Konsep Dasar Desain Pembelajaran

Konsep Dasar Desain Pembelajaran
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 17 Juni 2026



A. Pengertian Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran merupakan proses sistematis untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam konteks Pendidikan Dasar, desain pembelajaran harus memperhatikan karakteristik peserta didik usia 6–12 tahun yang berada pada tahap operasional konkret menurut Piaget. Desain pembelajaran adalah ilmu dan seni menciptakan lingkungan belajar yang memfasilitasi terjadinya perubahan perilaku ke arah yang diinginkan. Menurut Dick, Carey, dan Carey, desain pembelajaran adalah prosedur sistematis yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan materi, uji coba, dan revisi untuk menjamin kualitas pembelajaran.


B.  Ciri dan  Desain Pembelajaran DIKDAS
Desain pembelajaran SD memiliki ciri khas sebagai berikut:
1. Berpusat pada peserta didik
 Mengacu pada teori perkembangan kognitif, sosial, dan moral anak SD. Pembelajaran dirancang konkret, kontekstual, dan bermakna.
2. Sistematis
Mengikuti tahapan analisis → desain → pengembangan → implementasi → evaluasi. Model ADDIE menjadi acuan umum.
3. Berorientasi pada Capaian Pembelajaran
Di Kurikulum Merdeka, desain diturunkan dari Capaian Pembelajaran CP Fase A untuk kelas 1-2 dan Fase B untuk kelas 3-6.
4. Beragam dan fleksibel
 Mengakomodasi perbedaan gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar peserta didik melalui diferensiasi.
5. Kontekstual dan tematik
Mengintegrasikan mata pelajaran melalui tema yang dekat dengan kehidupan anak SD sesuai prinsip pembelajaran tematik integratif.


C. Komponen Inti Desain Pembelajaran
Menurut model Dick & Carey, komponen dasar desain pembelajaran meliputi:
1. Identifikasi tujuan pembelajaran
Dirumuskan dari CP dan Tujuan Pembelajaran TP.
2. Analisis pembelajaran
Mengurai keterampilan/pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
3. Analisis peserta didik dan konteks
Mengidentifikasi karakteristik awal, gaya belajar, dan lingkungan belajar anak SD.
4. Merumuskan tujuan kinerja
Tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, berbatas waktu.
5. Mengembangkan instrumen asesmen
 Menentukan cara mengukur ketercapaian tujuan.
6. Mengembangkan strategi pembelajaran
Memilih metode, media, dan aktivitas yang sesuai.
7. Mengembangkan dan memilih bahan ajar
 Modul ajar, LKPD, media konkret.
8. Evaluasi formatif dan sumatif
Untuk revisi dan penilaian akhir.

D. Relevansi dengan Kurikulum Merdeka
Dalam Kurikulum Merdeka, konsep dasar desain pembelajaran dioperasionalkan melalui penyusunan Modul Ajar. Guru tidak lagi membuat RPP lengkap, tetapi merancang alur tujuan pembelajaran ATP, memilih strategi terdiferensiasi, dan menyiapkan asesmen autentik sesuai prinsip “merdeka belajar”

DAFTAR PUSTAKA
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The systematic design of instruction (8th ed.). Pearson.
Kemdikbudristek. (2022). Panduan pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Piaget, J. (1970). Piaget’s theory. In P. H. Mussen (Ed.), Carmichael’s manual of child psychology (Vol. 1, pp. 703–732). Wiley.
Reiser, R. A., & Dempsey, J. V. (2018). Trends and issues in instructional design and technology (4th ed.). Pearson.
Rusman. (2017). Kurikulum dan pembelajaran. Kencana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab