Klasifikasi Ikan
KLASIFIKASI IKAN
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Minggu, 2 Agustus 2026
Klasifikasi ikan merupakan pengelompokan ikan berdasarkan karakteristik tertentu. Tujuan klasifikasi adalah untuk memudahkan identifikasi, penanganan pascapanen, penentuan nilai gizi, serta pemilihan metode pengolahan dan pengawetan yang tepat.
A. KLASIFIKASI BERDASARKAN HABITAT
Pengelompokan ini didasarkan pada tempat hidup ikan dan kadar garam dalam air.
1. Ikan Air Tawar
Merupakan ikan yang hidup pada perairan dengan kadar garam <0,5 ppt. Contoh: ikan mas Cyprinus carpio, nila Oreochromis niloticus, lele Clarias sp., gurame Osphronemus gouramy. Ciri: Daging cenderung lebih lunak, kadar lemak rendah-sedang, dan rasa lebih tawar.
2. Ikan Air Laut
Merupakan ikan yang hidup pada perairan dengan kadar garam ±30-35 ppt. Contoh: tuna Thunnus sp., sarden Sardinella sp., tenggiri Scomberomorus sp., kakap Lutjanus sp.. Ciri: Daging lebih padat, kadar protein dan mineral seperti yodium lebih tinggi dibanding ikan air tawar.
3. Ikan Air Payau / Brackish Water Fish
Merupakan ikan yang hidup di perairan estuari dengan kadar garam 0,5-30 ppt. Contoh: bandeng Chanos chanos, mujair Oreochromis mossambicus, udang windu. Ciri: Mampu beradaptasi pada perubahan salinitas. Banyak dibudidayakan di tambak.
B. KLASIFIKASI BERDASARKAN KANDUNGAN LEMAK
Pengelompokan ini penting dalam menentukan daya simpan, metode pengolahan, dan nilai gizi. Standar yang digunakan mengacu pada Winarno.[2004]
1. Ikan Kurus / Lean Fish
Kadar lemak < 2%. Lemak sebagian besar terdapat di hati. Contoh: kakap, gabus, cod, hake. Karakteristik: Daging berwarna putih, mudah rusak oleh bakteri, cocok untuk produk kaleng dan pengeringan.
2. Ikan Sedang / Medium Fat Fish
Kadar lemak 2% - 8%. Lemak tersebar di otot dan rongga perut. Contoh: mujair, bandeng, belanak. Karakteristik: Tekstur sedang, dapat diolah dengan berbagai cara.
3. Ikan Berlemak / Fatty Fish
Kadar lemak > 8%. Lemak tersebar merata di seluruh jaringan otot. Contoh: sarden, makarel, salmon, lele, tuna. Karakteristik: Rasa lebih gurih, kaya asam lemak omega-3 EPA dan DHA, namun lebih cepat tengik karena oksidasi lemak.
C. KLASIFIKASI BERDASARKAN BENTUK TUBUH DAN TULANG
Digunakan dalam bidang biologi dan teknologi pengolahan.
1. Pisces Bertulang Sejati / Teleostei
Memiliki tulang keras sejati. Contoh: sebagian besar ikan konsumsi. Daging mudah dipisahkan dari duri.
2. Pisces Bertulang Rawan / Chondrichthyes
Kerangka berupa tulang rawan. Contoh: hiu Carcharhinus sp., pari Dasyatis sp.. Daging mengandung urea sehingga perlu penanganan khusus.
3. Bentuk Pipih / Flat Fish dan Bentuk Bulat / Round Fish
Mempengaruhi teknik fillet dan yield daging.
DAFTAR PUSTAKA
Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Soekarto, S.T. 1990. Dasar-dasar Pengawasan dan Standardisasi Mutu Pangan. Bogor: IPB Press.
Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Mozaffarian, D., & Rimm, E.B. 2006. Fish Intake, Contaminants, and Human Health: Evaluating the Risks and the Benefits. JAMA, 296(15): 1885–1899. DOI: 10.1001/jama.296.15.1885
Huss, H.H. 1995. Quality and Quality Changes in Fresh Fish. FAO Fisheries Technical Paper No. 348. Rome: FAO.
Dewi, E.N., et al. 2018. Karakteristik Kimia dan Nilai Gizi Beberapa Jenis Ikan Laut di Pantai Utara Jawa Tengah. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 7(1): 1-8.
Komentar
Posting Komentar