Daging dan Kapasitas Buffer a. pH Daging      pH daging segar saat hidup berkisar 7,0 - 7,2. Setelah pemotongan, glikogen diubah menjadi asam laktat secara anaerob sehingga pH turun menjadi 5,4 - 5,8 pada 24 jam pasca pemotongan. Nilai ini disebut pH ultimate.      a)Pengaruh pH terhadap mutu:    1. pH 5,4 - 5,8 Normal: Warna merah cerah, WHC sedang, awet.    2. pH > 6,0 DFD: Warna gelap, WHC tinggi, tekstur keras, mudah busuk karena mikroba tumbuh baik.    3....

Sifat Fisik Daging

SIFAT FISIK DAGING Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Sabtu, 1 Agustus 2026 Sifat fisik daging adalah karakteristik yang dapat diamati dan diukur secara objektif tanpa mengubah komposisi kimia daging. Sifat fisik ini sangat menentukan daya terima konsumen, mutu pengolahan, dan nilai ekonomis daging. Tiga sifat fisik utama daging adalah Daya Ikat Air, Warna, dan Tekstur atau Keempukan. 1. Daya Ikat Air / Water Holding Capacity (WHC) WHC adalah kemampuan daging untuk mengikat dan mempertahankan air selama perlakuan seperti pemotongan, pemanasan, penggilingan, dan penyimpanan. a. Pengertian      Menurut Hamm (1986), WHC dipengaruhi oleh interaksi protein air dalam sistem miofibril. Air dalam daging terdiri dari air terikat, air imobil, dan air bebas. b. Faktor yang Mempengaruhi WHC    1 pH daging: WHC paling rendah pada titik isoelektrik protein miofibril pH 5,0-5,5. Pada pH ultimate daging normal 5,4-5,8 WHC masih rendah. WHC akan meningkat jika pH > 6,0.   ...