PERKEMBANGAN BAHAN MAKAN FUNGSIONAL

PERKEMBANGAN BAHAN MAKAN FUNGSIONAL

Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.

Jum'at, 4 Sept 2026



Perkembangan bahan makanan fungsional merupakan proses evolusi pemahaman, penelitian, produksi, dan regulasi pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan spesifik. Perkembangan ini dipengaruhi oleh perubahan pola penyakit, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi pangan, serta tuntutan konsumen akan gaya hidup sehat. Perkembangan tersebut dapat ditinjau dari 4 aspek: sejarah, penelitian, teknologi produksi, dan regulasi.


A. PERKEMBANGAN DARI SEGI SEJARAH DAN KONSEP

1. Era Tradisional  

   Sejak zaman dahulu masyarakat telah mengenal makanan yang memiliki khasiat kesehatan di luar fungsi gizinya. Contoh: jahe untuk menghangatkan badan, kunyit sebagai antiinflamasi, bawang putih untuk imunitas. Konsep ini dikenal sebagai "makanan adalah obat".


2. Era Modern Awal - Jepang Tahun 1980-an  

   Istilah Functional Food pertama kali dicetuskan di Jepang pada tahun 1980-an. Pemerintah Jepang meluncurkan program Food for Specified Health Use / FOSHU pada tahun 1991. Ini merupakan tonggak awal regulasi pangan fungsional di dunia. Produk pertama yang disetujui adalah susu fermentasi mengandung oligosakarida untuk kesehatan usus.


3. Era Globalisasi Tahun 1990-2000  

   Konsep menyebar ke Amerika, Eropa, dan Asia. Di Amerika, istilah nutraceutical dan pharmafood mulai digunakan. Di Eropa muncul konsep Functional Food Science in Europe / FUFOSE tahun 1995-1998 yang menekankan pentingnya bukti ilmiah.


4. Era Kontemporer Tahun 2000-sekarang  

   Fokus berkembang ke personalized nutrition dan precision functional food. Pengembangan pangan fungsional berbasis mikrobiota usus, nutrigenomik, dan teknologi nano. Di Indonesia, BPOM mulai mengatur pangan fungsional secara khusus sejak tahun 2005.



B. PERKEMBANGAN DARI SEGI PENELITIAN DAN ILMU PENGETAHUAN

Perkembangan penelitian menyebabkan ditemukannya komponen-komponen fungsional baru dan mekanisme kerjanya.

1. Tahap 1: Vitamin dan Mineral  

   Penelitian awal fokus pada pencegahan penyakit defisiensi. Contoh: fortifikasi yodium pada garam untuk mencegah gondok, fortifikasi vitamin D pada susu untuk mencegah rakitis.


2. Tahap 2: Makronutrien Fungsional  

   Penelitian tentang asam lemak omega-3, omega-6, serat pangan, dan protein kedelai. Terbukti berperan dalam pencegahan penyakit kardiovaskular dan diabetes.


3. Tahap 3: Fitokimia dan Bioaktif Non-Gizi  

   Penemuan peranan polifenol, isoflavon, karotenoid, fitosterol, glukosinolat sebagai antioksidan dan antikanker.


4. Tahap 4: Mikrobiota dan Probiotik  

   Era sekarang fokus pada hubungan pangan fungsional dengan mikrobiota usus. Penelitian probiotik, prebiotik, dan postbiotik berkembang pesat karena perannya dalam imunitas dan kesehatan mental melalui gut-brain axis.


5. Tahap 5: Nutrigenomik dan Nutrigenetik  

   Penelitian tentang bagaimana komponen fungsional berinteraksi dengan gen individu. Ke depan pangan fungsional akan dikembangkan secara personal berdasarkan profil genetik.


C. PERKEMBANGAN DARI SEGI TEKNOLOGI PRODUKSI

Teknologi pangan berkembang untuk meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan penerimaan konsumen.

1. Teknologi Fortifikasi dan Enkapsulasi  

   Pengembangan mikroenkapsulasi untuk melindungi probiotik, vitamin, dan omega-3 agar tidak rusak oleh asam lambung dan oksidasi.


2. Teknologi Fermentasi Modern  

   Penggunaan strain bakteri probiotik spesifik dengan kemampuan fungsional tertentu. Contoh: Lactobacillus plantarum untuk imunitas.


3. Teknologi Nano dan Bioteknologi  

   Nanoemulsi untuk meningkatkan penyerapan kurkumin dan likopen. Rekayasa genetika untuk menghasilkan tanaman dengan kadar fitokimia lebih tinggi.


4. Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal  

   Di Indonesia terjadi perkembangan pemanfaatan bahan lokal sebagai pangan fungsional. Contoh: tempe, beras merah, kacang komak, moringa, dan minuman herbal.



D. PERKEMBANGAN DARI SEGI REGULASI DAN PASAR

1. Regulasi Global  

   a Jepang: FOSHU 1991 

   b.Amerika: FDA menyetujui health claim untuk omega-3, fitosterol, serat, dan kalsium.

   c.Eropa: EFSA mengatur klaim kesehatan dengan bukti ilmiah yang ketat.

   d.Indonesia: BPOM RI mengeluarkan Keputusan No. HK.00.05.52.0685 Tahun 2005 tentang Pangan Fungsional. Pada 2020-an BPOM juga mengeluarkan pedoman klaim kesehatan.



2. Perkembangan Pasar  

   Pasar pangan fungsional global tumbuh pesat didorong oleh meningkatnya penyakit degeneratif, populasi lansia, dan kesadaran kesehatan. Di Indonesia, produk seperti yogurt probiotik, susu fortifikasi, minuman teh, dan sereal serat tinggi menjadi tren.


3. Tantangan Masa Depan  

   a. Kebutuhan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk klaim kesehatan.

   b. Keamanan konsumsi jangka panjang.

   c. Edukasi konsumen agar tidak terjadi penyalahgunaan.

   d. Pengembangan pangan fungsional yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

1. Goldberg, I. Functional Foods: Designer Foods, Pharmafoods, Nutraceuticals. 2nd Edition. Chapman & Hall, 1994. 

2. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 

3. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 

4. Roberfroid, M. "Functional food: concepts and application to inulin and oligofructose." British Journal of Nutrition, 2002;87(S2):S139-S143. 

5. Arai, S. "Studies on functional foods in Japan: State of the art." Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, 1996;60(1):9-15. 

6. Hasler, C.M. "Functional foods: benefits, concerns and challenges - a position paper from the American Dietetic Association." Journal of the American Dietetic Association, 2004;104(7):1068-1081. 

7. BPOM RI. Laporan Tahunan Pengawasan Pangan Fungsional. Jakarta: BPOM, 2005-2023. 

8. González, M.R., et al. "Kefir: A symbiotic yogurt with potential benefits for human health." Nutrients, 2022;14(3):405. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab