Perhatian, Tahap Awal Proses Persepsi Sosial



A. Pengertian
perhatian adalah tahap awal dalam proses persepsi sosial di mana individu memperhatikan stimulus sosial yang ada di lingkungan sekitarnya. Perhatian adalah proses kognitif yang melibatkan fokus pada informasi sosial yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.

B. Komponen Perhatian
Tahap perhatian dalam proses persepsi sosial melibatkan beberapa komponen, yaitu:
1.  Seleksi 
a. Pengertian
seleksi adalah proses memilih informasi sosial yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Seleksi adalah tahap awal dalam proses perhatian di mana individu memfilter informasi sosial yang masuk dan memilih informasi yang paling relevan dengan kebutuhan dan tujuan mereka.

b. Proses Seleksi
Seleksi melibatkan beberapa proses, yaitu:
1.  Pengidentifikasian : Individu mengidentifikasi informasi sosial yang relevan dengan kebutuhan dan tujuan mereka.
2.  Pengklasifikasian : Individu mengklasifikasikan informasi sosial menjadi kategori yang relevan dan tidak relevan.
3.  Pengabaian : Individu mengabaikan informasi sosial yang tidak relevan dan memilih informasi yang relevan.

c. Contoh Seleksi
Contoh seleksi dalam proses perhatian adalah:
1. Individu memperhatikan seseorang yang berbicara di depan kelas dan memilih informasi tentang penampilan dan perilaku orang tersebut.
2. Individu mengabaikan suara-suara lain di kelas dan memilih informasi yang relevan dengan topik yang dibahas.

d. Faktor Yang Mempengaruhi Seleksi
Faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi dalam proses perhatian adalah:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi seleksi informasi sosial.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi seleksi informasi sosial.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi seleksi informasi sosial.
4.  Lingkungan : Lingkungan sosial dapat mempengaruhi seleksi informasi sosial.


2.  Fokus 
a. Pengertian
fokus adalah proses memusatkan perhatian pada informasi sosial yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Fokus adalah tahap kedua dalam proses perhatian di mana individu memfokuskan perhatian mereka pada informasi sosial yang telah dipilih melalui proses seleksi.

b. Proses Fokus
Fokus melibatkan beberapa proses, yaitu:
1.  Pengkonsentrasian : Individu memusatkan perhatian mereka pada informasi sosial yang relevan.
2.  Pengabaian : Individu mengabaikan informasi sosial yang tidak relevan.
3.  Pengpenghargaan : Individu memberikan penghargaan pada informasi sosial yang relevan.

c. Contoh Fokus
Contoh fokus dalam proses perhatian adalah:
1. Individu memperhatikan seseorang yang berbicara di depan kelas dan memfokuskan perhatian mereka pada apa yang dikatakan orang tersebut.
2. Individu mengabaikan suara-suara lain di kelas dan memfokuskan perhatian mereka pada topik yang dibahas.

d. Faktor Yang Mempengaruhi Fokus
Faktor-faktor yang mempengaruhi fokus dalam proses perhatian adalah:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi fokus perhatian mereka.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi fokus perhatian mereka.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi fokus perhatian mereka.
4.  Lingkungan : Lingkungan sosial dapat mempengaruhi fokus perhatian mereka.

e. Jenis-jenis fokus
1.  Fokus Internal : Fokus pada informasi sosial yang berasal dari dalam diri individu.
2.  Fokus Eksternal : Fokus pada informasi sosial yang berasal dari luar diri individu.
3.  Fokus Terbagi : Fokus pada beberapa informasi sosial yang berbeda secara bersamaan.



3.  Awareness
a. Pengertian
awareness adalah proses kesadaran individu terhadap informasi sosial yang relevan dan telah diproses melalui proses seleksi dan fokus. Awareness adalah tahap ketiga dalam proses perhatian di mana individu menyadari dan memahami informasi sosial yang telah dipilih dan difokuskan.

b. Proses Awareness
Awareness melibatkan beberapa proses, yaitu:
1.  Pengpenghargaan : Individu memberikan penghargaan pada informasi sosial yang relevan.
2.  Pengpengertian : Individu memahami dan menginterpretasikan informasi sosial yang relevan.
3.  Pengkesadaran : Individu menyadari dan memahami informasi sosial yang relevan.

c. Contoh Awareness
Contoh awareness dalam proses perhatian adalah:
1. Individu memperhatikan seseorang yang berbicara di depan kelas dan menyadari apa yang dikatakan orang tersebut.
2. Individu memahami dan menginterpretasikan informasi yang disampaikan oleh orng tersebut.

d. Faktor Yang Mempengaruhi Awareness
Faktor-faktor yang mempengaruhi awareness dalam proses perhatian adalah:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi awareness mereka.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi awareness mereka.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi awareness mereka.
4.  Lingkungan : Lingkungan sosial dapat mempengaruhi awareness mereka.

e. Jenis-jenis awareness
1.  Awareness Internal : Kesadaran individu terhadap informasi sosial yang berasal dari dalam diri individu.
2.  Awareness Eksternal : Kesadaran individu terhadap informasi sosial yang berasal dari luar diri individu.
3.  Awareness Terbagi : Kesadaran individu terhadap beberapa informasi sosial yang berbeda secara bersamaan.



C. Faktor Yang Mempengaruhi Perhatian
Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian adalah:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi perhatian mereka. Jika individu memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai suatu tujuan, maka mereka akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi yang relevan dengan tujuan tersebut.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi perhatian mereka. Jika individu sedang mengalami emosi yang kuat, maka mereka akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi yang relevan dengan emosi tersebut.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi perhatian mereka. Jika individu memiliki pengalaman yang relevan dengan informasi yang diterima, maka mereka akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi tersebut.
4.  Lingkungan : Lingkungan sosial dapat mempengaruhi perhatian individu. Jika individu berada di lingkungan yang mendukung, maka mereka akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi yang relevan.
5.  Ketertarikan : Ketertarikan individu terhadap suatu topik atau informasi dapat mempengaruhi perhatian mereka. Jika individu tertarik dengan suatu topik, maka mereka akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi yang relevan.
6.  Kejutan : Kejutan atau sesuatu yang tidak terduga dapat mempengaruhi perhatian individu. Jika individu mengalami sesuatu yang tidak terduga, maka mereka akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi yang relevan.
7.  Kontras : Kontras antara informasi yang diterima dengan lingkungan sekitar dapat mempengaruhi perhatian individu. Jika informasi yang diterima memiliki kontras yang kuat dengan lingkungan sekitar, maka individu akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi tersebut.
8.  Ketersediaan : Ketersediaan informasi dapat mempengaruhi perhatian individu. Jika informasi yang diterima mudah diakses dan tersedia, maka individu akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi tersebut.
9.  Pengulangan : Pengulangan informasi dapat mempengaruhi perhatian individu. Jika informasi yang diterima diulang-ulang, maka individu akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi tersebut.
10.  Kredibilitas : Kredibilitas sumber informasi dapat mempengaruhi perhatian individu. Jika sumber informasi yang diterima memiliki kredibilitas yang tinggi, maka individu akan lebih cenderung untuk memperhatikan informasi tersebut.


D. Contoh Proses Perhatian
Contoh proses perhatian dalam persepsi sosial adalah:
1. Individu memperhatikan seseorang yang berbicara di depan kelas.
2. Individu memilih informasi tentang penampilan dan perilaku orang tersebut.
3. Individu memfokuskan perhatian pada informasi tersebut.
4. Individu menyadari informasi tersebut.

E. Jenis-Jenis Perhatian
1.  Perhatian Fokus 
a. Pengertian
Perhatian fokus adalah jenis perhatian yang melibatkan kemampuan individu untuk memusatkan perhatian pada satu stimulus atau informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Perhatian fokus adalah kemampuan untuk memfokuskan perhatian pada satu titik atau objek tertentu dan mempertahankan perhatian tersebut dalam jangka waktu yang lama.

b. Ciri-ciri perhatian fokus
1.  Konsentrasi : Perhatian fokus melibatkan konsentrasi yang tinggi pada satu stimulus atau informasi.
2.  Pengabaian : Perhatian fokus melibatkan pengabaian informasi yang tidak relevan.
3.  Pengpenghargaan : Perhatian fokus melibatkan penghargaan pada stimulus atau informasi yang relevan.
4.  Pengkesadaran : Perhatian fokus melibatkan kesadaran yang tinggi pada stimulus atau informasi yang relevan.

c. Contoh perhatian fokus
1. Seorang siswa yang memfokuskan perhatian pada pelajaran di kelas dan mengabaikan suara-suara lain di sekitarnya.
2. Seorang atlet yang memfokuskan perhatian pada pertandingan dan mengabaikan penonton di sekitarnya.
3. Seorang pengusaha yang memfokuskan perhatian pada proyek yang sedang dikerjakan dan mengabaikan gangguan lainnya.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian fokus
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi perhatian fokus.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi perhatian fokus.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi perhatian fokus.
4.  Lingkungan : Lingkungan sosial dapat mempengaruhi perhatian fokus.
5.  Ketersediaan : Ketersediaan informasi dapat mempengaruhi perhatian fokus.

e. Kelebihan perhatian fokus
1.  Meningkatkan konsentrasi : Perhatian fokus dapat meningkatkan konsentrasi individu.
2.  Meningkatkan produktivitas : Perhatian fokus dapat meningkatkan produktivitas individu.
3.  Meningkatkan kualitas kerja : Perhatian fokus dapat meningkatkan kualitas kerja individu.

f. Kekurangan perhatian fokus
1.  Mengabaikan informasi lain : Perhatian fokus dapat menyebabkan individu mengabaikan informasi lain yang relevan.
2.  Mengakibatkan kelelahan : Perhatian fokus dapat menyebabkan kelelahan mental.
3.  Mengurangi fleksibilitas : Perhatian fokus dapat mengurangi fleksibilitas individu dalam menghadapi situasi yang berbeda.

2.  Perhatian Terbagi 
a. Pengertian
 Perhatian terbagi (divided attention) adalah jenis perhatian di mana individu memfokuskan perhatian mereka pada beberapa informasi sosial yang berbeda secara bersamaan. Dalam perhatian terbagi, individu dapat memproses beberapa informasi sosial secara simultan, tetapi dengan tingkat kesadaran yang berbeda-beda.

b. Situasi Terjadinya Perhatian Terbagi
Perhatian terbagi dapat terjadi dalam beberapa situasi, seperti:
1.  Multitasking : Individu melakukan beberapa tugas secara bersamaan, seperti berbicara di telepon sambil mengerjakan pekerjaan lain.
2.  Perhatian pada beberapa stimulus : Individu memfokuskan perhatian mereka pada beberapa stimulus yang berbeda, seperti memperhatikan dua orang yang berbicara secara bersamaan.
3.  Perhatian pada informasi yang kompleks : Individu memproses informasi yang kompleks dan memiliki beberapa komponen, seperti memperhatikan presentasi yang memiliki banyak slide.

c. Karakteristik Perhatian Terbagi
Perhatian terbagi memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Keterbatasan kapasitas : Individu memiliki kapasitas perhatian yang terbatas, sehingga mereka tidak dapat memproses semua informasi sosial secara simultan.
2.  Pengalihan perhatian : Individu dapat mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain.
3.  Penggunaan sumber daya : Individu menggunakan sumber daya kognitif yang berbeda untuk memproses informasi sosial yang berbeda.

d. Faktor Yang Mempengaruhi Perhatian Terbagi
Perhatian terbagi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memfokuskan perhatian pada beberapa informasi sosial.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memproses informasi sosial yang berbeda.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memproses informasi sosial yang kompleks.

3.  Perhatian Selektif 
a.Pengertian
Perhatian selektif (selective attention) adalah jenis perhatian di mana individu memfokuskan perhatian mereka pada informasi sosial yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Dalam perhatian selektif, individu dapat memilih informasi yang ingin mereka proses dan mengabaikan informasi yang tidak penting.

b. Karakteristik Pethatian Selektif
Perhatian selektif memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Pemilihan informasi : Individu dapat memilih informasi yang ingin mereka proses dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Pengalihan perhatian : Individu dapat mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain.
3.  Penggunaan sumber daya : Individu menggunakan sumber daya kognitif yang berbeda untuk memproses informasi sosial yang berbeda.

c. Faktor Yang Mempengaruhi Perhatian Selektif
Perhatian selektif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memfokuskan perhatian pada informasi yang relevan.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memproses informasi sosial yang berbeda.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memproses informasi sosial yang kompleks.
4.  Ketersediaan : Ketersediaan informasi dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk memproses informasi sosial.

d. Situasi Terjadinya Perhatian Selektif
Perhatian selektif dapat terjadi dalam beberapa situasi, seperti:
1.  Perhatian pada stimulus yang relevan : Individu memfokuskan perhatian mereka pada stimulus yang relevan dengan tujuan mereka.
2.  Pengabaian stimulus yang tidak relevan : Individu mengabaikan stimulus yang tidak relevan dengan tujuan mereka.
3.  Pengalihan perhatian : Individu mengalihkan perhatian mereka dari satu stimulus ke stimulus lain.

e. Contoh Perhatian Selektif
Contoh lain dari perhatian selektif adalah:
- Seseorang yang sedang berbicara di telepon dan mengabaikan suara-suara lain di sekitar mereka.
- Seseorang yang sedang membaca buku dan mengabaikan suara TV di latar belakang.
- Seseorang yang sedang mengerjakan tugas dan mengabaikan gangguan dari teman-teman mereka.


