Cara Memilih Awetan Yang Baik
CARA MEMILIH PANGAN AWETAN YANG BAIK
Oleh : SRI Rahayu, S.Pd.
Senin, 17 Agustus 2026
Pangan awetan adalah pangan yang telah mengalami proses pengolahan untuk memperpanjang daya simpannya. Pemilihan pangan awetan yang baik dan aman sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan akibat bahan pengawet yang tidak sesuai, cemaran mikroba, atau penurunan mutu gizi.
A. Perhatikan Kemasan Produk
1. Keutuhan Kemasan: Pilih kemasan yang tidak bocor, tidak penyok, tidak berkarat, dan tidak menggembung. Kemasan menggembung pada makanan kaleng mengindikasikan adanya pertumbuhan mikroba pembusuk.
2. Kebersihan Kemasan: Kemasan harus bersih, tidak berlumpur, dan tidak berjamur.
3. Jenis Kemasan: Sesuai dengan jenis pangan. Contoh: makanan asam dikemas dalam kaleng berlapis untuk mencegah korosi.
B. Baca dan Pahami Label dengan Metode "CEK KLIK"
Gerakan yang disosialisasikan BPOM RI untuk melindungi konsumen:
1. C - Cek Kemasan: Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan tidak rusak.
2. L - Label: Informasi harus lengkap meliputi nama produk, daftar bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen.
3. I - Izin Edar: Pastikan ada Nomor Izin Edar NIE dari BPOM. Untuk produk impor harus ada label bahasa Indonesia.
4. K - Kedaluwarsa: Perhatikan tanggal kedaluwarsa. Jangan konsumsi produk yang sudah lewat tanggalnya.
C. Perhatikan Daftar Bahan dan Jenis Pengawet
1. Nama Pengawet: Pastikan pengawet yang digunakan termasuk yang diizinkan. Contoh: Natrium Benzoat, Kalium Sorbat, Asam Asetat.
2. Hindari Bahan Terlarang: Waspadai adanya formalin, boraks, asam borat, dan rhodamin B. Bahan ini sering ditemukan pada pangan awetan tradisional.
3. Urutan Bahan: Bahan yang jumlahnya paling banyak ditulis pertama. Jika pengawet ditulis di urutan awal, berarti kadarnya tinggi.
D. Perhatikan Sifat Organoleptik Produk
1. Warna: Warna harus alami dan tidak terlalu mencolok. Warna yang terlalu terang dapat mengindikasikan penggunaan pewarna berlebih.
2. Aroma: Tidak berbau tengik, asam berlebih, atau bau menyimpang dari aroma normalnya.
3. Rasa dan Tekstur: Rasa tidak terlalu asin, asam, atau manis berlebihan. Tekstur tidak terlalu keras atau terlalu lembek.
E.Perhatikan Kadar Garam, Gula, dan Lemak
Banyak pangan awetan seperti ikan asin, sarden, dan manisan memiliki kadar garam, gula, atau lemak yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Pilih produk dengan label "rendah garam" atau "rendah gula" jika tersedia.
F. Beli di Tempat yang Terjamin Kebersihannya
Belilah di toko, swalayan, atau pasar yang bersih dan memiliki sistem penyimpanan yang baik. Hindari membeli pangan awetan yang dijual terbuka dan terkena debu, lalat, atau sinar matahari langsung.
G.Perhatikan Cara Penyimpanan Setelah Dibeli
Ikuti petunjuk penyimpanan pada label. Contoh: "Simpan di tempat sejuk dan kering" atau "Simpan dalam lemari pendingin setelah dibuka". Penyimpanan yang salah dapat menyebabkan kerusakan meskipun produk mengandung pengawet.
DAFTAR PUSTAKA
1. Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama..
2. Almatsier, Sunita. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Buckle, K.A., et al. 2007. Ilmu Pangan. Jakarta: UI-Press.
4. Badan POM RI. 2019. Peraturan BPOM No. 22 Tahun 2019 tentang Pencantuman Informasi Nilai Gizi dan BTP pada Label Pangan.
5. Badan POM RI. 2021. Buku Saku Keamanan Pangan: Cek KLIK Sebelum Membeli. Jakarta: BPOM.
6. WHO. 2015. Five Keys to Safer Food Manual. Geneva: World Health Organization.
7. Codex Alimentarius Commission. 1985. General Standard for the Labelling of Prepackaged Foods. CODEX STAN 1-1985. FAO/WHO.
Komentar
Posting Komentar