HORIZON
HORIZON
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 8 Juni 2026
A. Definisi
Horizon atau ufuk adalah lingkaran besar pada bola langit yang bidangnya tegak lurus terhadap garis vertikal pengamat dan membagi bola langit menjadi dua belahan yang sama besar. Belahan atas disebut langit tampak visible sky, sedangkan belahan bawah disebut langit tak tampak invisible sky. Secara geometris, Horizon merupakan perpotongan bidang datar yang melalui pusat pengamat dan tegak lurus arah Zenit-Nadir dengan bola langit.
Terdapat dua jenis Horizon yang dibedakan berdasarkan definisinya:
1. Horizon Geometris / Horizon Sejati
Lingkaran besar yang bidangnya melalui pusat Bumi dan tegak lurus garis vertikal pengamat. Jenis ini digunakan dalam astronomi teori karena tidak bergantung topografi.
2. Horizon Tampak / Horizon Visual
Lingkaran yang dibatasi oleh permukaan fisik Bumi seperti laut, gunung, atau pepohonan. Horizon tampak selalu berada sedikit di bawah Horizon geometris akibat ketinggian pengamat.
B. Karakteristik dan Sifat Utama
1. Tegak Lurus Zenit-Nadir
Horizon selalu berjarak 90° dari Zenit dan Nadir. Jika suatu benda langit tepat berada di Zenit, maka jarak sudutnya ke Horizon adalah 90°.
2. Bergantung pada Pengamat
Setiap pengamat memiliki Horizon sendiri. Pengamat yang berpindah tempat akan mengalami pergeseran Horizon. Oleh karena itu Horizon termasuk sistem koordinat lokal topocentric.
3. Titik Terbit dan Terbenam
Benda langit dikatakan terbit rising saat melintasi Horizon bagian timur dari bawah ke atas, dan terbenam setting saat melintasi Horizon bagian barat dari atas ke bawah. Peristiwa ini disebut horizonal transit.
4. Terkait Lintang Pengamat
Orientasi Horizon terhadap Ekuator Langit bergantung pada lintang geografis pengamat. Untuk pengamat di khatulistiwa , Ekuator Langit berimpit dengan Horizon dan tegak lurus. Untuk pengamat di kutub , Ekuator Langit berimpit dengan Horizon.
C. Koordinat Horizon dan Ketinggian
Horizon menjadi lingkaran dasar sistem koordinat alt-azimut. Posisi benda langit dinyatakan dengan dua koordinat:
1. Ketinggian / Altitude
Sudut vertikal diukur dari Horizon $h = 0^{\circ}$ ke arah Zenit $h = +90^{\circ}$. Benda di bawah Horizon memiliki $h$ negatif.
2. Azimut
Sudut horizontal diukur sepanjang Horizon, biasanya dari titik Utara $A = 0^{\circ}$ ke arah Timur $A = 90^{\circ}$, Selatan $A = 180^{\circ}$, Barat $A = 270^{\circ}$.
D. Efek Fisik pada Pengamatan
Horizon geometris berbeda dengan Horizon yang diamati karena:
1. Refraksi Atmosfer
Atmosfer membelokkan cahaya sehingga benda yang secara geometris masih 0,5° di bawah Horizon dapat tampak sudah terbit. Ini menyebabkan Matahari tampak gepeng saat terbit-terbenam.
2. Depresi Horizon
Pengamat di ketinggian $H$ meter akan melihat Horizon tampak turun sebesar sudut depresi $\theta \approx 1,76' \sqrt{H}$. Pelaut menggunakan koreksi ini dalam navigasi di
DAFTAR PUSTAKA
Kartasasmita, M. (2014). Pengantar astronomi (Edisi ke-3). ITB Press.
Karttunen, H., Kröger, P., Oja, H., Poutanen, M., & Donner, K. J. (2007). Fundamental astronomy (Edisi ke-5). Springer.
Roy, A. E., & Clarke, D. (2003). Astronomy: Principles and practice (Edisi ke-4). Institute of Physics Publishing.
Seidelmann, P. K. (Ed.). (2006). Explanatory supplement to the astronomical almanac (Edisi ke-3). University Science Books.
Smart, W. M. (1977). Textbook on spherical astronomy (Edisi ke-6). Cambridge University Press.
Young, A. T. (2004). Air mass and refraction. Applied Optics, 43(24), 4627–4632. https://doi.org/10.1364/AO.43.004627
Komentar
Posting Komentar