PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR

PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 2 Juni 2026


Prinsip pengembangan kurikulum adalah kaidah, asas, atau pedoman dasar yang harus dipegang dalam setiap tahap perancangan, pelaksanaan, dan penyempurnaan kurikulum SD/MI/SDLB. Prinsip ini berfungsi sebagai "kompas" agar pengembangan kurikulum tidak menyimpang dari tujuan pendidikan nasional dan karakteristik peserta didik usia 6-12 tahun. Menurut Oliva 2009 dan Permendikbud No. 22/2016 tentang Standar Proses, prinsip pengembangan kurikulum harus bersifat komprehensif: mencakup filosofis, psikologis, sosiologis, dan yuridis. Untuk Kurikulum Merdeka 2022, Kemendikbudristek merumuskan 8 prinsip utama yang menjadi acuan penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan KOSP.


A. Prinsip Berorientasi pada Tujuan Goal Oriented
a. Makna
Seluruh proses pengembangan kurikulum harus mengacu pada tujuan pendidikan nasional dan tujuan jenjang. Tidak boleh ada kegiatan yang "mubazir" tanpa kontribusi ke tujuan.
b. Landasan Hukum
UU Sisdiknas No. 20/2003 Pasal 3: Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab.
c. Implikasi ke SD
1. Setiap Capaian Pembelajaran CP harus diturunkan dari Tujuan Pendidikan Nasional.
2. Jika ada materi "menarik" tapi tidak mendukung CP Fase A/B/C, maka materi itu dipotong. Inilah dasar "esensialisme" Kurikulum Merdeka.
d. Contoh
Tujuan SD = literasi dasar. Maka 15 menit membaca setiap hari dimasukkan, sedangkan hafalan nama 34 gubernur dihapus.

B. Prinsip Berpusat pada Peserta Didik Child Centered
a. Makna
Anak, bukan guru atau mata pelajaran, menjadi titik tumpu pengembangan. Isi, metode, media, dan penilaian disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
b. Landasan Psikologis
 Piaget 1952. Anak SD usia 6-12 tahun berada pada tahap operasional konkret. Ciri: berpikir logis hanya untuk benda nyata, belum mampu abstrak.
c. Implikasi ke SD
1. Isi
 Matematika Kelas 1 diajarkan pakai kelereng/biji, bukan rumus $a + b = c$ langsung.
2. Metode
 70% pembelajaran Kelas 1-2 = bermain edukatif sesuai Permendikbud 137/2014.
3. Penilaian
Rapor narasi, bukan angka. Karena anak usia SD harga diri rapuh, angka rendah melabeli "bodoh".

C. Prinsip Relevansi Relevance
a. Makna
Kurikulum harus menjawab 3 relevansi: relevansi dengan kebutuhan peserta didik, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan-teknologi.
b. Landasan Sosiologis
Masyarakat abad 21 butuh lulusan yang punya 4C: Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity.
c. Implikasi ke SD Kurikulum Merdeka
1. Relevansi Kini
 Masuk literasi digital dasar, etika bermedia sosial, anti-bullying sejak Kelas 4.
2. Relevansi Daerah
20% jam = Muatan Lokal. SD di Bali ada Bahasa Bali, SD di pesisir ada "Kemaritiman".
3. Relevansi Masa Depan
P5 tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" untuk siapkan anak hadapi perubahan iklim.

D. Prinsip Efektivitas dan Efisiensi Effectiveness & Efficiency
a. Makna
 Mencapai tujuan maksimal dengan sumber daya minimal. "Less is More".
b. Landasan Teori
Esensialisme Bagley 1938. Sekolah harus mengajarkan "hal-hal esensial" yang paling fundamental untuk hidup.
c. Implikasi ke SD
1. Efektivitas
Fokus pada literasi dan numerasi. Setiap mapel wajib menumbuhkan keduanya, bukan hanya mapel Bahasa/Matematika.
2. Efisiensi
Kurikulum Merdeka potong 20% jam pelajaran dan 20% konten vs Kurikulum 2013. Tujuannya agar guru punya waktu untuk pembelajaran mendalam, bukan kejar tayang.

E. Prinsip Kontinuitas dan Keterpaduan Continuity & Integration
 Ada keterkaitan vertikal dan horizontal.
1. Kontinuitas Vertikal
 Materi Kelas 1-6 tersusun dari sederhana ke kompleks, konkret ke abstrak. Contoh: Konsep "lingkungan" Kelas 1 = merawat tanaman pot. Kelas 6 = dampak polusi + solusi.
2. Keterpaduan Horizontal
Antar mapel dalam 1 kelas saling menguatkan. Contoh: Tema "Kebersamaan" Kelas 2. Bahasa Indonesia = teks rukun, Matematika = penjumlahan jumlah siswa rukun, PPKn = sila 2 Pancasila, SBdP = lagu kebersamaan.

F. Prinsip Fleksibilitas Flexibility
a. Makna
Kurikulum tidak kaku. Memberi ruang bagi satuan pendidikan dan guru untuk menyesuaikan dengan konteks lokal.
b. Landasan Hukum
UU 20/2003 Pasal 38: Kurikulum disusun BSNP dan dikembangkan sesuai potensi daerah dan satuan pendidikan.
c. Implikasi ke SD Kurikulum Merdeka
1. CP per Fase, bukan per Kelas
 Guru Kelas 3 boleh ajarkan CP Fase B di semester 1, guru Kelas 4 menguatkan di semester 2.
2. ATP dan Modul Ajar
Guru bebas urutkan materi dan pilih metode. Tidak wajib RPP 13 komponen.
3. Pilihan Kurikulum
Sekolah boleh pilih Kurikulum Merdeka, 2013, atau Darurat sesuai kesiapan 2022-2024.

G. Prinsip Partisipatif Participatory
a. Makna
 Pengembangan kurikulum melibatkan semua pemangku kepentingan stakeholders, bukan hanya birokrat pusat.
b. Pelaku yang Dilibatkan
1. Internal
 Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik.
2. Eksternal
Orang tua, komite sekolah, tokoh masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi.
c. Implikasi ke SD
Penyusunan KOSP wajib rapat bersama komite sekolah. Tujuannya agar kurikulum mendapat dukungan masyarakat dan sesuai kebutuhan lokal.

H. Prinsip Berkelanjutan dan Evaluatif Sustainable & Evaluative
a. Makna
 Pengembangan kurikulum adalah siklus, bukan "sekali jadi". Harus ada evaluasi dan revisi berkelanjutan.
b. Landasan Teori
 Model Wheeler 1967: Evaluasi terjadi di setiap tahap, bukan hanya akhir.
c. Implikasi ke SD
1. Evaluasi Harian
Asesmen formatif tiap pertemuan untuk revisi pembelajaran besok.
2. Evaluasi Tahunan
Akhir tahun ajaran, sekolah evaluasi KOSP: CP mana yang belum tuntas, modul ajar mana yang sulit.
3. Evaluasi 5 Tahunan
BSKAP evaluasi kurikulum nasional. Hasil evaluasi 2021 melahirkan Kurikulum Merdeka karena Kurikulum 2013 dinilai terlalu padat.


DAFTAR PUSTAKA
Bagley, W. C. (1938). An essentialist platform for the school. The Educational Forum, 3(1), 7–14. [Landasan prinsip efektivitas-esensialisme]
Kemendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah [Lampiran: Prinsip pengembangan kurikulum]. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/120439/permendikbud-no-22-tahun-2016
Kemendikbudristek. (2022). Buku panduan pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan (Bab 2: Prinsip pengembangan KOSP). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Oliva, P. F. (2009). Developing the curriculum (7th ed., Bab 5: Principles of curriculum development). Boston: Pearson.
Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children (M. Cook, Trans.) [Landasan prinsip child-centered]. New York: International Universities Press.
Taba, H. (1962). Curriculum development: Theory and practice (Bab 2: Principles of curriculum content selection). New York: Harcourt, Brace & World.
Tyler, R. W. (1949). Basic principles of curriculum and instruction (Bab 1: Selection of objectives sebagai prinsip utama). Chicago: University of Chicago Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Pasal 3, 38. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43078/uu-no-20-tahun-2003

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab