NADHIR


NADHIR
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 8 Juni 2026


A. Definisi 
Istilah "Nadir" berasal dari bahasa Arab naẓīr as-samt نَظِير السَّمْت yang berarti "berlawanan dengan arah Zenit". Kata ini diserap ke bahasa Latin abad pertengahan sebagai nadir dan masuk ke bahasa Indonesia sebagai "Nadir". Nadir adalah titik potong antara garis vertikal pengamat dengan permukaan bola langit di bagian bawah atau belahan langit yang tidak terlihat. Garis vertikal pengamat didefinisikan sebagai garis yang berimpit dengan arah gaya berat lokal $\vec{g}$. Nadir terletak tepat berlawanan 180° dengan Zenit, sehingga jika Zenit berada "di atas kepala", maka Nadir berada "tepat di bawah telapak kaki" pengamat, menembus pusat Bumi.  Secara geometris, jika $Z$ adalah Zenit, $O$ posisi pengamat, dan $N$ Nadir, maka $O$, $Z$, $N$ terletak pada satu garis lurus yang disebut garis vertikal, dengan $\angle ZON = 180^{\circ}$.


B. Karakteristik dan Sifat Utama
1. Simetris terhadap Zenit
 Nadir dan Zenit adalah titik antipodal pada bola langit. Jika koordinat Zenit pengamat adalah Altitud $h = +90^{\circ}$, maka koordinat Nadir adalah $h = -90^{\circ}$. Jarak sudut antara keduanya selalu 180°.
2. Bergantung pada Pengamat
Sama seperti Zenit, Nadir bersifat lokal. Perpindahan pengamat akan menggeser posisi Nadir relatif terhadap bintang. Nadir pengamat di Indonesia tidak sama dengan Nadir pengamat di Eropa.
3. Tidak Teramati Langsung
 Belahan bola langit yang memuat Nadir selalu berada di bawah Horizon pengamat. Oleh karena itu, Nadir tidak dapat diamati secara visual tanpa bantuan instrumen yang menembus Bumi. Nadir baru menjadi relevan ketika benda langit berada di bawah Horizon.
4. Terkait Lintang Geografis
 Untuk pengamat di lintang geografis $\phi$, Nadir memiliki Deklinasi $\deltaN = -\phi$. Contoh: Pengamat di Jakarta $\phi = 6^{\circ}LS$ memiliki Nadir dengan $\deltaN = +6^{\circ}$. Nadir pengamat di Kutub Selatan berimpit dengan Kutub Selatan Langit PSL.[3][4]


C. Peran dalam Sistem Koordinat dan Astronomi
Meskipun tidak terlihat, Nadir memiliki fungsi penting, antara lain: 
1. Pelengkap Zenit
Zenit dan Nadir bersama-sama mendefinisikan sumbu vertikal sistem koordinat Horizon. Lingkaran besar yang melalui Zenit, Nadir, dan benda langit disebut lingkaran vertikal benda tersebut.
2. Kulminasi Bawah
 Saat benda langit melintas meridian di bawah Horizon, peristiwa itu disebut kulminasi bawah. Kedudukan benda saat itu diukur dari Nadir, bukan dari Zenit. Bintang sirkumpolar melakukan kulminasi bawah tanpa terbenam.
3. Koreksi Refraksi dan Paralaks
Dalam perhitungan posisi presisi tinggi, jarak zenit $z$ diukur dari Zenit. Untuk benda di bawah Horizon, perhitungan kadang dirujuk ke Nadir untuk konsistensi matematis.


DAFTAR PUSTAKA
Kartasasmita, M. (2014). Pengantar astronomi (Edisi ke-3). Bandung: ITB Press
Karttunen, H., Kröger, P., Oja, H., Poutanen, M., & Donner, K. J. (2007). Fundamental astronomy (Edisi ke-5). Berlin: Springer. 
Roy, A. E., & Clarke, D. (2003). Astronomy: Principles and practice (Edisi ke-4). Bristol: Institute of Physics Publishing
Seidelmann, P. K. (Ed.). (2006). Explanatory supplement to the astronomical almanac (Edisi ke-3). Mill Valley, CA: University Science Books.
Smart, W. M. (1977). Textbook on spherical astronomy (Edisi ke-6). Cambridge: Cambridge University Press. 
Kunitzsch, P. (1995). The transmission of Arabic star names to the West. Arabic Sciences and Philosophy, 5(1), 61–72. https://doi.org/10.1017/S0957423900002008 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab