Postingan

Menampilkan postingan dari September 20, 2026

PERKEMBANGAN PEWARNA MAKANAN

PERKEMBANGAN PEWARNA MAKANAN Oleh : SRI Rahayu, S.Pd. Selasa, 18 Agustuz 2026 Perkembangan pewarna makanan merupakan dinamika perubahan penggunaan zat warna dalam industri pangan yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, regulasi, dan tuntutan konsumen. Secara historis perkembangan ini bergerak dari penggunaan bahan alami tradisional menuju pewarna sintetis, dan kembali lagi ke pewarna alami yang dimodifikasi secara teknologi. A. Tahapan Perkembangan Pewarna Makanan a. Era Tradisional: Penggunaan Pewarna Alami   Sejak zaman dahulu manusia telah menggunakan bahan alami sebagai pewarna. Contoh: kunyit untuk warna kuning, daun suji dan pandan untuk hijau, bit dan kulit buah untuk merah. Ciri: Aman, mudah didapat, tetapi stabilitas rendah dan warna tidak konsisten. Penggunaan terbatas pada skala rumah tangga dan industri kecil. b. Era Revolusi Industri: Dominasi Pewarna Sintetis   Awal abad ke-20 ditandai dengan ditemukannya pewarna sintetis dari tu...

PENGAWASAN BAHAN PENGAWET

PENGAWASAN BAHAN PENGAWET Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Senin, 17  Agustus 2026 Pengawasan bahan pengawet adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, produsen, dan masyarakat untuk memastikan bahwa penggunaan bahan pengawet dalam pangan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, aman dikonsumsi, dan tidak merugikan kesehatan. A. Tujuan Pengawasan Bahan Pengawet 1. Melindungi Kesehatan Masyarakat      Mencegah beredarnya pangan yang mengandung bahan pengawet terlarang atau melebihi batas maksimum. 2. Menjamin Mutu dan Keamanan Pangan      Memastikan bahwa bahan pengawet digunakan sesuai fungsi teknologi dan tidak menutupi penurunan mutu bahan baku. 3. Menjamin Kebenaran Informasi      Memastikan pelabelan produk sesuai dengan ketentuan sehingga konsumen dapat membuat pilihan yang tepat. 4. Menciptakan Iklim Usaha yang Tertib      Menjamin persaingan usaha yang sehat antar ...

PERATURAN BAHAN PENGAWET

PERATURAN BAHAN PENGAWET Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Senin, 17 Agustus 2026 Peraturan mengenai bahan pengawet bertujuan untuk menjamin keamanan, mutu, dan ketertiban penggunaan Bahan Tambahan Pangan BTP di Indonesia. Pengawasan dilakukan agar bahan pengawet hanya digunakan sesuai jenis, batas maksimum, dan tujuan yang diperbolehkan. A. Dasar Hukum dan Regulasi di Indonesia a. Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan   Menyebutkan bahwa setiap orang yang memproduksi pangan wajib menjamin keamanan pangan. Penggunaan BTP harus memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan gizi. b. Peraturan Pemerintah PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan   Menetapkan bahwa penggunaan BTP termasuk pengawet harus mendapat persetujuan dan memenuhi standar yang ditetapkan. c. Peraturan Badan POM RI No. 11 Tahun 2019 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan   Ini merupakan regulasi utama yang mengatur:   1.  Jenis pengawet yang diiz...

DAMPAK PENGGUNAAN BERLEBIHAN BAHAN PENGAWET

DAMPAK PENGGUNAAN BERLEBIHAN BAHAN PENGAWET Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Senin, 17 Agustus 2026 Penggunaan bahan pengawet sesuai batas maksimum yang ditetapkan BPOM dinyatakan aman. Namun, apabila dikonsumsi melebihi ADI = Acceptable Daily Intake dalam jangka waktu lama, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan. Dampak ini bersifat akut maupun kronik tergantung jenis, dosis, dan durasi paparan. A. Dampak Terhadap Sistem Pencernaan 1. Iritasi Mukosa Lambung dan Usus      Benzoat, sorbat, dan sulfit dosis tinggi bersifat asam dan korosif. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, gastritis, dan tukak lambung. 2. Gangguan Mikrobiota Usus      Pengawet antimikroba tidak selektif. Dosis berlebih dapat membunuh bakteri baik di usus sehingga mengganggu proses fermentasi dan penyerapan zat gizi. B. Dampak Terhadap Sistem Saraf dan Perilaku Beberapa penelitian melaporkan hubungan antara konsumsi pengawet sintetis ...

KEAMANAN BAHAN PENGAWET

KEAMANAN BAHAN PENGAWET Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Senin, 17 Agustus 2026 Keamanan bahan pengawet merupakan aspek paling penting dalam penggunaan Bahan Tambahan Pangan BTP. Suatu bahan pengawet hanya dapat digunakan apabila telah melalui serangkaian uji keamanan dan terbukti tidak menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan manusia pada kondisi penggunaan yang normal. A. Prinsip Penilaian Keamanan Bahan Pengawet Penilaian keamanan dilakukan berdasarkan 4 prinsip utama: 1. Uji Toksisitas   Meliputi uji toksisitas akut, subkronik, dan kronik pada hewan percobaan. Tujuannya untuk mengetahui dosis yang menyebabkan efek toksik dan menentukan NOAEL = No Observed Adverse Effect Level.  Dari NOAEL kemudian dihitung nilai ADI = Acceptable Daily Intake dengan faktor keamanan 100. 2. Uji Karsinogenisitas, Mutagenisitas, dan Teratogenisitas   Untuk memastikan bahan pengawet tidak menyebabkan kanker, kerusakan gen, dan kelainan pada janin. 3. Uji Metabolisme dan Ekskresi ...

BATAS PENGGUNAAN BAHAN PENGAWET

BATAS PENGGUNAAN BAHAN PENGAWET Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd. Senin, 17 Aguztuz 2026 Batas penggunaan bahan pengawet adalah jumlah maksimum bahan pengawet yang diperbolehkan ditambahkan ke dalam pangan agar aman dikonsumsi dan tetap efektif. Penetapan batas ini bertujuan untuk melindungi kesehatan konsumen sekaligus mencegah penyalahgunaan. A.Dasar Penetapan Batas Penggunaan 1. ADI = Acceptable Daily Intake   ADI adalah jumlah bahan pengawet yang dapat dikonsumsi setiap hari selama seumur hidup tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berarti. Satuan ADI adalah mg/kg berat badan/hari. ADI ditetapkan oleh JECFA = Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives berdasarkan hasil uji toksisitas pada hewan. 2. Batas Maksimum Penggunaan   Batas maksimum adalah kadar tertinggi bahan pengawet yang diizinkan dalam jenis pangan tertentu. Dinyatakan dalam mg/kg atau g/kg produk. Batas ini berbeda-beda tergantung jenis pangan dan sifat bahan pengawet. 3. Prinsip Good Manufacturing P...