KLASIFIKASI SUSU
KLASIFIKASI SUSU
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Selasa, 4 Agustus 2026
Klasifikasi susu dilakukan untuk memudahkan identifikasi, standarisasi mutu, dan penentuan cara pengolahan. Pengelompokan susu dapat dilakukan berdasarkan beberapa kriteria utama yaitu: sumber, perlakuan, kadar lemak, dan bentuk produk.
A. KLASIFIKASI BERDASARKAN SUMBER / SPESIES HEWAN
Susu dapat berasal dari berbagai mamalia. Yang utama dikonsumsi manusia adalah:
1. Susu Sapi Bos taurus
Paling banyak diproduksi dan dikonsumsi. Memiliki komposisi seimbang dan rasa netral.
2. Susu Kerbau Bubalus bubalis
Kadar lemak dan protein lebih tinggi dari susu sapi. Warna lebih putih karena sedikit karoten. Cocok untuk pembuatan keju mozzarella dan yoghurt kental.
3. Susu Kambing Capra hircus
Globula lemak lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna. Rasa khas goaty. Kaya vitamin A.
4. Susu Domba Ovis aries
Kadar bahan kering paling tinggi. Banyak digunakan untuk pembuatan keju feta dan yoghurt.
5. Susu Lain: Susu kuda, unta, rusa, dan manusia. Masing-masing memiliki komposisi spesifik sesuai kebutuhan anaknya.
B. KLASIFIKASI BERDASARKAN PERLAKUAN / PROSES
Perlakuan bertujuan memperpanjang daya simpan dan menjamin keamanan mikrobiologis.
1. Susu Segar Mentah Raw Milk
Susu yang baru diperah tanpa perlakuan panas. Harus berasal dari ternak sehat dan ditangani secara higienis.
2. Susu Pasteurisasi
Dipanaskan pada suhu 63°C selama 30 menit LTLT atau 72°C selama 15 detik HTST untuk membunuh bakteri patogen tanpa merusak banyak zat gizi.
3. Susu Sterilisasi
Dipanaskan pada suhu 110-120°C selama 20 menit. Daya simpan lebih lama tetapi terjadi perubahan rasa dan warna kecoklatan akibat reaksi Maillard.
4. Susu UHT Ultra High Temperature
Dipanaskan pada suhu 135-150°C selama 2-4 detik lalu dikemas aseptis. Daya simpan 6-9 bulan pada suhu ruang.
5. Susu Rekonstitusi dan Rekombinasi
Susu yang dibuat dari susu bubuk + air atau dari campuran lemak anhidrat, SNF, dan air.
C.KLASIFIKASI BERDASARKAN KADAR LEMAK
Penggolongan ini sesuai SNI 01-3141-2011 untuk susu cair.
1. Susu Full Cream
Kadar lemak minimal 3,0%. Rasanya gurih dan creamy.
2. Susu Low Fat Lemak Rendah
Kadar lemak 0,5% – 2,0%.
3. Susu Skim Tanpa Lemak
Kadar lemak maksimal 0,5%. Digunakan untuk diet rendah lemak dan bahan baku industri.
4. Susu Tinggi Lemak Cream
Kadar lemak > 18%. Contoh: krim kental, krim ringan.
D.KLASIFIKASI BERDASARKAN BENTUK PRODUK / KONSENTRASI
1. Susu Cair
Susu segar, pasteurisasi, UHT, steril.
2. Susu Kental
a.Evaporated Milk: Air diuapkan ± 60% tanpa gula.
b.Sweetened Condensed Milk: Air diuapkan ± 60% dengan penambahan gula ± 40%.
3. Susu Bubuk Milk Powder
Air dihilangkan hingga kadar air < 5%. Ada 3 jenis: full cream, skim, dan instant.
4. Susu Fermentasi / Budidaya
Susu yang difermentasi bakteri asam laktat. Contoh: yoghurt, kefir, buttermilk, dadih, sour cream. Fermentasi menurunkan pH dan mengentalkan kasein.
5. Produk Turunan Lain: Keju, mentega, es krim, whey protein concentrate.
E. KLASIFIKASI BERDASARKAN TUJUAN KHUS
1. Susu Fortifikasi: Ditambah vitamin A, D, zat besi, atau kalsium.
2. Susu Modifikasi: Susu rendah laktosa untuk intoleransi laktosa.
3. Susu Probiotik: Ditambah kultur bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium.
DAFTAR PUSTAKA
1. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2008. Bab 9: Klasifikasi dan Pengolahan Susu.
2. Buckle, K.A., dkk. Ilmu Pangan. Terjemahan. Jakarta: Universitas Indonesia Press. 2009.
3. Walstra, P., Wouters, J.T.M., Geurts, T.J. Dairy Science and Technology. 2nd Edition. Boca Raton: CRC Press. 2006.
4. Badan Standardisasi Nasional. SNI 01-3141-2011: Susu Segar. BSN. 2011..
5. Fox, P.F., McSweeney, P.L.H. Dairy Chemistry and Biochemistry. 2nd Edition. Springer. 2015.
6. Potter, N. & Hotchkiss, J. Food Science. 5th Edition. Chapman & Hall. 1998.
7. Kementerian Pertanian RI. Bahan Ajar Menangani Susu. Pusat Pendidikan Pertanian. 2022.
Komentar
Posting Komentar