Teknik Aplikasi Pestisida

TEKNIK APLIKASI PESTISIDA
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Sabtu, 15 Agustus 2026

Teknik aplikasi pestisida adalah cara atau metode dalam menyalurkan pestisida ke sasaran agar bahan aktif dapat bekerja secara efektif, efisien, dan aman. Pemilihan teknik aplikasi harus disesuaikan dengan jenis formulasi, biologi OPT sasaran, jenis tanaman, dan alat yang tersedia. Tujuan utama teknik aplikasi adalah memastikan pestisida mencapai sasaran dengan dosis yang tepat dan meminimalkan kehilangan akibat drift, penguapan, dan pencucian oleh hujan.



A. Aplikasi melalui Penyemprotan / Spraying
Merupakan teknik yang paling umum digunakan. Larutan pestisida disemprotkan dalam bentuk butiran halus ke permukaan tanaman atau tanah.

a.Jenis penyemprotan:
1.  High Volume Spraying: volume semprot >400 liter/ha. Butiran kasar, daya jangkau dekat
2.  Low Volume Spraying: volume 50-400 liter/ha. Butiran lebih halus
3.  Ultra Low Volume / ULV: volume <5 liter/ha. Menggunakan formulasi pekat tanpa pelarut air

b.Faktor yang diperhatikan
tekanan, ukuran nozzle, jarak semprot, arah angin. Waktu yang dianjurkan pagi 08.00-10.00 dan sore 16.00-17.00.



B. Penaburan / Dusting dan Granular Application
1.  Dusting: aplikasi pestisida dalam bentuk serbuk halus menggunakan duster. Cocok untuk lahan kering dan gudang
2.  Granular Application: aplikasi dalam bentuk granul dengan cara ditabur di sekeliling tanaman atau di tanah.  
    Kelebihan: aman bagi operator, efek residu lama, tidak tergantung air.      Contoh: Basamid 98 G untuk nematisida, herbisida granul



C. Penyiraman / Drenching dan Pouring On
Pestisida dalam bentuk larutan dituangkan di sekitar perakaran tanaman atau ke dalam media tanam.  Tujuan: mengendalikan OPT tanah seperti nematoda, rayap, semut, dan penyakit tular tanah.  Contoh: aplikasi fungisida sistemik ke pangkal batang



D. Injeksi / Injection dan Infus
Pestisida dimasukkan langsung ke dalam batang tanaman melalui pengeboran atau alat infus. Mekanisme: pestisida tersebar bersama aliran makanan dalam jaringan tanaman. Kelebihan: efisien, minim drift, cocok untuk tanaman tahunan.  Kekurangan: memerlukan tenaga terampil dan berisiko melukai tanaman.  Contoh: pengendalian penggerek batang, sterilisasi tanah



E. Fumigasi / Fumigation
Penggunaan pestisida dalam bentuk gas di ruang tertutup seperti gudang, kontainer, atau rumah kaca.  Mekanisme: fumigan cair atau padat berubah menjadi gas beracun yang membunuh OPT.  Contoh: pengendalian hama pasca panen pada komoditas simpan

F. Perlakuan Benih / Seed Treatment
Benih dilapisi pestisida sebelum tanam untuk melindungi dari OPT sejak awal pertumbuhan.  Formulasi yang digunakan: SD, WP, FS


G. Perangkap Berumpan / Baiting
Pestisida dicampur dengan bahan penarik seperti gula atau dedak untuk menarik OPT. Contoh: rodentisida Rackus 85 SP yang dicampur umpan untuk pengendalian tikus


DAFTAR PUSTAKA
    Djojosumarto, P. 2008. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Edisi Revisi. Yogyakarta: Kanisius.  
    Djojosumarto, P. 2008. Pestisida & Aplikasinya. Jakarta: AgroMedia Pustaka.  
    Moekasan, T.K., & Prabaningrum, L. 2021. Penggunaan dan Penanganan Pestisida yang Baik dan Benar. IAARD Press. ISBN: 978-602-344-312-3  
    Jurnal Pengabdian Masyarakat Kestra / JPK, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2025.  
    ADIBRATA JURNAL Vol. 4 No. 3, Desember 2024. ISSN: 2776-3943.  
    Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, Vol. 32 No. 1, 2025.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia