Tahap Perkembangan Manusia Pada Tahap Phallic





oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Sabtu, 17 Januari 2026



A. Definisi Tahap Phallic
Tahap phallic adalah tahap di mana anak-anak mengalami perubahan dalam perkembangan seksual dan identitas gender, dan mereka mulai mengembangkan perasaan cinta dan ketertarikan pada orang tua yang berlawanan jenis kelamin. Tahap phallic adalah tahap ketiga dalam teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud, yang terjadi pada usia 3-6 tahun. Pada tahap ini, anak-anak mengalami perubahan dalam perkembangan seksual dan identitas gender.

B. Karakteristik Tahap Phallic
1. Kompleks Oedipus: Anak laki-laki mengalami perasaan cinta dan ketertarikan pada ibu, dan merasa bahwa ayah adalah saingan.
2. Kompleks Elektra: Anak perempuan mengalami perasaan cinta dan ketertarikan pada ayah, dan merasa bahwa ibu adalah saingan.
3. Identitas gender: Anak-anak mulai mengembangkan identitas gender dan memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
4. Perkembangan moral: Anak-anak mulai mengembangkan moralitas dan memahami konsep baik dan buruk.

C. Konflik
a. Konflik Tahap Phallic
1. Konflik Oedipus: Anak laki-laki mengalami konflik dengan ayah karena perasaan cinta dan ketertarikan pada ibu.
2. Konflik Elektra: Anak perempuan mengalami konflik dengan ibu karena perasaan cinta dan ketertarikan pada ayah.
3. Rasa bersalah: Anak-anak mengalami rasa bersalah karena perasaan cinta dan ketertarikan pada orang tua yang berlawanan jenis kelamin.

b. Penyelesaian Konflik Tahap Phallic
1. Identifikasi: Anak-anak mengidentifikasi diri dengan orang tua yang sama jenis kelamin dan mengembangkan identitas gender.
2. Represi: Anak-anak menekan perasaan cinta dan ketertarikan pada orang tua yang berlawanan jenis kelamin.
3. Pengembangan moral: Anak-anak mengembangkan moralitas dan memahami konsep baik dan buruk.

D. Gangguan Tahap Phallic
1. Kompleks Oedipus yang tidak terpecahkan: Anak laki-laki yang tidak dapat menyelesaikan konflik Oedipus dapat mengalami gangguan kepribadian, seperti narsisme atau agresivitas.
2. Kompleks Elektra yang tidak terpecahkan: Anak perempuan yang tidak dapat menyelesaikan konflik Elektra dapat mengalami gangguan kepribadian, seperti histrionik atau ketergantungan.
3. Identitas gender yang tidak jelas: Anak-anak yang tidak dapat mengembangkan identitas gender yang jelas dapat mengalami gangguan identitas gender.
4. Gangguan seksual: Anak-anak yang mengalami gangguan tahap phallic dapat mengalami gangguan seksual, seperti fetishisme atau voyeurisme.

E..Pengobatan Tahap Phallic
1. Terapi psikoanalisis: Terapi psikoanalisis dapat membantu anak-anak menyelesaikan konflik tahap phallic dan mengembangkan identitas gender yang sehat.
2. Terapi keluarga: Terapi keluarga dapat membantu orang tua memahami dan mendukung anak-anak dalam menyelesaikan konflik tahap phallic.
3. Pendidikan seksual: Pendidikan seksual dapat membantu anak-anak memahami perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama tahap phallic.

F. : Kritik Tahap Phallic
1. Kurangnya bukti empiris: Beberapa peneliti mengkritik bahwa teori tahap phallic Freud tidak memiliki bukti empiris yang cukup untuk mendukungnya.
2. Kurangnya definisi yang jelas: Beberapa peneliti mengkritik bahwa definisi tahap phallic Freud tidak jelas dan tidak spesifik.
3. Kurangnya perhatian pada faktor lingkungan: Beberapa peneliti mengkritik bahwa teori tahap phallic Freud tidak memperhatikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak.
4. Kurangnya perhatian pada perbedaan individu: Beberapa peneliti mengkritik bahwa teori tahap phallic Freud tidak memperhatikan perbedaan individu dan menganggap bahwa semua anak mengalami tahap phallic dengan cara yang sama.


G. Alternatif Teori
1. Teori perkembangan kognitif: Teori perkembangan kognitif Piaget menekankan pentingnya proses kognitif dalam perkembangan anak.
2. Teori pembelajaran sosial: Teori pembelajaran sosial Bandura menekankan pentingnya pembelajaran sosial dalam perkembangan anak.
3. Teori ekologi: Teori ekologi Bronfenbrenner menekankan pentingnya lingkungan dalam perkembangan anak.


DAFTAR PUSTAKA
- Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
- Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development. Cambridge, MA: Harvard University Press.
- Freud, S. (1905). Three Essays on the Theory of Sexuality. London: Hogarth Press.
- Freud, S. (1923). The Ego and the Id. London: Hogarth Press.
- Freud, S. (1933). New Introductory Lectures on Psycho-Analysis. International Journal of Psycho-Analysis, 14(1), 1-34.
- Piaget, J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. New York: International Universities Press. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Nama Sayuran Dalam Bahasa Arab