KLASIFIKASI KOMPONEN FUNGSIONAL DALAM PANGAN

KLASIFIKASI KOMPONEN FUNGSIONAL DALAM PANGAN

Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.

Jum'at, 4 Sept 2026



Klasifikasi komponen fungsional dalam pangan didasarkan pada sifat kimianya dan peran fisiologisnya di dalam tubuh. Menurut BPOM RI tahun 2005 dan International Food Information Council/IFIC, komponen fungsional dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu komponen zat gizi dan komponen non-zat gizi.


A. KOMPONEN ZAT GIZI 

Merupakan komponen yang secara klasik telah dikenal sebagai zat gizi esensial. Selain berfungsi sebagai zat gizi, pada kadar tertentu juga memberikan efek fisiologis spesifik.

1. Vitamin  

   Berperan sebagai antioksidan dan kofaktor enzim.     Contoh: Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin D, Vitamin B kompleks, Asam Folat.    Fungsi: Meningkatkan imunitas, mencegah stres oksidatif, berperan dalam metabolisme tulang.


2. Mineral  

   Berperan dalam struktur tubuh dan regulasi fungsi fisiologis.     Contoh: Kalsium, Besi, Zink, Selenium, Iodium.     Fungsi: Pembentukan tulang, transportasi oksigen, fungsi tiroid, antioksidan.


3. Asam Lemak  

   Merupakan komponen lemak yang memiliki efek kesehatan khusus.     Contoh: Asam lemak tidak jenuh omega-3 EPA, DHA, omega-6, CLA.     Fungsi: Menurunkan trigliserida, antiinflamasi, perkembangan otak dan retina.


4. Protein dan Peptida  

   Protein tertentu dan hasil hidrolisanya memiliki aktivitas biologis.     Contoh: Peptida antihipertensi dari susu, protein kedelai, laktoglobulin.     Fungsi: Menurunkan tekanan darah, meningkatkan imunitas, aktivitas antimikroba.


5. Asam Amino  

   Asam amino tertentu berperan di luar sintesis protein.     Contoh: Triptofan, Arginin, Taurin, Karnitin.     Fungsi: Neurotransmiter, vasodilatasi, metabolisme energi.



B. KOMPONEN NON-ZAT GIZI 

Merupakan komponen yang tidak diklasifikasikan sebagai zat gizi esensial, namun terbukti memiliki efek fisiologis yang menguntungkan bagi kesehatan.

1. Serat Pangan  

   Bagian dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna enzim manusia.     Contoh: Selulosa, hemiselulosa, pektin, inulin, beta-glukan.     Fungsi: Melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, mengontrol glukosa darah.


2. Prebiotik  

   Substrat yang diseleksi untuk dimanfaatkan oleh mikroorganisme inang sehingga memberikan efek kesehatan.     Contoh: Fruktooligosakarida/FOS, Galaktooligosakarida/GOS, Inulin.     Fungsi: Menstimulasi pertumbuhan bakteri baik di usus besar.


3. Probiotik  

   Mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah cukup akan memberikan efek kesehatan.     Contoh: Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, Streptococcus thermophilus.     Fungsi: Menyeimbangkan mikrobiota usus, meningkatkan imunitas.


4. Senyawa Fenolik/Polifenol  

   Metabolit sekunder tumbuhan dengan aktivitas antioksidan kuat.     Contoh: Flavonoid, Isoflavon, Katekin, Antosianin.     Fungsi: Antioksidan, antikanker, proteksi kardiovaskular.


5. Fitosterol dan Fitostanol  

   Sterol tumbuhan yang strukturnya mirip kolesterol.     Contoh: Beta-sitosterol, campesterol.     Fungsi: Menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah dengan menghambat absorbsi kolesterol.


6. Gula Alkohol  

   Karbohidrat hasil reduksi yang memiliki nilai kalori rendah dan tidak dikariogenik.     Contoh: Sorbitol, Xylitol, Mannitol, Laktitol.     Fungsi: Pemanis rendah kalori, tidak meningkatkan gula darah.


7. Komponen Lainnya  

   Contoh: Kolin, Lesitin, Inositol, Skualen, Karotenoid, Likopen, Glukosinolat.     Fungsi: Berperan dalam metabolisme lemak, antioksidan, detoksifikasi.



DAFTAR PUSTAKA

1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 

2. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 

3. BPOM RI. Keputusan Kepala BPOM No. HK.00.05.52.0685 Tahun 2005 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional. Jakarta: BPOM.

4. International Food Information Council Foundation. Functional Foods: Attitudes, Behaviors, and Awareness. IFIC, 2006. 

5. Howlett, J., et al. "The role of dietary fiber in health." British Journal of Nutrition, 2010. 

6. Roberfroid, M. "Prebiotics: The Concept Revisited." The Journal of Nutrition, 2007. 

7. González, M.R., et al. "Kefir: A symbiotic yogurt with potential benefits for human health." Nutrients, 2022. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab