Tahap Perkembangan Manusia Pada Tahap Anak Tengah

TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA PADA TAHAP ANAK TENGAH 4-6 TAHUN
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 26 Januari 2026



A. Perkembangan Fisik
1. Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan fisik yang cepat, termasuk:
- Pertumbuhan tinggi dan berat badan yang stabil (Hurlock, 1978, p. 235).
- Berlari dengan lebih cepat dan lebih stabil (Hurlock, 1978, p. 236).
- Melompat dengan lebih tinggi dan lebih jauh (Hurlock, 1978, p. 236).
- Bermain dengan bola dengan lebih baik (Hurlock, 1978, p. 236).
2.  Perkembangan koordinasi mata dan tangan yang lebih baik, seperti:
- Menggambar dengan lebih baik (Hurlock, 1978, p. 237).
- Menggunakan alat-alat dengan lebih baik (Hurlock, 1978, p. 237).

B. Perkembangan Kognitif
- Kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 238).
- Mengingat urutan kejadian (Hurlock, 1978, p. 239).
- Memahami konsep waktu dan ruang (Hurlock, 1978, p. 239).
- Kemampuan berbicara dan berkomunikasi yang lebih baik, seperti:
- Menggunakan kalimat yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 240).
- Berbicara dengan lebih jelas dan lancar (Hurlock, 1978, p. 240).
- Kemampuan memahami dan menggunakan simbol, seperti:
- Mengenal dan menulis angka dan huruf (Hurlock, 1978, p. 241).
- Menggunakan simbol untuk mewakili objek dan konsep (Hurlock, 1978, p. 241).

C. Perkembangan Sosial
 Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan sosial yang signifikan, termasuk:
- Kemampuan berinteraksi dengan orang lain yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 257).
- Kemampuan mengembangkan persahabatan dan hubungan dengan orang lain (Hurlock, 1978, p. 258).
- Kemampuan memahami dan menghormati aturan sosial (Hurlock, 1978, p. 259).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan kerjasama dan berbagi (Hurlock, 1978, p. 260).

Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan:
- Kemampuan memahami dan menghormati perbedaan individu (Hurlock, 1978, p. 261).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 262).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan memecahkan konflik (Hurlock, 1978, p. 263).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan berempati dan simpati (Hurlock, 1978, p. 264).


D. Perkembangan Emosi
Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan emosi yang signifikan, termasuk:
- Kemampuan mengenali dan memahami emosi sendiri (Hurlock, 1978, p. 251).
- Kemampuan mengungkapkan emosi dengan lebih baik (Hurlock, 1978, p. 251).
- Kemampuan mengembangkan empati dan simpati terhadap orang lain (Hurlock, 1978, p. 252).
- Kemampuan mengontrol emosi dan perilaku (Hurl, 1978, p. 253).

Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan:
- Kemampuan mengelola stres dan frustrasi (Hurlock, 1978, p. 254).
- Kemampuan mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan orang lain (Hurlock, 1978, p. 255).
- Kemampuan memahami dan menghormati emosi orang lain (Hurlock, 1978, p. 256).


E. Perkembangan Bahasa
1. Kemampuan berbicara yang lebih baik, seperti:
- Menggunakan kalimat yang lebih kompleks dan lengkap (Hurlock, 1978, p. 242).
- Berbicara dengan lebih jelas dan lancar (Hurlock, 1978, p. 242).Kemampuan memahami bahasa yang lebih baik, seperti:
- Memahami instruksi dan perintah yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 243).
- Memahami cerita dan dialog yang lebih panjang (Hurlock, 1978, p. 243).
2. Kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, seperti:
- Menggunakan bahasa untuk meminta sesuatu (Hurlock, 1978, p. 244).
- Menggunakan bahasa untuk berbagi pengalaman dan perasaan (Hurlock, 1978, p. 244).
3. Kemampuan mengembangkan kosakata yang lebih luas, seperti:
- Mengenal dan menggunakan kata-kata baru (Hurlock, 1978, p. 245).
- Menggunakan kata-kata yang lebih spesifik dan akurat (Hurlock, 1978, p. 245).


F. Perkembangan Moral
Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan moral yang signifikan, termasuk:
- Kemampuan memahami konsep baik dan buruk (Hurlock, 1978, p. 246).
- Kemampuan membedakan antara perilaku yang benar dan salah (Hurlock, 1978, p. 246).
- Kemampuan mengembangkan empati dan simpati terhadap orang lain (Hurlock, 1978, p. 247).
- Kemampuan memahami aturan dan norma sosial (Hurlock, 1978, p. 247).
- Kemampuan mengembangkan kesadaran diri dan tanggung jawab (Hurlock, 1978, p. 248).

 Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan:
- Kemampuan mengontrol perilaku dan emosi (Hurlock, 1978, p. 249).
- Kemampuan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan (Hurlock, 1978, p. 249).
- Kemampuan mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan orang lain (Hurlock, 1978, p. 250).


G. Perkembangan Psikologi
Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan psikologi yang signifikan, termasuk:
- Kemampuan mengembangkan konsep diri yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 272).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah (Hurlock, 1978, p. 273).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan mengontrol emosi dan perilaku (Hurlock, 1978, p. 274).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain (Hurlock, 1978, p. 275).

 Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan:
- Kemampuan mengembangkan kemampuan berpikir abstrak (Hurlock, 1978, p. 276).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 277).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan mengontrol impuls (Hurlock, 1978, p. 278).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan berempati dan simpati (Hurlock, 1978, p. 279).


H. Perkembangan Sensorik
Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan sensorik yang signifikan, termasuk:
- Kemampuan mengenal dan memahami rangsangan sensorik yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 265).
- Kemampuan mengintegrasikan informasi sensorik dari berbagai sumber (Hurlock, 1978, p. 266).
- Kemampuan mengembangkan koordinasi mata-tangan yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 267).
- Kemampuan mengenal dan memahami konsep ruang dan waktu (Hurlock, 1978, p. 268).

Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan:
- Kemampuan mengenal dan memahami rangsangan sensorik yang lebih halus (Hurlock, 1978, p. 269).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 270).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan keseimbangan dan koordinasi (Hurlock, 1978, p. 271).


I. Perkembangan Motorik
Pada tahap ini, anak mengalami perkembangan motorik yang signifikan, termasuk:
- Kemampuan mengontrol gerakan tubuh yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 265).
- Kemampuan mengembangkan koordinasi mata dan tangan yang lebih baik (Hurl, 1978, p. 266).
- Kemampuan mengembangkan keseimbangan dan postur tubuh yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 267).
- Kemampuan mengembangkan kekuatan dan fleksibilitas otot yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 268).

Anak pada tahap ini juga mulai mengembangkan:
- Kemampuan berlari, melompat, dan bermain dengan bola yang lebih baik (Hurlock, 1978, p. 269).
- Kemampuan menggunakan alat-alat yang lebih kompleks (Hurlock, 1978, p. 270).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan motorik halus, seperti menggambar dan menulis (Hurlock, 1978, p. 271).
- Kemampuan mengembangkan kemampuan motorik kasar, seperti berlari dan melompat (Hurlock, 1978, p. 272).

J. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
a. Faktor internal
- Genetik: kemampuan dan bakat yang diwariskan dari orang tua (Hurlock, 1978, p. 280).
- Kesehatan: kondisi fisik dan mental anak (Hurlock, 1978, p. 281).
- Kecerdasan: kemampuan kognitif dan intelektual anak (Hurlock, 1978, p. 282).

b. Faktor eksternal
- Keluarga: lingkungan keluarga, gaya pengasuhan, dan hubungan dengan orang tua (Hurlock, 1978, p. 283).
- Sekolah: lingkungan sekolah, guru, dan kurikulum (Hurlock, 1978, p. 284).
- Masyarakat: lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi (Hurlock, 1978, p. 285).

c.  Faktor lainnya
- Gizi: asupan makanan yang seimbang dan berguna (Hurlock, 1978, p. 286).
- Lingkungan: lingkungan fisik dan sosial yang mendukung (Hurlock, 1978, p. 287).
- Stimulasi: kesempatan untuk belajar dan berkembang (Hurlock, 1978, p. 288).


K. Gangguan Perkembangan Tahap Anak Tengah
a.  Gangguan fisik
- Gangguan pertumbuhan: gangguan pada proses pertumbuhan fisik anak (Hurlock, 1978, p. 289).
- Gangguan kesehatan: gangguan pada kondisi fisik anak, seperti penyakit kronis atau cacat fisik (Hurlock, 1978, p. 290).

b. Gangguan kognitif
- Gangguan belajar: gangguan pada kemampuan belajar anak, seperti disleksia atau ADHD (Hurlock, 1978, p. 291).
- Gangguan intelektual: gangguan pada kemampuan intelektual anak, seperti retardasi mental (Hurlock, 1978, p. 292).

c..Gangguan emosi dan perilaku
- Gangguan emosi: gangguan pada kemampuan mengelola emosi anak, seperti gangguan kecemasan atau depresi (Hurlock, 1978, p. 293).
- Gangguan perilaku: gangguan pada perilaku anak, seperti agresivitas atau hiperaktivitas (Hurlock, 1978, p. 294).

d. Gangguan sosial
- Gangguan hubungan: gangguan pada kemampuan berinteraksi dengan orang lain, seperti gangguan autisme (Hurlock, 1978, p. 295).
- Gangguan adaptasi: gangguan pada kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, seperti gangguan penyesuaian (Hurlock, 1978, p. 296).


L. Pengobatan Gangguan Tahap Anak Tengah
a.  Pengobatan medis
- Pengobatan farmakologi: penggunaan obat-obatan untuk mengobati gangguan perkembangan, seperti ADHD atau gangguan kecemasan (Hurlock, 1978, p. 297).
- Pengobatan terapi: penggunaan terapi, seperti terapi perilaku atau terapi bicara, untuk mengobati gangguan perkembangan (Hurlock, 1978, p. 298).

b.  Pengobatan edukatif
- Program pendidikan khusus: program pendidikan yang dirancang untuk anak dengan gangguan perkembangan, seperti program pendidikan inklusif (Hurlock, 1978, p. 299).
- Terapi edukatif: penggunaan terapi edukatif, seperti terapi belajar atau terapi kreativitas, untuk mengobati gangguan perkembangan (Hurlock, 1978, p. 300).

c.  Pengobatan psikologis
- Terapi psikologis: penggunaan terapi psikologis, seperti terapi kognitif atau terapi perilaku, untuk mengobati gangguan perkembangan (Hurlock, 1978, p. 301).
- Konseling: penggunaan konseling, seperti konseling keluarga atau konseling individu, untuk mengobati gangguan perkembangan (Hurlock, 1978, p. 302).

d.  Pengobatan lingkungan
- Perubahan lingkungan: perubahan lingkungan anak untuk mendukung perkembangan, seperti perubahan lingkungan rumah atau sekolah (Hurlock, 1978, p. 303).
- Dukungan sosial: penggunaan dukungan sosial, seperti dukungan keluarga atau dukungan teman, untuk mengobati gangguan perkembangan (Hurlock, 1978, p. 304).


M. Implikasi Perkembangan Tahap Anak Tengah Terhadap Orang Tua
1.  Orang tua perlu memahami dan menerima perubahan perilaku anak:
- Anak pada tahap ini mulai menunjukkan kemandirian dan ingin melakukan sesuatu sendiri (Hurlock, 1978, p. 297).
- Orang tua perlu memberikan kesempatan anak untuk mencoba dan belajar dari kesalahan (Hurlock, 1978, p. 298).

2.  Orang tua perlu memberikan dukungan dan bimbingan:
- Anak pada tahap ini memerlukan dukungan dan bimbingan orang tua dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan (Hurlock, 1978, p. 299).
- Orang tua perlu memberikan umpan balik yang positif dan konstruktif untuk meningkatkan kepercayaan diri anak (Hurlock, 1978, p. 300).

3 Orang tua perlu mengatur lingkungan yang aman dan mendukung:
- Anak pada tahap ini memerlukan lingkungan yang aman dan mendukung untuk belajar dan berkembang (Hurlock, 1978, p. 301).
- Orang tua perlu mengatur lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak (Hurlock, 1978, p. 302).

4.  Orang tua perlu berkomunikasi efektif dengan anak:
- Anak pada tahap ini memerlukan komunikasi yang efektif dan terbuka dengan orang tua (Hurlock, 1978, p. 303).
- Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan dan perasaan anak (Hurlock, 1978, p. 304).


N. Implikasi Perkembangan Tahap Anak Tengah Terhadap Pendidik
a.  Implikasi terhadap metode pengajaran:
- Pendidik harus menggunakan metode pengajaran yang lebih interaktif dan partisipatif (Hurlock, 1978, p. 305).
- Pendidik harus memperhatikan perbedaan individu anak dan menggunakan pendekatan yang lebih personal (Hurlock, 1978, p. 306).

b.  Implikasi terhadap kurikulum:
- Kurikulum harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan anak (Hurlock, 1978, p. 307).
- Kurikulum harus mencakup aspek-aspek perkembangan, seperti kognitif, sosial, emosi, dan fisik (Hurlock, 1978, p. 308).

c.  Implikasi terhadap penilaian:
- Pendidik harus menggunakan metode penilaian yang lebih holistik dan komprehensif (Hurlock, 1978, p. 309).
- Pendidik harus memperhatikan proses perkembangan anak, bukan hanya hasil akhir (Hurlock, 1978, p. 310).

d.. Implikasi terhadap lingkungan belajar:
- Lingkungan belajar harus dirancang untuk mendukung perkembangan anak (Hurlock, 1978, p. 311).
- Lingkungan belajar harus aman, nyaman, dan merangsang kreativitas anak (Hurlock, 1978, p. 312).


DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, E. B. (1978). Child Development. New York: McGraw-Hill.
Journal of Applied Developmental Psychology, 5(1), 1-8.
Journal of Child Development, 53(1), 1-10. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Nama Sayuran Dalam Bahasa Arab

Proses Asimilasi Dalam Fonologi Bahasa Indonesia