Tanaman Transgenik

TANAMAN TRANSGENIK / GMO  
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Sabtu, 15 Agustus 2026



A. Pengertian Tanaman Transgenik
Tanaman Transgenik adalah tanaman yang telah mengalami modifikasi susunan genetik melalui penyisipan satu atau beberapa gen asing dari spesies lain ke dalam genomnya dengan menggunakan teknik rekayasa genetika. Gen asing yang disisipkan disebut transgen.  Tanaman transgenik juga dikenal sebagai Tanaman Modifikasi Genetik / TMG atau Genetically Modified Organism / GMO.  Tujuan utama pembuatan tanaman transgenik dalam perlindungan tanaman adalah untuk memperoleh ketahanan terhadap OPT, toleransi terhadap cekaman abiotik, dan peningkatan mutu hasil.

B. Komponen Penyusun Tanaman Transgenik
Suatu konstruksi transgen minimal terdiri dari:  
1. Gen Target / Transgen: Gen yang membawa sifat yang diinginkan. Contoh: gen cry untuk ketahanan hama.  
2. Promoter: Pengatur kapan dan di mana gen akan diekspresikan. Contoh: Promoter CaMV 35S bersifat konstitutif.  
3. Terminator: Sinyal penghenti transkripsi gen.  
4. Gen Penanda / Marker Gene: Digunakan untuk menyeleksi sel yang berhasil ditransformasi. Contoh: gen ketahanan terhadap antibiotik nptII atau herbisida bar.

C. Metode Pembuatan Tanaman Transgenik
1. Agrobacterium-mediated Transformation
Memanfaatkan Agrobacterium tumefaciens untuk mentransfer T-DNA ke genom tanaman Efisien, penyisipan gen teratur, cocok untuk dikotil Kedelai, Kapas, Tomat, Tembakau
2. Biolistik / Gene Gun
Penembakan partikel mikro berlapis DNA ke sel tanaman Dapat digunakan pada monokotil, tidak tergantung spesies Jagung, Padi, Gandum
3. Elektroporasi Protoplas
Pemasukan DNA dengan kejutan listrik pada protoplas Efisien untuk beberapa spesies Kentang, Tembakau
4. CRISPR-Cas9 / Genome Editing
Pengeditan gen secara tepat pada lokasi tertentu tanpa menyisipkan DNA asing Dianggap non-transgenik di beberapa negara, presisi tinggi Padi, Pisang, Jagung
Setelah transformasi, sel diseleksi dan diregenerasi menjadi tanaman utuh melalui kultur jaringan.

D. Sifat-Sifat yang Dihasilkan pada Tanaman Transgenik
1. Ketahanan terhadap Hama:  
   Contoh: Kapas Bt dan Jagung Bt yang mengekspresikan protein Cry dari Bacillus thuringiensis. Protein ini bersifat toksik bagi larva serangga tetapi aman bagi manusia.
2. Ketahanan terhadap Penyakit:  
   Contoh: Pepaya Transgenik tahan PRSV / Papaya Ringspot Virus. Menggunakan gen coat protein virus untuk menimbulkan resistensi.  
3. Toleransi terhadap Herbisida:  
   Contoh: Kedelai RR / Roundup Ready dan Jagung RR yang memiliki gen EPSPS tahan glifosat. Memudahkan pengendalian gulma.
4. Toleransi terhadap Cekaman Abiotik:  
   Contoh: Padi tahan kekeringan dengan gen DREB, Tomat tahan salinitas dengan gen NHX1.
5. Peningkatan Mutu Nutrisi:  
   Contoh: Golden Rice yang disisipi gen biosintesis beta-karoten untuk mengatasi defisiensi vitamin A.

E. Kelebihan Tanaman Transgenik dalam Perlindungan Tanaman
1. Mempercepat perakitan varietas tahan tanpa menunggu persilangan konvensional yang lama.  
2. Mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik sehingga lebih ramah lingkungan.  
3. Meningkatkan produktivitas dan stabilitas hasil pada lahan marginal.  
4. Dapat memindahkan gen dari organisme yang tidak dapat disilangkan secara alami.

F. Risiko dan Aspek Biosafety
Sesuai PP No. 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik, setiap tanaman transgenik wajib melalui:  
1. Uji TKD: Teknik Keamanan Hayati di laboratorium, rumah kaca, dan lapang.  
2. Analisis Risiko: Potensi aliran gen ke kerabat liar, dampak pada organisme non-target, dan keamanan pangan.  
3. Strategi Penundaan Resistensi: Refuge strategy untuk menunda resistensi hama terhadap tanaman Bt.  
4. Pelabelan: Produk pangan hasil rekayasa genetik wajib dilabeli di Indonesia.

G. Status Tanaman Transgenik di Indonesia
Hingga 2025, beberapa tanaman transgenik yang telah dilepas dan diizinkan di Indonesia:  
1. Kapas Bt - tahan hama penggerek buah.  
2. Jagung Bt dan Tahan Herbisida - untuk pakan ternak.  
3. Tebu Transgenik - toleran kekeringan, masih uji lapang.  
4. Padi Transgenik - tahan hama wereng dan blas, masih tahap penelitian.

DAFTAR PUSTAKA
1. Agrios, G.N. Plant Pathology. 5th Edition. Elsevier Academic Press, 2005. 
2. Chawla, H.S. Introduction to Plant Biotechnology. 3rd Edition. Science Publishers, 2009. l
3. Suharsono. Rekayasa Genetik Tanaman. Penebar Swadaya, 2012.  
4. Jamsari, Tri Murti Habazar, & Lusi Maira. Pengantar Bioteknologi Pertanian. Andalas University Press, 2015.
5. James, C. "Global Status of Commercialized Biotech/GM Crops: 2023". ISAAA Brief No. 58. ISAAA, 2023.  
6. Tabashnik, B.E. & Carrière, Y. "Surge in insect resistance to transgenic crops and prospects for sustainability". Nature Biotechnology, 2017. DOI: 10.1038/nbt.3794  
7. Susanto, G.W.A. "Perkembangan dan Prospek Tanaman Transgenik di Indonesia". Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2021. Vol 40(1): 1-10.  
8. Fraley, R.T. et al. "Expression of bacterial genes in plant cells". Proceedings of the National Academy of Sciences, 1983. DOI: 10.1073/pnas.80.15.4803
9. PP No. 21 Tahun 2005 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik.  
10. Keputusan Menteri Pertanian RI tentang Pelepasan Varietas Tanaman Transgenik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Proses Metatesis Dalam Fonologi Bahasa Indonesia