KRITERIA BAHAN MAKAN PREBIOTIK
KRITERIA BAHAN MAKAN PREBIOTIK
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Rabu, 2 Sept 2026
Dalam bidang Ilmu Bahan Makanan, suatu komponen pangan hanya dapat disebut sebagai prebiotik apabila memenuhi kriteria ilmiah yang telah disepakati oleh para ahli. Kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahan tersebut benar-benar memberikan efek fungsional di dalam tubuh manusia.
A. Kriteria Utama Menurut Gibson dan Roberfroid (1995) dan FAO/WHO
Terdapat 3 kriteria utama yang harus dipenuhi suatu bahan agar dapat dikategorikan sebagai prebiotik:
1.. Tidak Tercerna dan Tidak Terserap di Saluran Cerna Bagian Atas
Bahan prebiotik harus tahan terhadap hidrolisis oleh asam lambung, enzim pencernaan, dan absorpsi di usus halus. Sifat ini menyebabkan prebiotik dapat mencapai usus besar dalam keadaan utuh.Prebiotik memiliki ketahanan terhadap keasaman lambung dan tidak terpengaruh oleh enzim pencernaan.
2.. Difermentasi Secara Selektif oleh Mikroflora Usus Besar
Prebiotik harus dapat menjadi substrat bagi minimal satu jenis bakteri menguntungkan yang berada di kolon. Fermentasi ini bersifat selektif, artinya hanya bakteri baik yang dapat memanfaatkannya.Prebiotik harus menjadi substrat bagi setidaknya satu jenis bakteri baik di usus besar sehingga dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri tersebut. Bakteri sasaran utama adalah Bifidobacterium sp dan Lactobacillus sp.
3. Mampu Memberikan Efek Kesehatan yang Menguntungkan bagi Inang
Hasil fermentasi prebiotik oleh bakteri baik harus mampu merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri tersebut serta menyeimbangkan komposisi mikroflora usus besar. Dengan demikian, prebiotik berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri baik di dalam saluran pencernaan yang berkontribusi pada keseimbangan mikrobiota dan kesehatan secara keseluruhan.
B. Kriteria Tambahan: Sifat Kimia dan Fisik
1. Komponen Non-Pati atau Oligosakarida
Sebagian besar prebiotik berupa karbohidrat rantai pendek atau short-chain carbohydrates (SCC) yang tidak dapat dicerna. Contohnya inulin, frukto-oligosakarida/FOS, galakto-oligosakarida/GOS, dan laktulosa.
2.Stabil Selama Pengolahan Pangan
Prebiotik harus stabil terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan kondisi asam pada produk pangan sehingga tetap aktif hingga dikonsumsi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
2. Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. 2007. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.
4. Gibson, G.R., & Roberfroid, M.B. 1995. "Dietary modulation of the human colonic microbiota: introducing the concept of prebiotics". Journal of Nutrition, 125(6): 1401-1412.
5. Roberfroid, M. 2007. "Prebiotics: The Concept Revisited". Journal of Nutrition, 137(3): 830S–837S.
6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI.
Komentar
Posting Komentar