Keamanan Kerja Pestisida
KEAMANAN KERJA APLIKASI PESTISIDA
oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Sabtu 15 Agustus 2026
Keamanan kerja aplikasi pestisida adalah serangkaian upaya pencegahan untuk melindungi operator, konsumen, organisme bukan sasaran, dan lingkungan dari bahaya paparan pestisida selama proses penyiapan, aplikasi, penyimpanan, hingga pembuangan sisa pestisida. Penggunaan pestisida yang tidak aman merupakan salah satu penyebab utama keracunan akut dan kronis pada petani. Oleh karena itu penerapan keamanan kerja wajib dilakukan sesuai prinsip "Tepat Cara" dalam 5 Tepat Penggunaan Pestisida.
A.Bahaya Paparan Pestisida pada Manusia
Paparan dapat terjadi melalui 3 jalur utama:
1. Kulit / Dermal: Jalur paling dominan saat mencampur dan menyemprot
2. Pernafasan / Inhalasi: Terjadi saat menghirup kabut semprot dan uap pestisida
3. Mulut / Oral: Terjadi karena makan, minum, merokok tanpa cuci tangan atau akibat kontaminasi alat dan air
Gejala keracunan akut: pusing, mual, muntah, pandangan kabur, kejang. Gejala keracunan kronis: gangguan saraf, gangguan reproduksi, kanker, dan kerusakan organ hati serta ginjal.
B.. Prinsip Keamanan Kerja Sebelum Aplikasi
1. Membaca dan Memahami Label: Label berisi informasi dosis, cara pakai, APD, masa tunggu, dan penawar racun.
2. Memilih Pestisida dengan Toksisitas Rendah: Memilih bahan aktif dengan nilai LD50 tinggi dan formulasi SC, SL yang lebih aman dibanding EC.
3. Memeriksa Alat Aplikasi: Memastikan tangki, selang, dan nozzle tidak bocor. Melakukan kalibrasi untuk memastikan dosis tepat.
4. Menyiapkan Alat Pelindung Diri / APD Lengkap
APD standar meliputi:
1. Topi: melindungi kepala dari percikan
2. Masker/Respirator: mencegah inhalasi kabut semprot
3. Kacamata pelindung: mencegah percikan ke mata
4. Baju lengan panjang dan celana panjang: berbahan katun tebal
5. Sarung tangan: berbahan karet atau nitril
6. Sepatu boot: menutup mata kaki
7. Apron: saat mencampur pestisida
C.Prinsip Keamanan Kerja Saat Aplikasi
1. Arah Penyemprotan: Menyemprot searah angin untuk menghindari drift ke tubuh operator
2. Jarak Aman: Menjaga jarak 30-50 cm antara nozzle dengan tanaman
3. Larangan: Dilarang makan, minum, dan merokok selama aplikasi
4. Waktu Kerja: Bekerja maksimal 4-6 jam/hari. Istirahat di tempat yang aman dan berangin
5. Menangani Tumpahan: Segera bersihkan dengan tanah atau serbuk gergaji, kemudian dikubur
D. Prinsip Keamanan Kerja Setelah Aplikasi
1. Melepas APD dengan Benar: Melepas dari bagian yang paling tidak terkontaminasi terlebih dahulu
2. Mandi dan Mencuci Tangan: Menggunakan sabun dan air bersih sesegera mungkin
3. Mencuci APD dan Alat: APD dicuci terpisah dari pakaian rumah tangga
4. Membuang Sisa Pestisida dan Kemasan: Sisa larutan disemprotkan di lahan sesuai dosis. Kemasan kosong ditusuk, dibilas 3 kali, dan dikubur/dibakar di tempat khusus
5. Masa Tunggu / PHI: Tidak memanen hasil sebelum masa tunggu terpenuhi agar residu aman dikonsumsi
E. Penyimpanan dan Pengangkutan yang Aman
1. Penyimpanan: Di tempat terkunci, kering, berventilasi, terpisah dari makanan, obat, dan pakan. Jauh dari jangkauan anak
2. Pengangkutan: Dipisahkan dari bahan makanan. Kemasan dalam keadaan tertutup rapat
F. Penanganan Keracunan
Jika terjadi keracunan segera:
1. Bawa korban ke udara segar
2. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi
3. Bawa ke puskesmas/rumah sakit dengan membawa label kemasan pestisida
4. Berikan pertolongan sesuai petunjuk penawar racun pada label
DAFTAR PUSTAKA
Djojosumarto, P. 2008. Pestisida & Aplikasinya. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Djojosumarto, P. 2008. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Edisi Revisi. Yogyakarta: Kanisius.
Moekasan, T.K., & Prabaningrum, L. 2021. Penggunaan dan Penanganan Pestisida yang Baik dan Benar. IAARD Press. ISBN: 978-602-344-312-3
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kestra / JPK, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2025.
ADIBRATA JURNAL Vol. 4 No. 3, Desember 2024. ISSN: 2776-3943.
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, Vol. 32 No. 1, 2025.
Komentar
Posting Komentar