F.  Teori-Teori Perhatian 
1.  Teori Filter 
a.Pengertian
Teori Filter adalah salah satu teori perhatian yang paling terkenal dan berpengaruh dalam psikologi. Teori ini dikembangkan oleh Broadbent (1958) dan kemudian dikembangkan oleh Treisman (1960).

b.  Asumsi Dasar 
Teori Filter mengasumsikan bahwa perhatian adalah proses selektif yang memungkinkan individu untuk memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Teori ini mengasumsikan bahwa individu memiliki kapasitas perhatian yang terbatas, sehingga mereka harus memilih informasi yang paling penting untuk diproses.

c.. Model Filter
Model Filter terdiri dari beberapa tahap:
1.  Input : Informasi dari lingkungan diterima oleh sistem sensorik.
2.  Filter : Informasi yang diterima oleh sistem sensorik kemudian diproses oleh filter, yang memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
3.  Buffer : Informasi yang dipilih oleh filter kemudian disimpan dalam buffer, yang merupakan tempat penyimpanan sementara.
4.  Proses : Informasi yang disimpan dalam buffer kemudian diproses oleh sistem kognitif, yang melibatkan proses seperti persepsi, memori, dan pengambilan keputusan.

d.  Karakteristik Filter
Filter memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Selektif : Filter memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Kapasitas terbatas : Filter memiliki kapasitas terbatas, sehingga hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu.
3.  Pengalihan : Filter dapat dialihkan dari satu informasi ke informasi lain.

e.  Kritik dan Pengembangan 
Teori Filter telah dikritik karena beberapa alasan, seperti:
1.  Keterbatasan : Teori Filter terlalu sederhana dan tidak dapat menjelaskan kompleksitas proses perhatian.
2.  Pengalihan : Teori Filter tidak dapat menjelaskan bagaimana individu dapat mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain.

2.  Teori Kapasitas
a.Pengertian
Teori kapasitas (capacity theory) adalah teori perhatian yang dikembangkan oleh Kahneman (1973) yang menyatakan bahwa perhatian adalah sumber daya yang terbatas yang dapat digunakan untuk memproses informasi. Menurut teori ini, individu memiliki kapasitas perhatian yang terbatas dan harus memilih informasi yang ingin mereka proses.

b. Asumsi
Teori kapasitas memiliki beberapa asumsi, yaitu:
1.  Kapasitas perhatian terbatas : Individu memiliki kapasitas perhatian yang terbatas dan tidak dapat memproses semua informasi yang tersedia.
2.  Pengalihan perhatian : Individu dapat mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain.
3.  Penggunaan sumber daya : Individu menggunakan sumber daya kognitif yang berbeda untuk memproses informasi sosial yang berbeda.

c. Komponen
Teori kapasitas juga memiliki beberapa komponen, yaitu:
1.  Kapasitas perhatian : Kapasitas perhatian adalah jumlah sumber daya yang tersedia untuk memproses informasi.
2.  Permintaan perhatian : Permintaan perhatian adalah jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk memproses informasi.
3.  Pengalihan perhatian : Pengalihan perhatian adalah proses mengalihkan perhatian dari satu informasi ke informasi lain.

Teori kapasitas dapat menjelaskan beberapa fenomena perhatian, seperti:
1.  Pengabaian informasi : Individu dapat mengabaikan informasi yang tidak relevan karena kapasitas perhatian yang terbatas.
2.  Pengalihan perhatian : Individu dapat mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain karena kapasitas perhatian yang terbatas.
3.  Kelelahan mental : Individu dapat mengalami kelelahan mental karena penggunaan sumber daya kognitif yang berlebihan.

Teori kapasitas telah digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena perhatian, seperti:
- Pengabaian informasi yang tidak relevan
- Pengalihan perhatian dari satu informasi ke informasi lain
- Kelelahan mental
- Pengaruh stres pada perhatian

3.  Teori Kontrol : Teori yang menyatakan bahwa perhatian dapat dikontrol oleh individu.a
a.Pengertian
 Teori Kontrol adalah salah satu teori perhatian yang dikembangkan oleh Norman (1968) dan kemudian dikembangkan oleh Shiffrin dan Schneider (1977). Teori ini mengasumsikan bahwa perhatian adalah proses yang dikontrol oleh individu, dan bahwa individu memiliki kemampuan untuk mengontrol perhatian mereka sendiri.

b. Asumsi Dasar 
Teori Kontrol mengasumsikan bahwa perhatian adalah proses yang dikontrol oleh individu, dan bahwa individu memiliki kemampuan untuk mengontrol perhatian mereka sendiri. Teori ini juga mengasumsikan bahwa perhatian adalah proses yang terbatas, dan bahwa individu harus memilih informasi yang paling penting untuk diproses.

c.  Model Kontrol 
Model Kontrol terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1.  Sistem Kontrol : Sistem kontrol adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengontrol perhatian individu.
2.  Sistem Pemrosesan : Sistem pemrosesan adalah komponen yang bertanggung jawab untuk memproses informasi yang diterima oleh individu.
3.  Buffer : Buffer adalah komponen yang bertanggung jawab untuk menyimpan informasi yang diterima oleh individu.

d.  Proses Kontrol 
Proses kontrol adalah proses yang digunakan oleh individu untuk mengontrol perhatian mereka. Proses kontrol terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1.  Pengidentifikasian : Individu mengidentifikasi informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Pengalihan : Individu mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain.
3.  Pengpenghargaan : Individu memberikan penghargaan pada informasi yang relevan.

e.  Karakteristik Kontrol 
Kontrol memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Selektif : Kontrol adalah proses yang selektif, yaitu individu memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Kapasitas terbatas : Kontrol memiliki kapasitas terbatas, yaitu individu hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu.
3.  Pengalihan : Kontrol dapat dialihkan dari satu informasi ke informasi lain.

f.  Kritik dan Pengembangan 
Teori Kontrol telah dikritik karena beberapa alasan, seperti:
1.  Keterbatasan : Teori Kontrol terlalu sederhana dan tidak dapat menjelaskan kompleksitas proses perhatian.
2.  Pengalihan : Teori Kontrol tidak dapat menjelaskan bagaimana individu dapat mengalihkan perhatian mereka dari satu informasi ke informasi lain.


G.  Proses Perhatian 
1.  Deteksi 
a.Pengertian
Deteksi adalah proses awal dalam proses perhatian di mana individu mendeteksi adanya stimulus atau informasi di lingkungan sekitarnya. Deteksi adalah proses yang sangat penting karena memungkinkan individu untuk memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.

b. Tahap Deteksi
Proses deteksi melibatkan beberapa tahap, yaitu:
1.  Penerimaan stimulus : Stimulus atau informasi diterima oleh sistem sensorik individu.
2.  Pengolahan awal : Stimulus atau informasi diolah secara awal oleh sistem sensorik individu untuk menentukan apakah informasi tersebut relevan atau tidak.
3.  Pengidentifikasian : Jika informasi tersebut dianggap relevan, maka individu akan mengidentifikasi informasi tersebut dan menentukan apakah informasi tersebut perlu diproses lebih lanjut.

c. Faktor Yang Mempengaruhi Deteksi
Deteksi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
1.  Intensitas stimulus : Intensitas stimulus dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk mendeteksi informasi.
2.  Kualitas stimulus : Kualitas stimulus dapat mempengaruhi kemampuan individu untuk mendeteksi informasi.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendeteksi informasi.
4.  Ekspektasi : Ekspektasi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendeteksi informasi.

d. Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Deteksi
Deteksi juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis, seperti:
1.  Perhatian : Perhatian individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendeteksi informasi.
2.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendeteksi informasi.
3.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendeteksi informasi.

e. Contoh  deteksi 
- Seseorang yang mendengar suara mobil di jalan dan kemudian melihat mobil tersebut.
- Seseorang yang melihat objek di atas meja dan kemudian mengidentifikasi objek tersebut.
- Seseorang yang mendengar suara alarm dan kemudian memeriksa apa yang terjadi.

2.  Identifikasi 
a.Pengertian
identifikasi adalah tahap awal dalam proses perhatian di mana individu mengidentifikasi informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan. Identifikasi adalah proses yang penting dalam perhatian karena memungkinkan individu untuk memilih informasi yang paling penting untuk diproses.

b.  Tahap Identifikasi 
Tahap identifikasi terdiri dari beberapa proses, yaitu:
1.  Pengidentifikasian : Individu mengidentifikasi informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Pengklasifikasian : Individu mengklasifikasikan informasi yang relevan ke dalam kategori yang sesuai.
3.  Pengpenghargaan : Individu memberikan penghargaan pada informasi yang relevan.

c.  Faktor yang Mempengaruhi Identifikasi 
Identifikasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi identifikasi informasi yang relevan.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi identifikasi informasi yang relevan.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi identifikasi informasi yang relevan.
4.  Lingkungan : Lingkungan dapat mempengaruhi identifikasi informasi yang relevan.

d.  Proses Identifikasi 
Proses identifikasi dapat terjadi secara otomatis atau terkontrol. Proses identifikasi otomatis terjadi ketika individu mengidentifikasi informasi yang relevan tanpa sadar, sedangkan proses identifikasi terkontrol terjadi ketika individu mengidentifikasi informasi yang relevan dengan sadar.

e.  Karakteristik Identifikasi 
Identifikasi memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Selektif : Identifikasi adalah proses yang selektif, yaitu individu memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Kapasitas terbatas : Identifikasi memiliki kapasitas terbatas, yaitu individu hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu.
3.  Pengalihan : Identifikasi dapat dialihkan dari satu informasi ke informasi lain.

f.  Contoh Identifikasi 
Contoh identifikasi adalah ketika individu mengidentifikasi suara teman di tengah kerumunan orang. Individu dapat mengidentifikasi suara teman karena suara tersebut relevan dengan pengalaman dan motivasi individu.

Contoh lain dari identifikasi adalah:
- Seseorang yang melihat objek di atas meja dan kemudian mengidentifikasi objek tersebut sebagai buku.
- Seseorang yang mendengar suara mobil di jalan dan kemudian mengidentifikasi suara tersebut sebagai suara mobil.
- Seseorang yang melihat wajah seseorang dan kemudian mengidentifikasi wajah tersebut sebagai wajah teman.

3.  Pengkodean 
a.Pengertian
pengkodean adalah tahap dalam proses perhatian di mana individu mengubah informasi yang diterima menjadi kode yang dapat dipahami dan disimpan dalam memori.

b.  Tahap Pengkodean 
Tahap pengkodean terdiri dari beberapa proses, yaitu:
1.  Pengubahan informasi : Informasi yang diterima diubah menjadi kode yang dapat dipahami oleh individu.
2.  Pengorganisasian informasi : Informasi yang diubah diorganisasikan menjadi struktur yang logis dan dapat dipahami.
3.  Pengpenyimpanan informasi : Informasi yang diorganisasikan disimpan dalam memori jangka pendek atau memori jangka panjang.

c.  Faktor yang Mempengaruhi Pengkodean 
Pengkodean dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi pengkodean informasi.
4.  Lingkungan : Lingkungan dapat mempengaruhi pengkodean informasi.

d.  Proses Pengkodean 
Proses pengkodean dapat terjadi secara otomatis atau terkontrol. Proses pengkodean otomatis terjadi ketika individu mengubah informasi menjadi kode tanpa sadar, sedangkan proses pengkodean terkontrol terjadi ketika individu mengubah informasi menjadi kode dengan sadar.

e.  Karakteristik Pengkodean 
Pengkodean memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Selektif : Pengkodean adalah proses yang selektif, yaitu individu memilih informasi yang relevan dan mengabaikan informasi yang tidak relevan.
2.  Kapasitas terbatas : Pengkodean memiliki kapasitas terbatas, yaitu individu hanya dapat memproses sejumlah informasi tertentu.
3.  Pengalihan : Pengkodean dapat dialihkan dari satu informasi ke informasi lain.

f.  Contoh Pengkodean 
Contoh pengkodean adalah ketika individu mengubah informasi yang diterima dari buku menjadi kode yang dapat dipahami dan disimpan dalam memori. Individu dapat mengubah informasi tersebut menjadi kode yang dapat dipahami dengan menggunakan strategi pengkodean seperti pengulangan, pengorganisasian, dan pengpenyimpanan.

4.  Penyimpanan 
a.Pengertian
penyimpanan adalah tahap dalam proses perhatian di mana individu menyimpan informasi yang relevan dalam memori jangka pendek (short-term memory) atau memori jangka panjang (long-term memory). Penyimpanan adalah proses yang penting dalam perhatian karena memungkinkan individu untuk mengingat informasi yang relevan dan menggunakannya di masa depan.

b.  Tahap Penyimpanan 
Tahap penyimpanan terdiri dari beberapa proses, yaitu:
1.  Pengkodean : Individu mengkodekan informasi yang relevan ke dalam bentuk yang dapat disimpan dalam memori.
2.  Penyimpanan : Individu menyimpan informasi yang relevan dalam memori jangka pendek atau memori jangka panjang.
3.  Pengambilan : Individu mengambil informasi yang relevan dari memori ketika diperlukan.

c.  Jenis Penyimpanan 
Ada dua jenis penyimpanan, yaitu:
1.  Memori Jangka Pendek (Short-Term Memory) : Memori jangka pendek adalah tempat penyimpanan informasi yang relevan dalam waktu singkat (sekitar 20-30 detik).
2.  Memori Jangka Panjang (Long-Term Memory) : Memori jangka panjang adalah tempat penyimpanan informasi yang relevan dalam waktu lama (dapat berlangsung selama beberapa tahun atau bahkan seumur hidup).

d.  Faktor yang Mempengaruhi Penyimpanan 
Penyimpanan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.  Motivasi : Motivasi individu dapat mempengaruhi penyimpanan informasi yang relevan.
2.  Emosi : Emosi individu dapat mempengaruhi penyimpanan informasi yang relevan.
3.  Pengalaman : Pengalaman individu dapat mempengaruhi penyimpanan informasi yang relevan.
4.  Lingkungan : Lingkungan dapat mempengaruhi penyimpanan informasi yang relevan.

e.  Proses Penyimpanan 
Proses penyimpanan dapat terjadi secara otomatis atau terkontrol. Proses penyimpanan otomatis terjadi ketika individu menyimpan informasi yang relevan tanpa sadar, sedangkan proses penyimpanan terkontrol terjadi ketika individu menyimpan informasi yang relevan dengan sadar.

f.  Karakteristik Penyimpanan 
Penyimpanan memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
1.  Kapasitas terbatas : Penyimpanan memiliki kapasitas terbatas, yaitu individu hanya dapat menyimpan sejumlah informasi tertentu.
2.  Pengalihan : Penyimpanan dapat dialihkan dari satu informasi ke informasi lain.
3.  Penghilang : Penyimpanan dapat mengalami penghilang, yaitu informasi yang relevan dapat hilang dari memori.



DAFTAR PUSTAKA
Baron, R. A., & Byrne, D. (2003). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Empat.
Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. New York: Farrar, Straus and Giroux.
Pashler, H. (1998). The Psychology of Attention. Cambridge, MA: MIT Press.
Broadbent, D. E. (1958). Perception and Communication. London: Pergamon Press.
Treisman, A. M. (1960). Contextual cues in selective listening. Quarterly Journal of Experimental Psychology, 12(4), 242-248.
Fiske, S. T., & Taylor, S. E. (1991). Social Cognition. Annual Review of Psychology, 42, 1-28.
Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk. Econometrica, 47(2), 263-292.
Atkinson, R. C., & Shiffrin, R. M. (1968). Human memory: A proposed system and its control processes. Psychology of Learning and Motivation, 2, 89-195.
Baddeley, A. D. (2003). Working memory: Looking back and looking forward. Nature Reviews Neuroscience, 4(10), 829-839.
Cherry, E. C. (1953). Some Experiments on the Recognition of Speech, with One and with Two Ears. Journal of the Acoustical Society of America, 25(5), 975-979.
Posner, M. I., & Petersen, S. E. (1990). The Attention System of the Human Brain. Annual Review of Neuroscience, 13, 25-42.
Norman, D. A. (1968). Toward a theory of memory and attention. Psychological Review, 75(6), 522-536.
Shiffrin, R. M., & Schneider, W. (1977). Controlled and automatic human information processing: II. Perceptual learning, automatic attention, and a general theory. Psychological Review, 84(2), 127-190.



Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Minggu, 14 Desember 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Minuman Dalam Bahasa Jerman

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab