Yuk Mengenal Ego Dalam Teori Psikoanalisis





oleh : SRI RAHAYU, S.Pd
Senin, 12 januari 2026



A. Definisi Ego
Ego adalah komponen kepribadian yang berfungsi sebagai mediator antara Id dan Superego. Ego bertanggung jawab untuk mengatur dan mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan Id dengan tuntutan-tuntutan realitas dan moralitas Superego (Freud, 1923).

B. Fungsi Ego
Ego memiliki beberapa fungsi yang penting, yaitu:
1. Persepsi: Ego membantu individu untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan sekitar (Freud, 1915).
- Contoh: Ego membantu individu untuk memahami bahwa suara keras di luar adalah suara mobil, bukan suara monster.
2. Memori: Ego membantu individu untuk mengingat dan mengakses informasi yang relevan (Freud, 1920).
- Contoh: Ego membantu individu untuk mengingat alamat rumah sendiri.
3. Emosi: Ego membantu individu untuk mengatur dan mengkontrol emosi-emosi yang dirasakan (Freud, 1933).
- Contoh: Ego membantu individu untuk mengontrol rasa marah ketika terjebak dalam lalu lintas.
4. Impuls kontrol: Ego membantu individu untuk mengontrol impuls-impuls yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (Freud, 1923).
- Contoh: Ego membantu individu untuk tidak memukul orang lain ketika marah.
5. Pengambilan keputusan: Ego membantu individu untuk membuat keputusan yang rasional dan efektif (Freud, 1933).
- Contoh: Ego membantu individu untuk memutuskan apakah akan membeli mobil baru atau tidak.
6. Adaptasi: Ego membantu individu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar (Freud, 1923).
- Contoh: Ego membantu individu untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja.
7. Pertahanan diri: Ego membantu individu untuk melindungi diri dari ancaman-ancaman yang datang dari luar (Freud, 1923).
- Contoh: Ego membantu individu untuk melindungi diri dari serangan fisik.



C. Struktur Ego
a. Struktur Ego
Struktur ego terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Ego ideal: Ego ideal adalah komponen ego yang berfungsi sebagai standar moral dan etika (Freud, 1923).
2. Ego real: Ego real adalah komponen ego yang berfungsi sebagai pengontrol impuls-impuls yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (Freud, 1923).
3. Ego libidinal: Ego libidinal adalah komponen ego yang berfungsi sebagai pengontrol energi libidinal (Freud, 1923).

b. Komponen Ego
Ego terdiri dari beberapa komponen yang berfungsi bersama-sama untuk mengatur dan mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan Id dengan tuntutan-tuntutan realitas dan moralitas Superego.
1. Persepsi: Persepsi adalah komponen ego yang berfungsi untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan sekitar (Freud, 1915).
2. Memori: Memori adalah komponen ego yang berfungsi untuk mengingat dan mengakses informasi yang relevan (Freud, 1920).
3. Emosi: Emosi adalah komponen ego yang berfungsi untuk mengatur dan mengkontrol emosi-emosi yang dirasakan (Freud, 1933).
4. Impuls kontrol: Impuls kontrol adalah komponen ego yang berfungsi untuk mengontrol impuls-impuls yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial (Freud, 1923).


D. Perkembangan Ego
a. Tahap-tahap perkembangan ego
1. Tahap oral (0-1 tahun): Pada tahap ini, ego mulai berkembang dan individu mulai memahami bahwa dirinya adalah entitas yang terpisah dari lingkungan sekitar (Freud, 1915).
2. Tahap anal (1-3 tahun): Pada tahap ini, individu mulai belajar mengontrol impuls-impuls dan mengembangkan kemampuan untuk menunda kepuasan (Freud, 1915).
3. Tahap phallic (3-6 tahun): Pada tahap ini, individu mulai mengembangkan identitas seksual dan memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan (Freud, 1915).
4. Tahap latensi (6-12 tahun): Pada tahap ini, individu mulai mengembangkan kemampuan-kemampuan sosial dan belajar untuk berinteraksi dengan orang lain (Freud, 1915).
5. Tahap genital (12 tahun ke atas): Pada tahap ini, individu mulai mengembangkan kemampuan-kemampuan seksual dewasa dan memahami identitas seksual yang lebih matang (Freud, 1915).

b. Proses perkembangan ego
1. Identifikasi: Individu mulai mengidentifikasi dirinya dengan orang lain, seperti orang tua atau figur otoritas (Freud, 1923).
2. Introjeksi: Individu mulai menginternalisasi nilai-nilai dan norma-norma sosial (Freud, 1923).
3. Proyeksi: Individu mulai memproyeksikan perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran yang tidak diinginkan kepada orang lain (Freud, 1923).
4. Represi: Individu mulai menekan perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran yang tidak diinginkan ke dalam alam bawah sadar (Freud, 1923).

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ego
1. Lingkungan keluarga: Lingkungan keluarga dapat mempengaruhi perkembangan ego individu (Freud, 1915).
2. Pengalaman sosial: Pengalaman sosial dapat mempengaruhi perkembangan ego individu (Freud, 1915).
3. Kultur: Kultur dapat mempengaruhi perkembangan ego individu (Freud, 1933).

E. Gangguan Ego
a. Definisi Gangguan Ego
Gangguan ego adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan ketidakseimbangan antara ego dan komponen-komponen lainnya dalam struktur kepribadian, seperti id dan superego (Freud, 1923).  Gangguan ego adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan ketidakseimbangan antara ego dan komponen-komponen lainnya dalam struktur kepribadian, seperti id dan superego. Gangguan ego dapat menyebabkan masalah-masalah psikologis, seperti neurosis, psikosis, dan gangguan kepribadian.


b. Jenis-Jenis Gangguan Ego
1. Neurosis: Neurosis adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan konflik antara id dan superego, yang menyebabkan kecemasan dan gangguan perilaku (Freud, 1923).
2. Psikosis: Psikosis adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan kerusakan pada struktur ego, yang menyebabkan gangguan persepsi, pikiran, dan perilaku (Freud, 1923).
3. Gangguan Kepribadian: Gangguan kepribadian adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan ketidakseimbangan antara ego dan komponen-komponen lainnya dalam struktur kepribadian, yang menyebabkan gangguan perilaku dan hubungan sosial (American Psychological Association, 2013).

c. Gejala-Gejala Gangguan Ego
1. Kecemasan: Kecemasan adalah suatu gejala yang umum pada gangguan ego, yang dapat disebabkan oleh konflik antara id dan superego (Freud, 1923).
2. Gangguan Persepsi: Gangguan persepsi adalah suatu gejala yang dapat terjadi pada gangguan ego, yang dapat disebabkan oleh kerusakan pada struktur ego (Freud, 1923).
3. Gangguan Pikiran: Gangguan pikiran adalah suatu gejala yang dapat terjadi pada gangguan ego, yang dapat disebabkan oleh kerusakan pada struktur ego (Freud, 1923).
4. Gangguan Perilaku: Gangguan perilaku adalah suatu gejala yang dapat terjadi pada gangguan ego, yang dapat disebabkan oleh konflik antara id dan superego (Freud, 1923).

d. Penyebab Gangguan Ego
1. Konflik antara Id dan Superego: Konflik antara id dan superego dapat menyebabkan gangguan ego (Freud, 1923).
2. Kerusakan pada Struktur Ego: Kerusakan pada struktur ego dapat menyebabkan gangguan ego (Freud, 1923).
3. Faktor Lingkungan: Faktor lingkungan, seperti trauma dan stres, dapat menyebabkan gangguan ego (American Psychological Association, 2013).



F. Penanganan Gangguan Ego
Penanganan dan pengobatan gangguan ego memerlukan pendekatan yang komprehensif dan individual. Berikut adalah beberapa cara penanganan dan pengobatan gangguan ego:
1. Psikoterapi: Psikoterapi adalah salah satu cara penanganan yang paling efektif untuk gangguan ego. Psikoterapis dapat membantu individu untuk memahami dan mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ego.
2. Terapi kognitif: Terapi kognitif dapat membantu individu untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak seimbang dan menggantinya dengan pola pikir dan perilaku yang lebih seimbang.
3. Terapi psikodinamik: Terapi psikodinamik dapat membantu individu untuk memahami dan mengatasi konflik-konflik yang tidak disadari yang terkait dengan ego.
4. Terapi keluarga: Terapi keluarga dapat membantu individu untuk memahami dan mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ego dalam konteks keluarga.
5. Medikasi: Dalam beberapa kasus, medikasi dapat digunakan untuk mengatasi gejala-gejala yang terkait dengan gangguan ego, seperti depresi atau kecemasan.
6. Pendidikan dan pelatihan: Pendidikan dan pelatihan dapat membantu individu untuk memahami dan mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ego.
7. Self-help: Self-help dapat membantu individu untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ego dengan cara yang lebih mandiri.

Tahap-tahap penanganan gangguan ego:
1. Diagnosis: Diagnosis yang akurat adalah langkah pertama dalam penanganan gangguan ego.
2. Pengembangan rencana penanganan: Rencana penanganan yang komprehensif harus dikembangkan untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan ego.
3. Terapi: Terapi dapat dimulai setelah rencana penanganan dikembangkan.
4. Evaluasi: Evaluasi secara teratur harus dilakukan untuk memantau kemajuan dan membuat perubahan pada rencana penanganan jika diperlukan.
5. Pengmaintenance: Pengmaintenance dapat dilakukan untuk memastikan bahwa individu dapat mempertahankan kemajuan yang telah dicapai.


DAFTAR PUSTAKA
- American Psychological Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition. Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.
- Erikson, E. H. (1950). Childhood and Society. New York: Norton.
- Freud, S. (1915). Instincts and their Vicissitudes. International Journal of Psycho-Analysis, 6(2), 131-154.
- Freud, S. (1920). Beyond the Pleasure Principle. International Journal of Psycho-Analysis, 1(1), 1-34.
- Freud, S. (1923). The Ego and the Id. London: Hogarth Press.
- Freud, S. (1933). New Introductory Lectures on Psycho-Analysis. International Journal of Psycho-Analysis, 14(1), 1-34.
- Mahler, M. S. (1968). On Human Symbiosis and the Vicissitudes of Individuation. New York: International Universities Press.
- National Institute of Mental Health. (2019). Borderline Personality Disorder. Bethesda, MD: National Institute of Mental Health.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Nama Sayuran Dalam Bahasa Arab