Ruang Lingkup Pengendalian Biologis
RUANG LINGKUP PENGENDALIAN BIOLOGIS
Oleh : SRi RAHAYU, S.Pd.
Senin, 17 Agustus 2026
Dalam konteks Perlindungan Tanaman, ruang lingkup Pengendalian Biologis mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan pemanfaatan organisme hidup untuk menekan populasi organisme pengganggu tanaman. Secara formal dapat diuraikan sebagai berikut:
A.Definisi Operasional
Pengendalian biologis adalah penggunaan musuh alami, antagonis, atau kompetitor untuk menekan populasi hama, penyakit, dan gulma hingga berada di bawah ambang ekonomi. Ruang lingkupnya tidak terbatas pada pelepasan agens hayati saja, tetapi juga meliputi konservasi dan manipulasi lingkungan agar musuh alami dapat bekerja optimal.
B.Sasaran Pengendalian Biologis
Ruang lingkup sasarannya meliputi 3 kelompok utama Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT):
1. Hama Serangga dan Tungau: Dikendalikan oleh parasitoid, predator, dan patogen serangga.
2. Penyakit Tanaman: Dikendalikan oleh mikroorganisme antagonis seperti jamur, bakteri, dan virus yang bersifat hiperparasit, kompetitor, atau penghasil antibiotik.
3. Gulma: Dikendalikan oleh serangga fitofag, patogen gulma, dan ikan pemakan gulma air.
C. Komponen Utama dalam Ruang Lingkup
Berdasarkan prinsip PHT, ruang lingkup pengendalian biologis mencakup 4 pendekatan:
1. Konservasi Musuh Alami
Upaya memodifikasi lingkungan agar kelangsungan hidup, reproduksi, dan efektivitas musuh alami yang sudah ada meningkat. Contoh: penanaman tanaman refugia, pengurangan insektisida spektrum luas.
2. Introduksi / Pengendalian Biologis Klasik
Mengimpor musuh alami dari daerah asal hama invasif untuk penekanan permanen. Contoh: penggunaan Encarsia formosa untuk mengendalikan kutu kebul.
3. Inokulasi
Pelepasan agens hayati dalam jumlah kecil pada awal musim dengan harapan terjadi perkembangbiakan dan pengendalian berkelanjutan.
4. Inundasi / Augmentasi
Pelepasan agens hayati dalam jumlah besar dan berulang pada saat populasi hama tinggi. Produk yang dihasilkan massal: Trichogramma sp., Beauveria bassiana, Trichoderma sp.
D. Aspek yang Dicakup dalam Kajian Ilmiah
Secara akademik, ruang lingkup pengendalian biologis juga meliputi:
1. Ekologi Populasi: Dinamika interaksi hama - musuh alami, rasio pemangsa-mangsa, dan respon fungsional.
2. Taksonomi dan Identifikasi Agens Hayati: Agar pelepasan tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak negatif.
3. Produksi Massal dan Formulasi: Teknik pembiakan, penyimpanan, dan aplikasi di lapang.
4. Evaluasi Efektivitas dan Keamanan Hayati: Uji efektivitas, spesifisitas inang, serta dampak terhadap organisme non-target dan lingkungan.
5. Integrasi dengan Komponen PHT Lain: Kompatibilitas dengan pestisida selektif, varietas tahan, dan teknik kultur teknis.
E. Batasan Ruang Lingkup
Pengendalian biologis tidak mencakup penggunaan bahan kimia sintetik, rekayasa genetika untuk ketahanan tanaman, maupun tindakan fisik-mekanis. Fokus utamanya adalah pada proses biologis yang terjadi secara alami atau dimanipulasi.
-DAFTAR PUSTAKA
1. Unwin, R.S. 1981. Pengantar Pengendalian Hama Secara Hayati. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
2. DeBach, P. & Rosen, D. 1991. Biological Control by Natural Enemies. 2nd Edition. Cambridge University Press.
3. Oka, I.N. 2005. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Gadjah Mada University Press.
4. van Lenteren, J.C. 2012. The state of commercial augmentative biological control: Plenty of natural enemies, but a frustrating lack of uptake. BioControl, 57(1): 1-20.
5. Bale, J.S., van Lenteren, J.C., & Bigler, F. 2008. Biological control and sustainable food production. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 363: 761-776.
6. Siswanto. 2013. Perkembangan dan Prospek Pengendalian Hayati di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 32(4): 154-162.
Komentar
Posting Komentar