Model Desain Pembelajaran

 Model Desain Pembelajaran
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 17 Juni 2026


Model desain pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis, langkah-langkah, dan hubungan antar komponen dalam merancang pembelajaran. Model bersifat preskriptif dan operasional, sehingga dapat langsung diaplikasikan guru SD dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka.
Dalam Pendidikan Dasar, 4 model berikut paling banyak digunakan karena strukturnya jelas dan fleksibel untuk karakteristik anak usia 6–12 tahun:

A.  Model ADDIE
Model ADDIE dikembangkan oleh Florida State University dan menjadi model generik paling populer. Nama ADDIE adalah akronim dari 5 tahap:
1. Analyze / Analisis
 Mengidentifikasi masalah pembelajaran, karakteristik peserta didik SD, analisis kebutuhan, analisis CP-TP, dan analisis konteks sekolah.
2. Design / Desain
Merumuskan tujuan kinerja, menyusun tes acuan patokan, memilih strategi, media, dan menyusun silabus modul ajar.
3. Develop / Pengembangan
 Membuat bahan ajar, LKPD, media konkret, dan instrumen asesmen autentik sesuai tahap operasional konkret anak SD.
4. Implement / Implementasi
Menerapkan desain di kelas. Guru berperan sebagai fasilitator. Dilakukan uji coba terbatas.
5. Evaluate / Evaluasi
Evaluasi formatif setiap tahap dan evaluasi sumatif akhir. Hasilnya digunakan untuk revisi.

Kelebihan untuk DIKDAS: Sistematis, mudah dipahami guru pemula, selaras dengan siklus perencanaan Kurikulum Merdeka.


B. Model Dick & Carey
Model ini bersifat sistemik dan berorientasi komponen. Terdapat 10 komponen yang saling terkait:
Komponen inti: Identifikasi tujuan pembelajaran → Analisis pembelajaran → Analisis peserta didik dan konteks → Merumuskan tujuan kinerja → Mengembangkan instrumen asesmen → Mengembangkan strategi pembelajaran → Mengembangkan/mengembangkan bahan ajar → Merancang evaluasi formatif → Revisi → Evaluasi sumatif.
Ciri khas: Menekankan analisis tugas secara rinci dan uji coba berulang sebelum digunakan masal. Sangat cocok untuk materi abstrak yang perlu diurai menjadi keterampilan kecil agar anak SD mudah memahaminya.


C. Model Kemp
Model Kemp bersifat fleksibel dan non-linier. Digambarkan sebagai lingkaran dengan 9 elemen yang dapat dimulai dari titik mana saja:
1. Mengidentifikasi masalah pembelajaran dan tujuan umum
2. Mengidentifikasi karakteristik peserta didik
3. Menentukan tujuan pembelajaran spesifik
4. Mengidentifikasi isi materi
5. Mengembangkan tes pra-asesmen
6. Memilih strategi pengajaran, sumber daya, dan media
7. Mengorganisasi layanan pendukung
8. Melakukan evaluasi sumatif
9. Melakukan revisi

Kelebihan untuk DIKDAS: Fleksibel. Guru dapat mulai dari materi yang sudah ada lalu menyesuaikan tujuan dan asesmen. Cocok untuk guru SD yang harus cepat beradaptasi dengan kondisi kelas beragam.


D.  Model ASSURE
Model ASSURE berfokus pada pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran. 6 langkahnya: Analyze learners → State objectives → Select methods, media, materials → Utilize media & materials → Require learner participation → Evaluate & revise.
Relevansi DIKDAS: Sangat relevan untuk pembelajaran abad 21 di SD. Mendorong guru memilih media konkret, audio-visual, atau digital yang sesuai gaya belajar visual, auditorial, kinestetik anak SD.


DAFTAR PUSTAKA
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The systematic design of instruction (8th ed.). Pearson.
Heinich, R., Molenda, M., & Smaldino, S. E. (2002). Instructional media and technologies for learning (7th ed.). Merrill Prentice Hall.
Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. M. (1998). Designing effective instruction (2nd ed.). Prentice-Hall.
Reiser, R. A., & Dempsey, J. V. (2018). Trends and issues in instructional design and technology (4th ed.). Pearson.
Rusman. (2017). Kurikulum dan pembelajaran. Kencana.
Smaldino, S. E., Lowther, D. L., & Russell, J. D. (2019). Instructional technology and media for learning (12th ed.). Pearson.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab