JENIS-JENIS BAHAN MAKANAN ORGANIK
JENIS-JENIS BAHAN MAKANAN ORGANIK
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Sabtu, 5 Sept 2026
Bahan makanan organik dikelompokkan berdasarkan asal dan cara pengolahannya. Secara umum, pengelompokan ini mengacu pada standar pertanian organik yang membatasi penggunaan input sintetis pada seluruh rantai produksi.
A. Bahan Makanan Organik Nabati
Merupakan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan yang dibudidayakan tanpa pupuk kimia sintetis, pestisida sintetis, dan benih GMO.
1. Sayuran Organik
Contoh: bayam, kangkung, brokoli, tomat, wortel. Ciri: ditanam di tanah yang telah bebas bahan kimia selama minimal 3-5 tahun. Pengendalian hama menggunakan biopestisida dan musuh alami.
2. Buah-buahan Organik
Contoh: apel, pisang, jeruk, mangga, alpukat. Ciri: tidak dilapisi lilin sintetis dan tidak dipanen dengan pematangan buatan menggunakan etilen sintetis.
3. Biji-bijian dan Kacang-kacangan Organik
Contoh: beras organik, jagung organik, gandum organik, kedelai organik, kacang merah. Ciri: ditanam dengan rotasi tanaman dan pemupukan menggunakan kompos serta pupuk hijau.
4. Herbal dan Rempah Organik
Contoh: jahe, kunyit, bawang putih, kemangi. Ciri: tidak menggunakan pestisida selama masa tanam dan pasca panen.
B. Bahan Makanan Organik Hewani
Merupakan bahan makanan yang berasal dari hewan yang dipelihara sesuai prinsip peternakan organik.
1. Daging Organik
Contoh: daging sapi organik, daging ayam organik, daging kambing. Ciri: hewan diberi pakan 100% organik, tidak disuntik hormon pertumbuhan, tidak diberi antibiotik rutin, dan memiliki akses untuk merumput.
2. Produk Susu Organik
Contoh: susu segar organik, keju organik, yogurt organik. Ciri: berasal dari ternak perah yang diberi pakan organik dan diperah dalam kondisi higienis tanpa kontaminasi antibiotik.
3. Telur Organik
Contoh: telur ayam kampung organik. Ciri: ayam petelur diberi pakan organik dan dipelihara dengan sistem free-range atau kandang yang memenuhi standar kesejahteraan hewan.
4. Hasil Perairan Organik
Contoh: ikan, udang, rumput laut. Ciri: dibudidayakan di lingkungan yang tidak tercemar dan diberi pakan yang tidak mengandung bahan sintetis. Standar ini masih berkembang di beberapa negara.
C. Bahan Makanan Olahan Organik
Merupakan produk hasil pengolahan dari bahan baku organik yang tetap mempertahankan minimal 95% kandungan bahan organik sesuai standar USDA.
1. Makanan Pokok Olahan
Contoh: roti gandum organik, pasta organik, sereal organik.
2. Minuman Organik
Contoh: jus buah organik, teh organik, kopi organik.
3. Makanan Ringan dan Produk Lain
Contoh: biskuit organik, selai kacang organik, minyak zaitun organik.
Untuk dapat diberi label "Organik", produk olahan harus diproses tanpa pelarut industri, tanpa iradiasi, dan tanpa bahan tambahan makanan kimiawi sintetis.
DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
2. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
3. SNI 6729:2016. Sistem Pangan Organik. Badan Standardisasi Nasional Indonesia.
4. National Organic Standards Board, U.S. Department of Agriculture. The National List of Allowed and Prohibited Substances.
Komentar
Posting Komentar