Sejarah Gizi Anorganik
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 27 Januari 2026
A. Sejarah Kimia Gizi Anorganik Abad ke-18
Pada abad ke-18, ilmu kimia mulai berkembang sebagai disiplin ilmu yang terpisah dari ilmu kedokteran dan farmasi. Pada saat itu, ilmu kimia masih terkait erat dengan ilmu kedokteran dan farmasi, namun mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
a. Penemuan Oksigen (1774)
Salah satu penemuan penting pada abad ke-18 adalah penemuan oksigen oleh Joseph Priestley pada tahun 1774. Priestley menemukan bahwa udara yang dihasilkan dari proses pembakaran logam mengandung suatu gas yang dapat mendukung pembakaran. Gas ini kemudian dikenal sebagai oksigen.
b. Penemuan Unsur-Unsur Kimia Lainnya
Selain penemuan oksigen, abad ke-18 juga menyaksikan penemuan unsur-unsur kimia lainnya, seperti hidrogen (1766) oleh Henry Cavendish, nitrogen (1772) oleh Daniel Rutherford, dan karbon dioksida (1756) oleh Joseph Black.
c. Perkembangan Teori Kimia
Pada abad ke-18, teori kimia juga mulai berkembang. Antoine Lavoisier, seorang ilmuwan Perancis, mengembangkan teori oksidasi yang menjelaskan proses pembakaran. Teori ini kemudian menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kimia modern.
B. Sejarah Kimia Gizi Anorganik Abad ke-19
Abad ke-19 adalah masa perkembangan yang signifikan bagi ilmu kimia gizi anorganik. Pada saat itu, ilmu kimia gizi masih terkait erat dengan ilmu kedokteran dan nutrisi.
a. Penemuan Protein (1838)
Pada tahun 1838, Justus von Liebig, seorang ilmuwan Jerman, menemukan protein sebagai komponen utama dalam makanan. Liebig menunjukkan bahwa protein adalah komponen yang esensial bagi tubuh manusia dan hewan.
b. Penemuan Karbohidrat (1844)
Pada tahun 1844, Emil Fischer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan karbohidrat sebagai komponen utama dalam makanan. Fischer menunjukkan bahwa karbohidrat adalah komponen yang esensial bagi tubuh manusia dan hewan.
c. Penemuan Lemak (1850)
Pada tahun 1850, Michel Eugène Chevreul, seorang ilmuwan Perancis, menemukan lemak sebagai komponen utama dalam makanan. Chevreul menunjukkan bahwa lemak adalah komponen yang esensial bagi tubuh manusia dan hewan.
d..Penemuan Mineral (1855)
Pada tahun 1855, Justus von Liebig menemukan mineral sebagai komponen esensial dalam makanan. Liebig menunjukkan bahwa mineral seperti kalsium, fosfor, dan besi adalah komponen yang esensial bagi tubuh manusia dan hewan.
e. Penemuan Vitamin (1880-an)
Pada tahun 1880-an, ilmuwan mulai menemukan vitamin sebagai komponen esensial dalam makanan. Namun, penemuan vitamin yang sebenarnya dilakukan oleh Casimir Funk pada tahun 1912.
C. Sejarah Kimia Gizi Anorganik Abad ke-20
Pada abad ke-20, ilmu kimia gizi anorganik mengalami perkembangan yang signifikan. Berikut adalah beberapa penemuan dan perkembangan penting dalam sejarah kimia gizi anorganik abad ke-20:
a. Penemuan Vitamin (1912)
Pada tahun 1912, Casimir Funk, seorang ilmuwan Polandia, menemukan vitamin B1 (tiamin). Penemuan ini membuka jalan bagi penemuan vitamin-vitamin lainnya dan memperluas pemahaman tentang peran vitamin dalam tubuh manusia.
b. Penemuan Mineral (1920)
Pada tahun 1920, Edward Mellanby, seorang ilmuwan Inggris, menemukan bahwa mineral seperti kalsium dan fosfor sangat penting untuk kesehatan tulang. Penemuan ini memperluas pemahaman tentang peran mineral dalam tubuh manusia.
c. Penemuan Hormon (1921)
Pada tahun 1921, Frederick Banting dan Charles Best, dua ilmuwan Kanada, menemukan insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Penemuan ini membuka jalan bagi pengobatan diabetes dan memperluas pemahaman tentang peran hormon dalam tubuh manusia.
d. Perkembangan Spektroskopi (1920-an)
Pada tahun 1920-an, spektroskopi mulai berkembang sebagai teknik analisis kimia. Spektroskopi memungkinkan ilmuwan untuk menganalisis struktur molekul dan mengidentifikasi senyawa kimia.
e. Penemuan Struktur Kristal (1912)
Pada tahun 1912, Max von Laue, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa sinar X dapat digunakan untuk menganalisis struktur kristal. Penemuan ini membuka jalan bagi penemuan struktur kristal senyawa kimia.
f. Perkembangan Kromatografi (1940-an)
Pada tahun 1940-an, kromatografi mulai berkembang sebagai teknik analisis kimia. Kromatografi memungkinkan ilmuwan untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa kimia.
DAFTAR PUSTAKA
Partington, J. E. (1961). The History of Chemistry. London: Macmillan.
McKie, D. (1952). The Chemical Revolution. London: Oldbourne.
Partington, J. R. (1929). A History of Chemistry. London: Macmillan.
Syamsudin, P. D. I. H. (n.d.). Kimia Gizi Anorganik. (Tidak tersedia tautan)
Fischer, E. (1844). Ueber die Constitution des Traubenzuckers. Annalen der Chemie und Pharmacie, 52, 129-160.
Chevreul, M. E. (1850). Recherches chimiques sur les corps gras d'origine animale. Paris: Imprimerie Impériale.
Funk, C. (1912). The vitamines. Journal of the American Medical Association, 59(18), 1513-1514.
WHO. (2004). Vitamin and Mineral Requirements in Human Nutrition. Geneva: World Health Organization.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar