Bias Fundamental Attribution Error

BIAS FUNDAMENTAL ATRRIBUTION ERROR
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 16 Desember 2025


A  Definisi 
 Bias Fundamental Attribution Error (FAE) adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, sementara mengabaikan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Ini berarti bahwa individu cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal mereka, seperti kepribadian, motivasi, atau karakter, tanpa mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional.
Bias FAE adalah proses kognitif yang terjadi ketika individu mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, tanpa mempertimbangkan informasi lain yang mungkin relevan. Ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan tentang orang lain, karena individu tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional.


B. Jenis-Jenis Bias FAE
 Bias Fundamental Attribution Error (FAE) adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, sementara mengabaikan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Berikut adalah beberapa jenis bias FAE:
1. Bias Atribusi Internal: Individu cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal mereka, seperti kepribadian, motivasi, atau karakter.
2. Bias Atribusi Situasional: Individu cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada faktor-faktor situasional, seperti lingkungan, keadaan, atau kesempatan.
3. Bias Atribusi Disposisional: Individu cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat disposisional mereka, seperti kepribadian, motivasi, atau karakter, yang dianggap sebagai sifat-sifat yang stabil dan tidak berubah.
4. Bias Atribusi Situasional Transien: Individu cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada faktor-faktor situasional yang transien, seperti keadaan atau kesempatan, yang dianggap sebagai faktor-faktor yang tidak stabil dan dapat berubah.


C. Proses Bias Fundamental Attribution Error (FAE)
Bias FAE adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Berikut adalah proses bias FAE:
1. Persepsi: Individu mempersepsikan perilaku orang lain dan membuat kesimpulan tentang sifat-sifat internal mereka.
2. Atribusi: Individu mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal mereka, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor situasional.
3. Pengabaian Informasi Situasional: Individu mengabaikan informasi situasional yang mungkin mempengaruhi perilaku orang lain.
4. Konfirmasi: Individu mencari informasi yang mendukung kesimpulan mereka tentang sifat-sifat internal orang lain.
5. Pengbaikan: Individu mengabaikan informasi yang tidak mendukung kesimpulan mereka tentang sifat-sifat internal orang lain.


D. Faktor Yang Mempengaruhi BIAS FAE
Bias Fundamental Attribution Error (FAE) adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, sementara mengabaikan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi bias FAE:
1. Keterbatasan Informasi: Individu cenderung untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan informasi yang terbatas, sehingga mereka lebih cenderung untuk mengatribusikan perilaku tersebut kepada sifat-sifat internal.
2. Pengaruh Budaya: Budaya dapat mempengaruhi bagaimana individu mengatribusikan perilaku orang lain. Misalnya, budaya individualistik cenderung untuk mengatribusikan perilaku kepada sifat-sifat internal, sedangkan budaya kolektivistik cenderung untuk mengatribusikan perilaku kepada faktor-faktor situasional.
3. Pengaruh Motivasi: Motivasi individu dapat mempengaruhi bagaimana mereka mengatribusikan perilaku orang lain. Misalnya, individu yang memiliki motivasi untuk mempertahankan harga diri mereka mungkin akan lebih cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal.
4. Pengaruh Emosi: Emosi dapat mempengaruhi bagaimana individu mengatribusikan perilaku orang lain. Misalnya, individu yang merasa marah mungkin akan lebih cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang negatif.
5. Pengaruh Pengalaman: Pengalaman individu dapat mempengaruhi bagaimana mereka mengatribusikan perilaku orang lain. Misalnya, individu yang memiliki pengalaman buruk dengan orang lain mungkin akan lebih cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang negatif.
6. Pengaruh Sosial: Pengaruh sosial dapat mempengaruhi bagaimana individu mengatribusikan perilaku orang lain. Misalnya, individu yang berada dalam kelompok yang memiliki norma-norma tertentu mungkin akan lebih cenderung untuk mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang sesuai dengan norma-norma tersebut


E. Contoh BIAS FAE
Bias Fundamental Attribution Error (FAE) adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Berikut adalah beberapa contoh bias FAE:
1. Contoh 1: Seseorang terlambat datang ke pertemuan, dan Anda mengestimasi bahwa orang tersebut tidak bertanggung jawab atau tidak peduli. Namun, sebenarnya orang tersebut terjebak dalam lalu lintas.
2. Contoh 2: Seseorang melakukan kesalahan dalam pekerjaan, dan Anda mengestimasi bahwa orang tersebut tidak kompeten atau tidak cakap. Namun, sebenarnya orang tersebut tidak memiliki informasi yang cukup atau mengalami kesulitan.
3. Contoh 3: Seseorang berhasil dalam suatu tugas, dan Anda mengestimasi bahwa orang tersebut memiliki kemampuan yang tinggi. Namun, sebenarnya orang tersebut memiliki kesempatan yang baik dan dukungan yang kuat.
4. Contoh 4: Seseorang gagal dalam suatu tugas, dan Anda mengestimasi bahwa orang tersebut tidak memiliki kemampuan yang cukup. Namun, sebenarnya orang tersebut tidak memiliki kesempatan yang baik dan mengalami kesulitan.


F. Dampak BIAS FAE
 Bias Fundamental Attribution Error (FAE) adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, sementara mengabaikan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Berikut adalah beberapa dampak bias FAE:
1. Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan: Bias FAE dapat menyebabkan individu membuat keputusan yang salah tentang orang lain, karena mereka mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang tidak akurat.
2. Kesalahan dalam Hubungan: Bias FAE dapat menyebabkan individu memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain, karena mereka mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang tidak akurat.
3. Kesalahan dalam Komunikasi: Bias FAE dapat menyebabkan individu memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain, karena mereka mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang tidak akurat.
4. Kesalahan dalam Penghakiman: Bias FAE dapat menyebabkan individu membuat penghakiman yang salah tentang orang lain, karena mereka mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang tidak akurat.
5. Kesalahan dalam Pengambilan Risiko: Bias FAE dapat menyebabkan individu mengambil risiko yang tidak perlu, karena mereka mengatribusikan perilaku orang lain kepada sifat-sifat internal yang tidak akurat.


G. Cara Mengatasi Bias Fundamental Attribution Error (FAE)
Bias FAE adalah kecenderungan untuk mengestimasi perilaku orang lain berdasarkan sifat-sifat internal mereka, sementara mengabaikan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi perilaku tersebut. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi bias FAE:
1. Mencari Informasi yang Lebih Lengkap: Individu harus mencari informasi yang lebih lengkap tentang situasi dan konteks perilaku orang lain untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut.
2. Menggunakan Perspektif Orang Lain: Individu harus mencoba untuk memahami perspektif orang lain dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional.
3. Menghindari Atribusi Internal: Individu harus menghindari membuat atribusi internal tentang perilaku orang lain dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional.
4. Menggunakan Data dan Statistik: Individu harus menggunakan data dan statistik untuk memahami perilaku orang lain dan menghindari membuat atribusi internal yang tidak akurat.
5. Menghargai Keberagaman: Individu harus menghargai keberagaman dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional yang berbeda.
6. Menggunakan Empati: Individu harus menggunakan empati untuk memahami perasaan dan perspektif orang lain dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional.
7. Menghindari Stereotip: Individu harus menghindari membuat stereotip tentang orang lain dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa perilaku mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional yang unik.


DAFTAR PUSTAKA
 Baron, R. A., & Byrne, D. (2003). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
 Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Empat.
 Ross, L. (1977). The intuitive psychologist and his shortcomings: Distortions in the attribution process. Advances in Experimental Social Psychology, 10, 1-67.
 Jones, E. E., & Harris, V. A. (1967). The attribution of attitudes. Journal of Experimental Social Psychology, 3(1), 1-24.
 Gilbert, D. T., & Malone, P. S. (1995). The correspondence bias. Psychological Bulletin, 117(1), 21-38.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Nama Sayuran Dalam Bahasa Arab

Proses Asimilasi Dalam Fonologi Bahasa Indonesia