Contoh Penerapan PHT
CONTOH PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU (PHT)
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Senin, 17 Aguztuz 2026
Penerapan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai komponen pengendalian secara selaras berdasarkan jenis komoditas, jenis OPT, dan kondisi agroekosistem setempat. Berikut beberapa contoh penerapan PHT pada komoditas hortikultura yang banyak dipraktikkan di Indonesia.
A. PENERAPAN PHT PADA TANAMAN CABAI
Tanaman cabai memiliki potensi ancaman OPT yang tinggi mulai dari fase pembibitan hingga pasca panen.
a. Identifikasi OPT Utama
1. Hama: Kutu daun, thrips, tungau, lalat buah
2. Penyakit: Layu Fusarium, antraknosa, virus kuning, bercak daun
b. Komponen PHT yang Diterapkan
1. Pengendalian Kultur Teknis dan Sanitasi
- Penggunaan benih/bibit sehat bebas Fusarium sejak fase pembibitan.
- Rotasi tanaman dengan non-inang seperti jagung atau kacang-kacangan.
- Sanitasi lahan dan pembersihan gulma sebagai inang alternatif.
- Pengaturan jarak tanam dan drainase untuk mengurangi kelembaban.
2. Pengendalian Hayati
- Aplikasi pupuk hayati Trichoderma sp. untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan ketahanan terhadap penyakit layu Fusarium serta meningkatkan keberhasilan fase pembuahan.
- Konservasi musuh alami seperti coccinellidae dan parasitoid.
3. Pengendalian Kimiawi Selektif
- Penggunaan pestisida nabati berbahan dasar tembakau untuk pengendalian hama kutu pada tanaman cabai.
- Penyemprotan pestisida kimia hanya dilakukan apabila tanaman masih belum berbuah. Apabila hama menyerang pada saat pembuahan maka buah dipanen terlebih dahulu untuk menghindari residu.
c. Hasil Penerapan
Integrasi ini bertujuan menekan serangan sejak awal, mengurangi penggunaan pestisida kimia, dan menjaga keamanan produk.
B. PENERAPAN PHT PADA TANAMAN PARE / PARIA
a. Identifikasi OPT Utama
Hama utama: Lalat buah Bactrocera sp.
Penyakit utama: Bercak daun, embun tepung, virus
b. Komponen PHT yang Diterapkan
1. Pengendalian Fisik dan Mekanis
- Pemasangan perangkap lalat buah menggunakan atraktan metil eugenol.
- Pembungkusan buah sejak masih muda untuk mencegah oviposisi lalat buah.
- Pemungutan dan pemusnahan buah terserang.
2. Pengendalian Kultur Teknis
- Penanaman varietas tahan terhadap penyakit virus.
- Rotasi tanaman dan sanitasi kebun.
3. Pengendalian Hayati
- Pemanfaatan musuh alami lalat buah dan patogen jamur antagonis.
4. Pengendalian Kimiawi
- Penggunaan pestisida hanya pada saat populasi lalat buah melebihi Ambang Ekonomi dan dilakukan secara terarah.
C PENERAPAN PHT PADA TANAMAN SAWI DAN SAYUR DAUN
a. Identifikasi OPT Utama
Hama: Ulat krop Crocidolomia, ulat daun, kutu daun
Penyakit: Busuk lunak, bercak daun
b. Komponen PHT yang Diterapkan
1. Pengendalian Kultur Teknis
- Rotasi tanaman dan pembersihan gulma.
- Pengolahan tanah untuk mematikan pupa hama dalam tanah.
2. Pengendalian Fisik
- Pemasangan kelambu/insekt net untuk mencegah kupu-kupu bertelur.
- Pemasangan perangkap kuning lengket untuk kutu daun.
3. Pengendalian Hayati
- Penyemprotan Bacillus thuringiensis / Bt untuk mengendalikan ulat.
- Pelestarian predator alami.
4. Pengendalian Kimiawi
- Penggunaan pestisida nabati dari ekstrak kulit bawang merah yang mengandung senyawa acetogenin dan saponin sebagai penawar racun dan pestisida.
D.PENERAPAN PHT SECARA UMUM BERDASARKAN PP NO. 6 TAHUN 1995
Berdasarkan peraturan tersebut, strategi PHT nasional menekankan pada:
1. Pemanfaatan agens pengendalian hayati atau biopestisida sebagai komponen utama dalam sistem PHT.
2. Pengutamaan pengendalian non kimia untuk mendorong berperannya musuh alami.
3. Pengomposan bahan organik menggunakan aktivator seperti Trichoderma. Proses pengomposan menghasilkan panas sehingga dihasilkan kompos yang bebas dari penyakit dan biji gulma, serta meningkatkan ketersediaan hara.
DAFTAR PUSTAKA
1. Sutarman, Prihatiningrum A.E., Miftahurrohmat A. 2021. Pengelolaan Penyakit Tanaman Terpadu. UMSIDA Press. Sidoarjo.
2. Sutarman, Prihatiningrum A.E., Roeswitawati D., Sutarman. 2021. Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman. UMSIDA Press. Sidoarjo.
3. Andriani E. Prihatiningrum, Dyah Roeswitawati, Sutarman. Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Book Chapter Hortikultura. UMSIDA Press.
4. Liu, T, et al. 2016. Carbon-rich organic fertilizers to increase soil biodiversity. Agriculture, Ecosystem & Environment Jurnal. 232, 199-207.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman.
---
Komentar
Posting Komentar