Kesalahan-Kesalahan Persepsi






Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 27 Januari 2026


Kesalahan-kesalahan dalam persepsi sosial adalah kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika individu memproses informasi sosial dan membuat keputusan tentang orang lain atau situasi sosial. Berikut adalah beberapa kesalahan-kesalahan dalam persepsi sosial:

1. Bias Konfirmasi: 
Bias konfirmasi adalah kecenderungan individu untuk mencari informasi yang mendukung keyakinan atau pendapat mereka sendiri, dan mengabaikan informasi yang bertentangan dengan keyakinan mereka.Bias konfirmasi adalah kecenderungan individu untuk mencari informasi yang mendukung keyakinan atau pendapat mereka sendiri, dan mengabaikan informasi yang bertentangan dengan keyakinan mereka. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang sempit dan tidak objektif tentang suatu topik. Bias konfirmasi dapat terjadi karena individu cenderung untuk mencari informasi yang sesuai dengan keyakinan mereka, dan mengabaikan informasi yang tidak sesuai.
Contoh: Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa vaksin tidak aman mungkin hanya mencari informasi yang mendukung keyakinan tersebut, dan mengabaikan informasi yang bertentangan. Mereka mungkin mencari artikel atau berita yang mendukung keyakinan mereka, dan mengabaikan artikel atau berita yang bertentangan.

2. Stereotip: Stereotip adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan karakteristik kelompok atau kategori sosial mereka.Stereotip adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan karakteristik kelompok atau kategori sosial mereka. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang tidak akurat tentang orang lain. Stereotip dapat terjadi karena individu cenderung untuk membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan karakteristik kelompok atau kategori sosial mereka.
Contoh: Seseorang yang memiliki stereotip bahwa orang dari daerah tertentu tidak pintar mungkin membuat asumsi yang tidak akurat tentang kemampuan orang tersebut. Mereka mungkin menganggap bahwa orang tersebut tidak pintar hanya karena berasal dari daerah tertentu, padahal sebenarnya orang tersebut memiliki kemampuan yang baik.

3. Efek Halo: 
Efek halo adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan satu karakteristik atau sifat yang positif atau negatif. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang tidak akurat tentang orang lain. Efek halo dapat terjadi karena individu cenderung untuk membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan satu karakteristik atau sifat yang positif atau negatif.
Contoh: Seseorang yang memiliki kesan baik tentang seseorang karena penampilannya yang menarik mungkin membuat asumsi bahwa orang tersebut juga memiliki sifat-sifat yang baik lainnya. Mereka mungkin menganggap bahwa orang tersebut juga pintar, jujur, dan baik hati hanya karena penampilannya yang menarik.

4. Bias Atribusi
 Bias atribusi adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang penyebab perilaku orang lain, dan mengabaikan faktor-faktor situasional.  Bias atribusi adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang penyebab perilaku orang lain, dan mengabaikan faktor-faktor situasional. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang tidak akurat tentang orang lain. Bias atribusi dapat terjadi karena individu cenderung untuk membuat asumsi tentang penyebab perilaku orang lain, dan mengabaikan faktor-faktor situasional.
Contoh: Seseorang yang membuat asumsi bahwa orang lain gagal karena kurangnya kemampuan, padahal sebenarnya orang tersebut gagal karena faktor-faktor situasional seperti kurangnya sumber daya. Mereka mungkin menganggap bahwa orang tersebut gagal karena kurangnya kemampuan, padahal sebenarnya orang tersebut gagal karena tidak memiliki sumber daya yang cukup.

5. Efek Primasi: 
Efek primasi adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan informasi yang pertama kali mereka terima. efek primasi adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan informasi yang pertama kali mereka terima. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang tidak akurat tentang orang lain. Efek primasi dapat terjadi karena individu cenderung untuk membuat asumsi tentang orang lain berdasarkan informasi yang pertama kali mereka terima.

Contoh: Seseorang yang pertama kali mendengar bahwa orang lain tidak dapat dipercaya mungkin membuat asumsi bahwa orang tersebut tidak dapat dipercaya, padahal sebenarnya informasi tersebut tidak akurat. Mereka mungkin menganggap bahwa orang tersebut tidak dapat dipercaya hanya karena informasi yang pertama kali mereka terima.

6. Bias Ketersediaan: Bias ketersediaan adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang kemungkinan suatu kejadian berdasarkan seberapa mudah mereka dapat mengingat contoh-contoh yang relevan., Bias ketersediaan adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang kemungkinan suatu kejadian berdasarkan seberapa mudah mereka dapat mengingat contoh-contoh yang relevan. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang tidak akurat tentang kemungkinan suatu kejadian. Bias ketersediaan dapat terjadi karena individu cenderung untuk membuat asumsi tentang kemungkinan suatu kejadian berdasarkan seberapa mudah mereka dapat mengingat contoh-contoh yang relevan.
Contoh: Seseorang yang memiliki pengalaman buruk dengan asuransi mungkin membuat asumsi bahwa asuransi tidak berguna, padahal sebenarnya asuransi dapat membantu dalam banyak situasi. Mereka mungkin menganggap bahwa asuransi tidak berguna hanya karena memiliki pengalaman buruk dengan asuransi.

7. Bias Representatif: Bias representatif adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang suatu kelompok atau kategori sosial berdasarkan contoh-contoh yang tidak representatif. Bias representatif adalah kesalahan dalam persepsi sosial yang terjadi ketika individu membuat asumsi tentang suatu kelompok atau kategori sosial berdasarkan contoh-contoh yang tidak representatif. Hal ini dapat menyebabkan individu memiliki pandangan yang tidak akurat tentang kelompok atau kategori sosial tersebut. Bias representatif dapat terjadi karena individu cenderung untuk membuat asumsi tentang suatu kelompok atau kategori sosial berdasarkan contoh-contoh yang tidak representatif.
Contoh: Seseorang yang memiliki pengalaman buruk dengan satu orang dari kelompok tertentu mungkin membuat asumsi bahwa semua orang dari kelompok tersebut memiliki sifat-sifat yang sama. Mereka mungkin menganggap bahwa semua orang dari kelompok tersebut tidak dapat dipercaya hanya karena memiliki pengalaman buruk dengan satu orang dari kelompok tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Baron, R. A., & Byrne, D. (2003). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
Fiske, S. T., & Taylor, S. E. (1991). Social Cognition. Annual Review of Psychology, 42, 1-28.
Kunda, Z. (1990). The case for motivated reasoning. Psychological Bulletin, 108(3), 480-498.
Markus, H. R., & Wurf, E. (1987). The dynamic self-concept: A social psychological perspective. Annual Review of Psychology, 38, 299-337.
Myers, D. G. (2012). Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba Empat. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Nama Sayuran Dalam Bahasa Arab

Proses Asimilasi Dalam Fonologi Bahasa Indonesia