Sistem Koordinat Langit Horizon / Altazimut

Sistem Koordinat Langit Horizon / Altazimut
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 16 Juni 2026

A. Definisi
Sistem koordinat horizon, disebut juga sistem altazimut, adalah sistem koordinat langit yang berpusat pada pengamat di permukaan Bumi. Ciri utamanya adalah bidang dasarnya adalah bidang horizon lokal pengamat, sehingga koordinatnya bersifat lokal dan berubah seiring waktu dan lokasi pengamat.


B. Unsur-unsur Dasar
Sistem ini menggunakan horizon pengamat sebagai lingkaran besar acuan. Unsur-unsurnya terdiri atas:
1.  Zenit dan Nadir
   Zenit adalah titik tepat di atas kepala pengamat, yaitu perpotongan garis vertikal pengamat dengan bola langit. Nadir adalah titik kebalikannya, tepat di bawah kaki pengamat.
2. Horizon atau Cakrawala
   Horizon adalah lingkaran besar yang memotong bola langit tegak lurus terhadap garis zenit-nadir. Horizon membagi bola langit menjadi dua belahan: belahan atas yang tampak dan belahan bawah yang tidak tampak.
3. Meridian Langit Lokal
   Meridian langit lokal adalah lingkaran besar yang melalui titik zenit, nadir, titik utara, dan titik selatan horizon. Meridian ini membagi horizon menjadi belahan timur dan barat.
4. Titik Utara, Selatan, Timur, Barat
   Titik-titik kardinal tersebut merupakan perpotongan horizon dengan meridian langit dan lingkaran vertikal timur-barat.



C. Koordinat Sistem Horizon
Posisi suatu benda langit dinyatakan dengan dua koordinat sudut:
1. Azimut (A)
   Azimut adalah sudut yang diukur sepanjang horizon dari titik utara ke arah timur, searah jarum jam, sampai ke lingkaran vertikal yang melalui benda langit tersebut. Azimut bernilai $0^\circ$ di titik utara, $90^\circ$ di timur, $180^\circ$ di selatan, dan $270^\circ$ di barat. Rentangnya $0^\circ \leq A < 360^\circ$.
2. Ketinggian / Elevasi (h) atau Jarak Zenit (z)
   Ketinggian adalah sudut yang diukur sepanjang lingkaran vertikal dari horizon ke atas sampai ke benda langit. Ketinggian bernilai $0^\circ$ di horizon dan $+90^\circ$ di zenit. Untuk benda di bawah horizon bernilai negatif sampai $-90^\circ$ di nadir.   Jarak zenit adalah komplemen ketinggian: $z = 90^\circ - h$. Jarak zenit diukur dari zenit ke bawah sampai benda langit, dengan rentang $0^\circ \leq z \leq 180^\circ$.


D. Kelebihan dan Keterbatasan
a. Kelebihan
Sistem ini sangat intuitif dan langsung dapat diamati. Seorang pengamat cukup menggunakan alat sederhana seperti busur derajat dan kompas untuk menentukan azimut dan ketinggian suatu benda tanpa perlu mengetahui waktu sideris.[3]

b. Keterbatasan
Koordinat azimut dan ketinggian bersifat lokal dan bergantung waktu. Benda langit yang sama akan memiliki koordinat berbeda bagi pengamat di lokasi berbeda, dan koordinatnya terus berubah akibat rotasi Bumi. Oleh karena itu sistem ini tidak cocok untuk membuat katalog bintang.


---

DAFTAR PUSTAKA
 Karttunen, H., Kröger, P., Oja, H., Poutanen, M., & Donner, K. J. (2007). Fundamental astronomy (5th ed.). Springer.
 Roy, A. E., & Clarke, D. (2003). Astronomy: Principles and practice (4th ed.). Institute of Physics Publishing.
 Smart, W. M. (1977). Text-book on spherical astronomy (6th ed.). Cambridge University Press.
 Meeus, J. (1998). Astronomical algorithms (2nd ed.). Willmann-Bell.
 Duffett-Smith, P., & Zwart, J. (2011). Practical astronomy with your calculator (4th ed.). Cambridge University Press.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab