Tahap Perkembangan Manusia Pada Tahap Anak Akhir
TAHAP PERKEMBANGAN ANAK AKHIR (7-12 TAHUN) MENURUT HURLOCK
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 26 Januari 2026
A. Perkembangan Fisik
- Anak pada tahap ini mengalami pertumbuhan fisik yang stabil dan konsisten (Hurlock, 1978, p. 315).
- Mereka mulai mengembangkan kemampuan motorik yang lebih kompleks, seperti: Bermain olahraga, seperti sepak bola, basket, dan voli (Hurlock, 1978, p. 316), Menggunakan alat-alat, seperti gunting, pensil, dan komputer (Hurlock, 1978, p. 316).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan koordinasi mata-tangan yang lebih baik, seperti: Menangkap dan melempar bola (Hurlock, 1978, p. 317), Menggunakan tangan untuk membuat kerajinan, seperti menggambar dan membuat model (Hurlock, 1978, p. 317).
B. Perkembangan Kognitif
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah (Hurlock, 1978, p. 318).
- Mereka mulai memahami konsep-konsep abstrak, seperti: a) Waktu, seperti memahami konsep jam, hari, dan bulan (Hurlock, 1978, p. 319), b) Ruang, seperti memahami konsep jarak, arah, dan lokasi (Hurlock, 1978, p. 319).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan memori yang lebih baik, seperti: a) Mengingat informasi yang dipelajari di sekolah (Hurlock, 1978, p. 320), b) Mengingat pengalaman dan kejadian yang lalu (Hurlock, 1978, p. 320).
- Mereka juga mulai mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, seperti : a) Menganalisis informasi dan membuat kesimpulan (Hurlock, 1978, p. 321), b) Mengidentifikasi masalah dan mencari solusi (Hurlock, 1978, p. 321).
C. Perkembangan Sosial
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 322).
- Anak mulai memahami norma-norma sosial dan mengembangkan kemampuan berempati, seperti: a) Memahami perasaan dan kebutuhan orang lain (Hurlock, 1978, p. 323)., b) Berbagi dan bekerja sama dengan orang lain (Hurlock, 1978, p. 323).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan berkoordinasi dengan kelompok, seperti: a) Bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan (Hurlock, 1978, p. 324), b) Mengikuti aturan dan norma-norma kelompok (Hurlock, 1978, p. 324).
- Anak mulai mengembangkan kemampuan memimpin dan dipimpin, seperti: a) Mengambil inisiatif dan memimpin kelompok (Hurlock, 1978, p. 325)., b)!Mengikuti instruksi dan arahan dari orang lain (Hurlock, 1978, p. 325).
D. Perkembangan Emosi
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan mengelola emosi yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 326).
- Anak mulai memahami dan mengembangkan kemampuan berempati, seperti: a) Memahami perasaan dan kebutuhan orang lain (Hurlock, 1978, p. 327)., b) Berbagi dan menunjukkan empati kepada orang lain (Hurlock, 1978, p. 327).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan mengatasi stres dan kesulitan, seperti: a) Menggunakan strategi coping untuk mengatasi stres (Hurlock, 1978, p. 328)., b) Mencari bantuan dan dukungan dari orang lain ketika dibutuhkan (Hurlock, 1978, p. 328).
- Anak juga mulai mengembangkan kemampuan mengatur emosi yang lebih baik, seperti : a) Mengontrol emosi negatif seperti marah dan sedih (Hurlock, 1978, p. 329), b) Menunjukkan emosi positif seperti bahagia dan gembira (Hurlock, 1978, p. 3)
E. Perkembangan Moral
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan memahami norma-norma moral (Hurlock, 1978, p. 330).
- Anak mulai memahami konsep-konsep seperti baik dan buruk, benar dan salah (Hurlock, 1978, p. 331).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan membuat keputusan moral, seperti: a) Mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan (Hurlock, 1978, p. 332), a) Menggunakan norma-norma moral untuk membimbing perilaku (Hurlock, 1978, p. 332).
- Anak juga mulai mengembangkan kemampuan memahami perspektif orang lain, seperti:a) Memahami perasaan dan kebutuhan orang lain (Hurlock, 1978, p. 333), b) Menghargai perbedaan pendapat dan pandangan orang lain (Hurlock, 1978, p. 333).
F. Perkembangan Bahasa
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan bahasa yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 334).
- Anak mulai memahami dan menggunakan kosakata yang lebih luas, seperti: a) Menggunakan kata-kata yang lebih abstrak dan kompleks (Hurlock, 1978, p. 335), b) - Memahami dan menggunakan idiom dan ekspresi yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 335).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan membaca dan menulis yang lebih baik, seperti: a) embaca teks yang lebih kompleks dan memahami maknanya (Hurlock, 1978, p. 336), b) Menulis cerita dan esai yang lebih kompleks dan terstruktur (Hurlock, 1978, p. 336).
- Anak juga mulai mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang lebih efektif, seperti: a) Menggunakan bahasa yang lebih formal dan sopan (Hurlock, 1978, p. 337) b) Menghargai perbedaan bahasa dan budaya orang lain (Hurlock, 1978, p. 337).
G. Perkembangan Psikologi
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan sensorik yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 338).
- Anak mulai memahami dan menginterpretasikan informasi sensorik yang lebih kompleks, seperti a) Mengidentifikasi dan membedakan suara, warna, dan tekstur yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 339), b) Mengintegrasikan informasi sensorik dari berbagai sumber untuk memahami lingkungan (Hurlock, 1978, p. 339).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan motorik yang lebih kompleks, seperti: a) Menggunakan tangan dan kaki untuk melakukan aktivitas yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 340)., b) Mengkoordinasikan gerakan tubuh untuk melakukan aktivitas yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 340).
- Anak juga mulai mengembangkan kemampuan persepsi yang lebih baik, seperti: a) Mengidentifikasi dan memahami objek dan situasi yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 341)., b) Menghargai perbedaan dan kesamaan antara objek dan situasi (Hurlock, 1978, p. 341).
H. Perkembangan Sensorik
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan motorik yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 342).
- Anak mulai menguasai kemampuan motorik dasar, seperti: Berjalan, berlari, dan melompat dengan lebih baik (Hurlock, 1978, p. 343).
- Menggunakan tangan untuk melakukan aktivitas yang lebih kompleks, seperti menulis dan menggambar (Hurlock, 1978, p. 343).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan motorik yang lebih spesifik, seperti:Bermain olahraga, seperti sepak bola, basket, dan voli (Hurlock, 1978, p. 344).
- Menggunakan alat-alat, seperti gunting, pensil, dan komputer (Hurlock, 1978, p. 344).
- Anak juga mulai mengembangkan kemampuan koordinasi yang lebih baik, seperti: a) Mengkoordinasikan gerakan tubuh untuk melakukan aktivitas yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 345), b) Menghargai perbedaan dan kesamaan antara gerakan tubuh (Hurlock, 1978, p. 345).
I. Perkembangan Motorik
- Anak pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan psikologi yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 346).
- Anak mulai memahami dan mengembangkan konsep diri, seperti: a) engidentifikasi diri sendiri dan memahami kelebihan dan kekurangan (Hurlock, 1978, p. 347), b) Menghargai diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri (Hurlock, 1978, p. 347).
- Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan kemampuan emosi yang lebih kompleks, seperti: a) Mengidentifikasi dan memahami emosi sendiri dan orang lain (Hurlock, 1978, p. 348), b) Menghargai dan mengelola emosi sendiri (Hurlock, 1978, p. 348),
- Mereka juga mulai mengembangkan kemampuan sosial yang lebih kompleks, seperti: a) Berinteraksi dengan orang lain dan memahami norma-norma sosial (Hurlock, 1978, p. 349)., b) Menghargai perbedaan dan kesamaan antara orang lain (Hurlock, 1978, p. 349).
J. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Tahap Anak Akhir
a. Faktor internal:
- Genetik: kemampuan dan bakat yang diwariskan dari orang tua (Hurlock, 1978, p. 350).
- Kesehatan: kondisi fisik dan mental anak (Hurlock, 1978, p. 350).
- Kecerdasan: kemampuan kognitif dan intelektual anak (Hurlock, 1978, p. 351).
b. Faktor eksternal:
- Keluarga: lingkungan keluarga, gaya pengasuhan, dan hubungan dengan orang tua (Hurlock, 1978, p. 352).
- Sekolah: lingkungan sekolah, guru, dan kurikulum (Hurlock, 1978, p. 353).
- Masyarakat: lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi (Hurlock, 1978, p. 354).
c. Faktor lainnya:
- Gizi: asupan makanan yang seimbang dan berguna (Hurlock, 1978, p. 355).
- Lingkungan: lingkungan fisik dan sosial yang mendukung (Hurlock, 1978, p. 355).
- Stimulasi: kesempatan untuk belajar dan berkembang (Hurlock, 1978, p. 356).
K. Gangguan Perkembangan Tahap Anak Akhir
a. Gangguan perkembangan fisik, seperti:a) Gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik (Hurlock, 1978, p. 350)., b) Gangguan kesehatan dan penyakit (Hurlock, 1978, p. 350).
b. Gangguan perkembangan kognitif, seperti : a) - Gangguan belajar dan kesulitan akademik (Hurlock, 1978, p. 351), b) - Gangguan perhatian dan konsentrasi (Hurlock, 1978, p. 351).
c. Gangguan perkembangan emosi, seperti:a) Gangguan emosi dan perilaku (Hurlock, 1978, p. 352), b) Gangguan kecemasan dan depresi (Hurlock, 1978, p. 352).
d. Gangguan perkembangan sosial, seperti: a) Gangguan interaksi sosial (Hurlock, 1978, p. 353), b) angguan hubungan dengan orang lain (Hurlock, 1978, p. 353).
L. Pengobatan Perkembangan Tahap Anak Akhir
a Pengobatan medis
- Konsultasi dengan dokter atau spesialis anak (Hurlock, 1978, p. 354).
- Pemberian obat-obatan untuk mengatasi gangguan kesehatan (Hurlock, 1978, p. 354).
b. Pengobatan psikologis
- Terapi perilaku untuk mengatasi gangguan emosi dan perilaku (Hurlock, 1978, p. 355).
- Terapi kognitif untuk mengatasi gangguan belajar dan kesulitan akademik (Hurlock, 1978, p. 355).
c. Pengobatan pendidikan:
- Program pendidikan khusus untuk mengatasi gangguan belajar (Hurlock, 1978, p. 356).
- Bantuan guru dan orang tua untuk meningkatkan kemampuan akademik (Hurlock, 1978, p. 356).
d. Pengobatan keluarga
- Konseling keluarga untuk mengatasi gangguan hubungan keluarga (Hurlock, 1978, p. 357).
- Pendidikan orang tua untuk meningkatkan kemampuan pengasuhan (Hurlock, 1978, p. 357).
M. Implikasi Perkembangan Tahap Anak Akhir Bagi Orang Tua
- Orang tua perlu memahami perubahan fisik dan emosi anak (Hurlock, 1978, p. 358).
- Orang tua perlu memberikan dukungan dan bimbingan kepada anak dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial (Hurlock, 1978, p. 359).
- Orang tua perlu membangun hubungan yang positif dan komunikatif dengan anak (Hurlock, 1978, p. 360).
- Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan dan minatnya (Hurlock, 1978, p. 361).
- Orang tua perlu memantau dan mengawasi aktivitas anak, tetapi juga memberikan kebebasan untuk berkembang (Hurlock, 1978, p. 362).
N. Implikasi Perkembangan Tahap Anak Akhir Bagi Pendidik
1. - Pendidik harus memahami tahap perkembangan anak
- Mengerti kemampuan dan kebutuhan anak pada tahap ini (Hurlock, 1978, p. 358).
- Mengadaptasi metode pengajaran sesuai dengan tahap perkembangan anak (Hurlock, 1978, p. 358).
2. Pendidik harus menciptakan lingkungan belajar yang mendukung
- Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan merangsang (Hurlock, 1978, p. 359).
- Menggunakan metode pengajaran yang variatif dan interaktif (Hurlock, 1978, p. 359).
3. Pendidik harus memahami perbedaan individual anak
- Mengerti kemampuan dan kebutuhan individual anak (Hurlock, 1978, p. 360).
- Mengadaptasi metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan individual anak (Hurlock, 1978, p. 360).
4. - Pendidik harus bekerja sama dengan orang tua
- Berkomunikasi dengan orang tua tentang perkembangan anak (Hurlock, 1978, p. 361).
- Mengikutsertakan orang tua dalam proses belajar anak (Hurlock, 1978, p. 361).
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, E. B. (1978). Child Development. New York: McGraw-Hill.
Komentar
Posting Komentar