PRINSIP PENGENDALIAN KULTUR TEKNIS
PRINSIP PENGENDALIAN KULTUR TEKNIS
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 1 September 2026
Pengendalian Kultur Teknis atau sering disebut Pengendalian Budidaya merupakan salah satu komponen utama dalam Pengendalian Hama Terpadu/PHT. Pendekatan ini dilakukan dengan memodifikasi praktik bercocok tanam agar lingkungan pertanaman menjadi kurang sesuai bagi perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan/OPT.
A. Prinsip Preventif
Pengendalian kultur teknis bersifat preventif, yaitu dilakukan sebelum serangan OPT terjadi. Tujuannya agar populasi OPT tidak meningkat hingga melewati ambang ekonomi. Karena itu penerapan teknik ini harus direncanakan sejak awal musim tanam.
B. Prinsip Pengelolaan Ekosistem Pertanaman
Tindakan budidaya diarahkan untuk membuat lingkungan tanaman menjadi kurang sesuai bagi kehidupan, pembiakan, dan pertumbuhan hama serta penyakit, sekaligus mendorong berfungsinya agensia pengendali hayati/musuh alami. Dengan demikian ekosistem pertanian dijaga agar tetap seimbang.
C. Prinsip Berdasarkan Sasaran Biologi dan Ekologi OPT
Menurut Pedigo (1996) dalam Untung (2006), sebagian besar teknik pengendalian budidaya dapat dikelompokkan menjadi 4 sasaran utama:
1. Mengurangi kesesuaian ekosistem bagi OPT. Contoh: pengaturan jarak tanam, genangan air, sanitasi.
2. Mengganggu kontinuitas penyediaan kebutuhan hidup OPT. Contoh: rotasi tanaman untuk memutus ketersediaan inang.
3. Mengalihkan populasi OPT menjauhi tanaman. Contoh: penggunaan tanaman perangkap, pengaturan waktu tanam.
4. Mengurangi dampak kerusakan tanaman. Contoh: penggunaan varietas tahan, pemupukan berimbang agar tanaman lebih toleran.
Untuk mengembangkan teknik ini diperlukan pengetahuan tentang ekologi dan perilaku OPT, seperti bagaimana OPT memperoleh makanan, tempat perkawinan, dan tempat persembunyian. Dari pengetahuan tersebut dapat diketahui fase hidup OPT yang paling rentan untuk dikendalikan. 22b1
D. Prinsip Efisiensi, Ekonomis, dan Ramah Lingkungan
Karena merupakan bagian dari teknik budidaya umum, petani tidak perlu mengeluarkan biaya khusus. Dengan demikian teknik ini:
1. Murah dan mudah dikerjakan oleh petani perseorangan maupun kelompok.
2. Tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.
3. Harus memenuhi aspek ekologi, ekonomis, sosial, dan teknis sesuai peraturan pengendalian OPT.
E. Prinsip Kompatibilitas dan Integrasi dengan PHT
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, pengendalian kultur teknis perlu dipadukan dengan teknik pengendalian lain sesuai prinsip-prinsip PHT. Pengendalian budidaya bersifat kompatibel dengan cara pengendalian biologis, fisik, mekanis, dan genetik, sehingga dapat menekan populasi OPT sampai batas tidak merugikan secara ekonomis.
F. Prinsip Memanfaatkan Faktor Pengendalian Alami
Pengaturan sistem tanam yang beraneka ragam dapat meningkatkan kelembaban, keteduhan, dan keanekaragaman musuh alami. Penanaman tanaman berbunga juga dapat meningkatkan kemampuan musuh alami untuk berkembang biak.
DAFTAR PUSTAKA
Untung, K. 2006. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Cet. 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Untung, K. 2015. Pengendalian Hayati.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. MODUL DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN. LMS-SPADA Indonesia.
Pedigo, L.P. 1996. Entomology and Pest Management. Edisi yang dikutip dalam Untung (2006).
Peraturan perundang-undangan tentang Persyaratan Tindakan Pengendalian OPT yang memuat aspek ekologi, ekonomis, sosial dan teknis.
l
Komentar
Posting Komentar