Prinsip 5 Tepat Penggunaan Pestisida

PRINSIP 5 TEPAT PENGGUNAAN PESTISIDA
Oleh : Sri Rahayu, S.Pd.
Sabtu, 15 Agustus 2026


Prinsip 5 Tepat adalah pedoman utama dalam pengelolaan pestisida yang bertujuan agar penggunaan pestisida efektif, efisien, aman bagi manusia, organisme bukan sasaran, dan lingkungan, serta sesuai dengan konsep Pengendalian Hama Terpadu / PHT. Prinsip ini tertuang dalam berbagai literatur perlindungan tanaman dan menjadi acuan penyuluhan kepada petani.


A. Tepat Jenis dan Mutu
Penggunaan jenis pestisida harus sesuai dengan OPT sasaran, komoditas, dan kondisi di lapangan. 
Kriteria yang harus diperhatikan:
1.  Terdaftar dan diizinkan: pestisida harus memiliki nomor pendaftaran dari Kementerian Pertanian dan dicantumkan pada label
2.  Selektif dan efektif: memilih bahan aktif yang efektif terhadap OPT sasaran dengan toksisitas rendah terhadap musuh alami
3.  Formulasi sesuai: menyesuaikan dengan alat aplikasi dan bagian tanaman yang diserang. Contoh: untuk OPT pengisap digunakan pestisida sistemik formulasi SC
4.  Mutu kemasan: kemasan masih asli, tidak bocor, label lengkap dan jelas terbaca, belum melewati tanggal kedaluwarsa



B. Tepat Waktu
Aplikasi dilakukan pada saat yang paling efektif untuk menekan populasi OPT.
Parameter penentuan waktu:
1.  Ambang Pengendalian / Ambang Ekonomi: pestisida baru diaplikasikan jika populasi OPT telah mencapai ambang yang menyebabkan kerugian ekonomi
2.  Stadia hidup OPT: stadia larva atau nimfa umumnya lebih rentan dibanding stadia dewasa
3.  Stadia pertumbuhan tanaman: tanaman muda lebih rentan sehingga perlu perlindungan lebih awal
4.  Kondisi cuaca: tidak dilakukan saat hujan, menjelang hujan, atau angin kencang karena dapat menyebabkan hanyut dan drift. Waktu yang dianjurkan: pagi pukul 08.00-10.00 dan sore pukul 16.00-17.00
Aplikasi secara terjadwal tanpa dasar pengamatan dapat menyebabkan penggunaan berlebihan, resistensi, dan ledakan hama.



C. Tepat Dosis dan Konsentrasi
Dosis adalah jumlah bahan aktif per satuan luas atau volume, sedangkan konsentrasi adalah jumlah pestisida per satuan volume larutan.
Hal yang harus diperhatikan:
1.  Mengacu pada label: contoh anjuran 2 ml/liter. Untuk tangki 16 liter maka dibutuhkan 32 ml
2.  Menghindari overdosis: penggunaan melebihi dosis anjuran, misalnya 45-50 ml/16 liter, tidak meningkatkan efektivitas tetapi meningkatkan risiko resistensi, residu, dan pencemaran
3.  Menghindari underdosis: dosis terlalu rendah menyebabkan OPT tidak mati dan memicu resistensi
Perhitungan dosis harus tepat karena berkaitan langsung dengan efektivitas dan keamanan.


D.Tepat Cara
Cara aplikasi harus sesuai dengan sifat formulasi, alat, dan biologi OPT sasaran.
Aspek dalam tepat cara:
1.  Teknik aplikasi: penyemprotan, penaburan, drenching/penyiraman, injeksi, fumigasi
2.  Alat aplikasi: memilih nozzle, tekanan, dan volume semprot yang sesuai formulasi. Formulasi WP rawan menyumbat nozzle
3.  Bagian tanaman sasaran: penyemprotan diarahkan ke bagian tanaman tempat OPT berada. Contoh: untuk thrips semprot bagian bawah daun
4.  Penggunaan APD: untuk melindungi operator dari paparan



E.Tepat Sasaran
Pestisida diaplikasikan hanya pada OPT dan tempat yang menjadi target pengendalian.
Tujuannya:
1.  Mengurangi dampak terhadap musuh alami: predator dan parasitoid tidak ikut terbunuh
2.  Mengurangi pencemaran lingkungan: tidak mencemari tanah, air, dan udara
3.  Efisiensi: tidak membuang pestisida pada area yang tidak terserang


DAFTAR PUSTAKA
    Djojosumarto, P. 2008. Pestisida & Aplikasinya. Jakarta: AgroMedia Pustaka.  
    Djojosumarto, P. 2008. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Edisi Revisi. Yogyakarta: Kanisius.  
    Moekasan, T.K., & Prabaningrum, L. 2021. Penggunaan dan Penanganan Pestisida yang Baik dan Benar. IAARD Press. ISBN: 978-602-344-312-3  
    ADIBRATA JURNAL Vol. 4 No. 3, Desember 2024. ISSN: 2776-3943.  
    Jurnal Pengabdian Masyarakat Kestra / JPK, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2025.  
    Laba, I.W. 2009. Sejarah Perkembangan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman di Indonesia. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia