Tahap Latensi Awal Menurut Sigmund Freud





Tahap Latensi Awal
oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.

A. Pengertian
Tahap Latensi Awal adalah subtahap pertama dari Tahap Latensi (6-12 tahun) menurut Sigmund Freud. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengembangkan kemampuan sosial dan intelektual mereka.


B. Karakteristik Tahap Latensi Awal
1. Mengembangkan kemampuan sosial:
- Anak-anak mulai memahami aturan-aturan masyarakat dan mengembangkan kemampuan untuk mengikuti aturan-aturan tersebut (Freud, 1923).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan memahami perasaan orang lain (Erikson, 1950).
2. Mengembangkan kemampuan intelektual:
- Anak-anak mulai mengembangkan kemampuan untuk berpikir logis dan memecahkan masalah (Piaget, 1952).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk mengontrol impuls dan mengembangkan kemampuan untuk menunggu kepuasan (Freud, 1933).
3. Mengembangkan ego:
- Anak-anak mulai mengembangkan ego mereka dan memahami perbedaan antara diri sendiri dan orang lain (Freud, 1923).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk mengontrol diri dan menunda kepuasan (Erikson, 1950).


C..Proses Psikologis
1. Pengembangan Ego:
- Anak-anak mulai mengembangkan ego mereka dan memahami perbedaan antara diri sendiri dan orang lain (Freud, 1923).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk mengontrol diri dan menunda kepuasan (Erikson, 1950).
2. Pengembangan Kemampuan Berpikir:
- Anak-anak mulai mengembangkan kemampuan untuk berpikir logis dan memecahkan masalah (Piaget, 1952).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk mengontrol impuls dan mengembangkan kemampuan untuk menunggu kepuasan (Freud, 1933).
3. Pengembangan Kemampuan Sosial:
- Anak-anak mulai memahami aturan-aturan masyarakat dan mengembangkan kemampuan untuk mengikuti aturan-aturan tersebut (Freud, 1923).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan memahami perasaan orang lain (Erikson, 1950).
4. Pengembangan Identitas:
- Anak-anak mulai mengembangkan identitas mereka dan memahami perbedaan antara diri sendiri dan orang lain (Erikson, 1950).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan untuk mengontrol diri dan menunda kepuasan (Freud, 1933).
5. Mekanisme Pertahanan Ego:
- Anak-anak menggunakan mekanisme pertahanan ego seperti represi, denial, dan proyeksi untuk menghadapi konflik dan stres (Freud, 1923).
- Mereka juga menggunakan mekanisme pertahanan ego seperti sublimasi dan kompensasi untuk mengembangkan kemampuan sosial dan intelektual mereka (Erikson, 1950).


D. Konflik Tahap Latensi Awal
1. Konflik antara keinginan dan aturan:
- Anak-anak ingin melakukan apa yang mereka inginkan, namun harus mengikuti aturan-aturan masyarakat (Freud, 1923).
- Mereka harus belajar untuk mengontrol keinginan mereka dan mengikuti aturan-aturan yang berlaku (Erikson, 1950).
2. Konflik antara kemandirian dan ketergantungan:
- Anak-anak ingin menjadi mandiri dan membuat keputusan sendiri, namun masih membutuhkan bantuan dan perlindungan dari orang lain (Freud, 1933).
- Mereka harus belajar untuk menyeimbangkan kemandirian dan ketergantungan (Erikson, 1950).
3. Konflik antara ego dan superego:
- Anak-anak mulai mengembangkan ego mereka, namun juga harus menghadapi superego yang menuntut mereka untuk berperilaku sesuai dengan norma-norma masyarakat (Freud, 1923).
- Mereka harus belajar untuk menyeimbangkan ego dan superego (Erikson, 1950).


E. Hasil Tahap Latensi Awal
a. Hasil Tahap Latensi Awal
1. Pengembangan kemampuan sosial:
- Anak-anak belajar untuk berinteraksi dengan orang lain dan memahami perasaan orang lain (Erikson, 1950).
- Mereka belajar untuk mengikuti aturan-aturan masyarakat dan berperilaku sesuai dengan norma-norma masyarakat (Freud, 1923).
2. Pengembangan kemampuan intelektual:
- Anak-anak belajar untuk berpikir logis dan memecahkan masalah (Piaget, 1952).
- Mereka belajar untuk mengontrol impuls dan mengembangkan kemampuan untuk menunggu kepuasan (Freud, 1933).
3. Pengembangan ego:
- Anak-anak belajar untuk mengontrol diri dan menunda kepuasan (Erikson, 1950).
- Mereka belajar untuk mengembangkan identitas mereka dan memahami perbedaan antara diri sendiri dan orang lain (Freud, 1923).
4. Pengembangan kemampuan untuk menghadapi konflik:
- Anak-anak belajar untuk menghadapi konflik dan stres dengan cara yang sehat (Freud, 1933).
- Mereka belajar untuk mengembangkan mekanisme pertahanan ego yang efektif (Erikson, 1950).

b. Dampak Positif
- Anak-anak yang berhasil melewati tahap ini akan memiliki kemampuan sosial dan intelektual yang baik (Erikson, 1950).
- Mereka akan memiliki kemampuan untuk mengontrol diri dan menunda kepuasan (Freud, 1923).
- Mereka akan memiliki identitas yang kuat dan memahami perbedaan antara diri sendiri dan orang lain (Erikson, 1950).

c. Dampak Negatif
- Anak-anak yang tidak berhasil melewati tahap ini akan memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain (Freud, 1933).
- Mereka akan memiliki kesulitan dalam mengontrol impuls dan mengembangkan kemampuan untuk menunggu kepuasan (Erikson, 1950).
- Mereka akan memiliki identitas yang lemah dan tidak memahami perbedaan antara diri sendiri dan orang lain (Freud, 1923).


F. Gangguan Tahap Latensi Awal
a. Gangguan Tahap Latensi Awal
1. Gangguan Perilaku:
- Anak-anak mungkin menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma masyarakat, seperti agresivitas atau kenakalan (Freud, 1923).
- Mereka mungkin memiliki kesulitan dalam mengontrol impuls dan emosi (Erikson, 1950).
2. Gangguan Emosi:
- Anak-anak mungkin mengalami emosi yang tidak stabil, seperti kecemasan atau depresi (Freud, 1933).
- Mereka mungkin memiliki kesulitan dalam mengelola emosi dan mengembangkan kemampuan untuk menunda kepuasan (Erikson, 1950).
3. Gangguan Sosial:
- Anak-anak mungkin memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain dan mengembangkan hubungan sosial (Freud, 1923).
- Mereka mungkin memiliki kesulitan dalam memahami aturan-aturan masyarakat dan mengikuti norma-norma sosial (Erikson, 1950).

b. Penyebab Gangguan Tahap Latensi Awal
1. Faktor Keluarga:
- Konflik keluarga dan stres dapat mempengaruhi perkembangan anak-anak (Freud, 1923).
- Orang tua yang tidak konsisten dalam memberikan aturan dan konsekuensi dapat mempengaruhi perkembangan anak-anak (Erikson, 1950).
2. Faktor Lingkungan:
- Lingkungan yang tidak mendukung dan tidak stabil dapat mempengaruhi perkembangan anak-anak (Freud, 1933).
- Anak-anak yang mengalami trauma atau kekerasan dapat mengalami gangguan tahap latensi awal (Erikson, 1950).

G. Pengobatan Tahap Latensi Awal
1. Terapi Psikodinamik:
- Terapi psikodinamik dapat membantu anak-anak memahami dan mengatasi konflik-konflik yang mereka hadapi (Freud, 1923).
- Terapi ini dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk mengontrol emosi dan perilaku mereka (Erikson, 1950).
2. Terapi Kognitif-Perilaku:
- Terapi kognitif-perilaku dapat membantu anak-anak mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak adaptif (Beck, 1976).
- Terapi ini dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk mengatasi stres dan kecemasan (Kendall, 1994).
3. Terapi Keluarga:
- Terapi keluarga dapat membantu anak-anak dan keluarga mereka memahami dan mengatasi konflik-konflik yang mereka hadapi (Minuchin, 1974).
- Terapi ini dapat membantu anak-anak dan keluarga mereka mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif (Satir, 1967).



DAFTAR PUSTAKA
Beck, A. T. (1976). Cognitive Therapy and the Emotional Disorders. New York: International Universities Press.
Beck, A. T. (1995). Cognitive Therapy: Basics and Beyond. New York: Guilford Press.
Erikson, E. H. (1950). Childhood and Society. New York: W.W. Norton & Company.
Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society (2nd ed.). New York: W.W. Norton & Company.
Freud, S. (1923). The Ego and the Id. International Journal of Psycho-Analysis, 4(2), 133-154.
Freud, S. (1933). New Introductory Lectures on Psycho-Analysis. New York: W.W. Norton & Company.
Freud, S. (1961). The Standard Edition of the Complete Psychological Works of Sigmund Freud. London: Hogarth Press.
International Journal of Psycho-Analysis (IJPA).
Journal of Child Psychology and Psychiatry (JCPP).
Journal of Consulting and Clinical Psychology (JCCP).
Journal of Psychoanalytic Psychology (JPP).
Kendall, P. C. (1994). Treating anxiety disorders in children: Results of a randomized clinical trial. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 62(1), 100-110.
Minuchin, S. (1974). Families and Family Therapy. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. New York: International Universities Press.
Satir, V. (1967). Conjoint Family Therapy. Palo Alto, CA: Science and Behavior Books.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Nama Sayuran Dalam Bahasa Arab