Bioteknologi Mikroba Untuk Pengendalian OPT

BIOTEKNOLOGI MIKROBA UNTUK PENGENDALIAN OPT  
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Minggu, 16 Aguztus 2026


A. Pengertian Bioteknologi Mikroba untuk Pengendalian OPT
Bioteknologi mikroba untuk pengendalian OPT adalah pemanfaatan mikroorganisme yang menguntungkan dan produk metabolitnya melalui pendekatan bioteknologi untuk menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman, baik hama, penyakit, maupun gulma.   Pendekatan ini merupakan bagian dari Pengendalian Hayati / Biological Control dan menjadi komponen penting dalam Pengendalian Hama Terpadu / PHT.

B. Prinsip Dasar Pengendalian dengan Mikroba
1. Prinsip Antagonisme: Mikroba menghasilkan antibiotik, enzim, atau senyawa toksik yang menghambat pertumbuhan patogen.  
2. Prinsip Kompetisi: Mikroba bersaing dengan patogen dalam memperebutkan ruang dan nutrisi.  
3. Prinsip Mikoparasitisme: Mikroba menyerang dan mendegradasi patogen lain.  
4. Prinsip Induksi Ketahanan Sistemik / ISR: Mikroba memicu tanaman untuk mengaktifkan gen pertahanan sendiri.  
5. Prinsip Patogenisitas: Mikroba patogen bagi hama, sehingga dapat menyebabkan kematian serangga.

C. Jenis Mikroba yang Digunakan dan Mekanismenya
1. Bakteri Bacillus thuringiensis Hama Lepidoptera, Coleoptera Menghasilkan protein kristal Cry yang toksik bagi larva serangga Bioinsektisida Bt
a.Pseudomonas fluorescens Jamur patogen tanah, Bakteri Menghasilkan siderofor, antibiotik, dan ISR Biofungisida, Biopestisida
b.Bacillus subtilis Jamur dan Bakteri Antibiosis dan kompetisi Biofungisida
2. Jamur Trichoderma spp. Jamur patogen: Fusarium, Rhizoctonia Mikoparasitisme, kompetisi, antibiosis Biofungisida Trichoderma
a.Beauveria bassiana Hama: Wereng, Ulat, Kutu Infeksi dan mematikan serangga Bioinsektisida Beauveria
b.Metarhizium anisopliae Hama tanah: Uret, Rayap Infeksi melalui kutikula serangga Bioinsektisida Metarhizium
c.Paecilomyces lilacinus Nematoda Parasit pada telur nematoda Bionematisida
3. Virus Nucleopolyhedrovirus / NPV Ulat Grayak, Ulat Plutella Infeksi dan melisiskan sel serangga Bioinsektisida Virus
4. Mikroba Pemfiksasi & Pelarut Hara Rhizobium, Azospirillum, Mycorrhiza Tidak langsung Meningkatkan kesehatan tanaman sehingga lebih toleran OPT Pupuk Hayati / Biofertilizer


D. Produk Bioteknologi Mikroba dalam Perlindungan Tanaman
1. Bioinsektisida  
Mikroba patogen bagi serangga. Keunggulan: spesifik, tidak membunuh musuh alami.  Contoh: B. thuringiensis, B. bassiana, M. anisopliae, NPV.
2. Biofungisida dan Biobakterisida  
Mikroba antagonis terhadap patogen.  Contoh: Trichoderma harzianum untuk layu Fusarium, P. fluorescens untuk busuk lunak.
3. Bionematisida  
Jamur dan bakteri yang memangsa atau menghambat nematoda.  Contoh: P. lilacinus, Pasteuria penetrans.
4. Bioherbisida  
Jamur patogen bagi gulma. Masih dalam tahap pengembangan.  Contoh: Colletotrichum gloeosporioides untuk gulma eceng gondok.
5. Pupuk Hayati / Biofertilizer  
Meningkatkan vigor tanaman sehingga tidak mudah terserang OPT.  Contoh: Mikoriza, Azotobacter, Rhizobium.

E. Kelebihan Bioteknologi Mikroba
1. Ramah Lingkungan: Mudah terdegradasi, tidak meninggalkan residu berbahaya.  
2. Spesifik Sasaran: Hanya menyerang OPT target, aman bagi manusia dan musuh alami.  
3. Tidak Menimbulkan Resistensi Cepat seperti pestisida kimia.  
4. Dapat Diproduksi Masal melalui fermentasi.

F. Tantangan dan Kendala
1. Efektivitas dipengaruhi lingkungan: Sinar UV, suhu, dan kelembaban.  
2. Kerja lambat: Dibutuhkan 3-7 hari untuk menimbulkan kematian pada hama.  
3. Formulasi dan umur simpan terbatas.  
4. Butuh pengetahuan aplikasi yang tepat oleh petani.

G. Strategi Aplikasi di Lapangan
1. Aplikasi preventif: Diberikan sebelum serangan OPT terjadi.  
2. Kombinasi dengan bahan organik: Untuk meningkatkan kelangsungan hidup mikroba.  
3. Integrasi dengan PHT: Dikombinasikan dengan varietas tahan dan kultur teknis.


DAFTAR PUSTAKA
1. Cook, R.J. & Baker, K.F. The Nature and Practice of Biological Control of Plant Pathogens. APS Press, 1983.  
2. Burgess, H.D. Trichoderma and Gliocladium. Taylor & Francis, 1998.  
3. Fakhrurrozi, Y. Bioteknologi Mikroba dalam Pertanian. Gadjah Mada University Press, 2019.  
4. Slameto, dkk. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. UB Press, 2019.
5. Fakhrurrozi, Y. "Peran Bioteknologi Mikroba dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman". Jurnal AgroBiogen, 2020. Vol 16(1): 1-12.  
6. Harman, G.E. et al. "Trichoderma species—opportunistic, avirulent plant symbionts". Nature Reviews Microbiology, 2004. DOI: 10.1038/nrmicro822  
7. Lacey, L.A. et al. "Insect pathogens as biological control agents: back to the future". Journal of Invertebrate Pathology, 2015. DOI: 10.1016/j.jip.2015.07.009  
8. Whipps, J.M. "Microbial interactions and biocontrol in the rhizosphere". Journal of Experimental Botany, 2001. DOI: 10.1093/jexbot/52.suppl1.487
9. Kementerian Pertanian RI. Petunjuk Teknis Produksi dan Aplikasi Agens Hayati. Direktorat Perlindungan Tanaman, 2021.

-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia