SUMBER ANTIOKSIDAN DALAM MAKAN
SUMBER ANTIOKSIDAN DALAM MAKAN
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 1 September 2026
Sumber antioksidan dalam makanan merujuk pada bahan pangan yang secara alami mengandung senyawa yang dapat menghambat oksidasi. Berdasarkan asalnya, sumber antioksidan dalam makanan dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok utama, yaitu vitamin, senyawa fenolik, mineral, dan senyawa bioaktif lainnya.
A. Vitamin Antioksidan
Vitamin merupakan senyawa organik yang berperan sebagai antioksidan eksogen karena tubuh tidak dapat mensintesisnya dalam jumlah cukup.
1. Vitamin C / Asam Askorbat
Sifat: Larut air, reduktor kuat. Mekanisme: Menangkap radikal superoksida dan hidroksil, serta meregenerasi Vitamin E. Sumber pangan: Jeruk, jambu biji, stroberi, kiwi, brokoli, paprika merah, tomat, kentang.
2. Vitamin E / Tokoferol dan Tokotrienol
Sifat: Larut lemak. Merupakan antioksidan utama pada membran sel dan lemak pangan. Mekanisme: Memutus rantai peroksidasi lipid. Sumber pangan: Minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, bayam.
3.Karotenoid / Pro-vitamin A
Sifat: Larut lemak, pigmen pemberi warna kuning, jingga, merah. Mekanisme: Menangkap oksigen singlet dan radikal peroksil. Sumber pangan: Wortel, ubi jalar oranye, labu, mangga, pepaya, tomat, sayuran hijau tua.
B.Senyawa Fenolik
Merupakan kelompok antioksidan terbesar dalam pangan nabati. Memiliki struktur cincin aromatik dengan gugus hidroksil.
1. Flavonoid
Subkelas: Flavonol, flavan-3-ol, flavon, isoflavon, antosianin. Sumber pangan: Teh hijau dan hitam, kakao, anggur, apel, bawang merah, kedelai. Katekin pada teh dan epikatekin pada cokelat memiliki aktivitas antioksidan tinggi.
2. Asam Fenolat
Contoh: Asam galat, asam klorogenat, asam kafeat. Sumber pangan: Kopi, kentang, terong, beri, gandum utuh.
3. Tanin dan Lignan
Sumber pangan: Legum, biji rami, wijen, anggur.
C. Mineral dengan Peran Antioksidan
Mineral itu sendiri bukan antioksidan, tetapi berperan sebagai kofaktor enzim antioksidan endogen.
1. Selenium
Komponen enzim Glutathione Peroxidase. Sumber pangan: Ikan, daging, telur, biji-bijian, kacang Brazil.
2. Zinc dan Tembaga
Komponen enzim Superoksida Dismutase. Sumber pangan: Daging merah, kerang, kacang-kacangan, biji-bijian.
3.Mangan
Komponen enzim Superoksida Dismutase mitokondria. Sumber pangan: Kacang, teh, biji-bijian utuh.
D. Senyawa Bioaktif Lainnya
1. Glutathione
Tripeptida antioksidan utama intrasel. Sumber: Bayam, alpukat, asparagus.
2. Asam Lipoat
Dapat bekerja di fase air dan lemak, serta meregenerasi vitamin C dan E. Sumber: Daging organ, bayam, brokoli.
3. Karotenoid Non-Pro Vitamin A
Contoh: Lutein, Zeaxanthin, Likopen. Sumber pangan: Tomat, semangka, jambu merah, sayuran hijau.
4. Senyawa Organosulfur
Contoh: Allicin pada bawang putih, sulforafan pada brokoli.
DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
2. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Muchtadi, D. Antioksidan dan Kiat Sehat dengan Antioksidan. Bandung: Alfabeta.
4. Liu, R.H. "Health Benefits of Fruit and Vegetables are from Additive and Synergistic Combinations of Phytochemicals". American Journal of Clinical Nutrition, 2003.
5. Scalbert, A., & Williamson, G. "Dietary Intake and Bioavailability of Polyphenols". Journal of Nutrition, 2000.
6. Halliwell, B. "Dietary Polyphenols: Good, Bad, or Indifferent for Your Health?". Cardiovascular Research, 2007.
Komentar
Posting Komentar