MEKANISME KERJA BAHAN MAKAN PREBIOTIK DI DALAM TUBUH
MEKANISME KERJA BAHAN MAKAN PREBIOTIK DI DALAM TUBUH
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Kamis, 3 Sept 2026
Mekanisme kerja prebiotik di dalam tubuh manusia bersifat tidak langsung. Prebiotik tidak diserap dan tidak dimetabolisme oleh sel tubuh manusia, melainkan bekerja melalui modulasi mikroflora usus besar. Proses ini dikenal sebagai efek bifidogenik dan fermentasi kolon.
A.Tahap 1: Transit dan Resistensi di Saluran Cerna Bagian Atas
Setelah dikonsumsi, prebiotik masuk ke dalam saluran pencernaan.
1. Tahan terhadap asam lambung dan enzim pencernaan
Prebiotik memiliki ketahanan terhadap keasaman lambung dan tidak terpengaruh oleh enzim pencernaan seperti amilase, maltase, dan lipase.
2. Tidak diserap di usus halus
Karena struktur kimianya berupa oligosakarida dan polisakarida rantai pendek, prebiotik tidak dapat dihidrolisis dan tidak terserap di usus halus. Dengan demikian, prebiotik akan mencapai usus besar atau kolon dalam keadaan utuh.
B Tahap 2: Fermentasi Selektif oleh Mikroflora di Kolon
Sesampainya di usus besar, prebiotik menjadi substrat bagi bakteri.
1. Difermentasi secara selektif
Prebiotik harus menjadi substrat bagi setidaknya satu jenis bakteri baik di usus besar, sehingga dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri tersebut. Bakteri sasaran utama adalah Bifidobacterium sp dan Lactobacillus sp.
2. Proses fermentasi
Bakteri baik tersebut memecah prebiotik melalui proses fermentasi anaerob. Hasil samping fermentasi ini adalah produksi asam lemak rantai pendek / Short Chain Fatty Acids SCFA seperti asetat, propionat, dan butirat, serta gas CO2, H2, dan CH4.
3. Penurunan pH usus
Produksi SCFA menyebabkan penurunan pH di lumen usus besar. Kondisi asam ini menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E. coli, Clostridium, dan Salmonella.
C.Tahap 3: Efek Fisiologis dan Manfaat bagi Tubuh
Hasil fermentasi prebiotik memberikan berbagai efek kesehatan secara sistemik:
a.Efek pada Mikroflora Usus
1. Meningkatkan jumlah bakteri baik
Prebiotik berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri baik di dalam saluran pencernaan, seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus, yang berkontribusi pada keseimbangan mikrobiota.
2. Menyeimbangkan komposisi mikroflora
Dengan demikian, prebiotik membantu menyeimbangkan serta merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri baik di usus besar tanpa menambah bakteri dari luar, berbeda dengan probiotik yang melibatkan penambahan bakteri langsung.
b.Efek pada Kesehatan Usus dan Metabolisme
1. Sumber energi bagi sel epitel kolon
Butirat yang dihasilkan dari fermentasi merupakan sumber energi utama bagi sel epitel kolon sehingga menjaga integritas mukosa usus.
2. Meningkatkan penyerapan mineral
SCFA menurunkan pH usus sehingga meningkatkan kelarutan dan penyerapan mineral seperti kalsium, magnesium, dan besi.
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Mikroflora yang seimbang akan merangsang sistem imun mukosa GALT dan produksi imunoglobulin A / IgA.
4. Efek metabolik
SCFA berperan dalam regulasi metabolisme lipid dan glukosa, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit metabolik dan membantu menjaga berat badan yang sehat.
DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
2. Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
3. Cahyadi, W. 2009. Makanan Fungsional. Bandung: Yrama Widya.
4. Gibson, G.R., & Roberfroid, M.B. 1995. "Dietary modulation of the human colonic microbiota: introducing the concept of prebiotics". Journal of Nutrition, 125(6): 1401-1412.
5. Roberfroid, M., et al. 2010. "Prebiotic effects: metabolic and health benefits". British Journal of Nutrition, 104(S2): S1-S63.
6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kemenkes RI. 2023. Bahan Edukasi: Mekanisme Kerja Prebiotik dalam Tubuh.
7. Kementerian Kesehatan RI. Peran Prebiotik dalam Mendukung Kesehatan Usus dan Imunitas.
Komentar
Posting Komentar