Komposisi Daging
KOMPOSISI DAGING
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Sabtu, 1 Agustus 2026
Komposisi daging adalah proporsi zat-zat kimia yang menyusun daging. Komposisi ini sangat menentukan nilai gizi, sifat fisik, cita rasa, dan daya awet daging. Komposisi daging tidak bersifat tetap, melainkan dipengaruhi oleh spesies, bangsa, umur, jenis kelamin, pakan, dan bagian karkas. Secara umum komposisi daging terdiri atas 5 komponen utama:
A. Komposisi Kimia Umum Daging
1.Air
65 - 75% Komponen terbesar. Berada di dalam sel intraseluler dan di luar sel ekstraseluler. Menentukan daya ikat air Water Holding Capacity dan keempukan.
2 .Protein
16 - 22% Sumber asam amino esensial. Terbagi 3 golongan:
a. Protein Miofibril 50-55%: Aktin, Miosin. Berperan dalam kontraksi.
b. Protein Sarkoplasma 30-34%: Mioglobin, enzim. Larut dalam air.
c. Protein Jaringan Ikat 10-15%: Kolagen, Elastin. Alot.
3.Lemak
3 - 13% Sumber energi dan pembawa cita rasa. Terdiri dari trigliserida, fosfolipid, dan kolesterol. Daging merah memiliki lemak jenuh lebih tinggi.
4.Karbohidrat
< 1% Utamanya berupa glikogen. Setelah pemotongan glikogen diubah menjadi asam laktat yang menurunkan pH daging.
5.Mineral / Abu
0,8 - 1,2% Sumber Fe heme, P, K, Na, Zn, Se. Fe heme pada daging memiliki bioavailabilitas tinggi.
6.Vitamin
Jumlah kecil Kaya vitamin B kompleks terutama B1, B2, B12, Niasin. Larut air. Tidak ada vitamin C dan D.
Sumber: Soeparno, 2015; Winarno, 2004
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Daging
1. Spesies dan Bangsa Ternak
Daging sapi memiliki protein dan lemak lebih tinggi dibanding ayam. Daging ikan memiliki protein tinggi tetapi lemak rendah kecuali ikan laut.
2. Umur Ternak
Semakin tua umur ternak, kandungan air dan protein menurun, sedangkan lemak dan kolagen meningkat. Akibatnya daging menjadi lebih alot.
3. Jenis Kelamin
Ternak jantan memiliki daging lebih berot dan berprotein, sedangkan betina memiliki lemak lebih tinggi.
4. Pakan
Pakan berenergi tinggi akan meningkatkan deposisi lemak intramuskular marbling. Pakan hijauan meningkatkan kandungan asam lemak tak jenuh.
5. Bagian Karkas
Bagian yang banyak bergerak seperti sengkel memiliki protein jaringan ikat tinggi dan lemak rendah. Bagian punggung memiliki lemak lebih tinggi.
C. Peran Komposisi terhadap Mutu Daging
1. Protein
Menentukan nilai gizi. Protein miofibril berperan dalam pembentukan gel pada produk olahan seperti sosis.
2. Lemak
Meningkatkan palatabilitas, flavor, dan keempukan. Namun oksidasi lemak menyebabkan ketengikan.
3. Air
Air bebas mempercepat pertumbuhan mikroba. Air terikat menentukan keempukan dan susut masak.
DAFTAR PUSTAKA
Soeparno. 2015. Ilmu dan Teknologi Daging. Edisi ke-5. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Purchas, R.W. 2007. Ethnic Origin of the Animal and Its Effect on Meat Quality. Meat Science, 77(1): 18-26.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Komentar
Posting Komentar