FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TANAMAN
Faktor yang mempengaruhi produksi tanaman adalah seluruh unsur yang berperan dalam proses pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan hasil tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbeda dengan “faktor pembatas”, faktor ini bersifat netral: dapat meningkatkan atau menurunkan produksi tergantung pada intensitas dan statusnya. Kerangka utama yang digunakan adalah model G × E × M = Y, yaitu interaksi Genotipe × Lingkungan × Manajemen = Hasil. Faktor yang mempengaruhi produksi tanaman didefinisikan sebagai variabel input yang memodifikasi laju reaksi biokimia dan fisiologis tanaman, sehingga mengubah akumulasi biomassa dan alokasi asimilat ke organ hasil. Semua faktor bekerja secara simultan dan saling berinteraksi, bukan bekerja sendiri-sendiri. Peningkatan produksi tercapai bila seluruh faktor berada pada kisaran optimum dan sinergis.
A. Faktor Genetik / Genotipe G
Merupakan potensi inheren tanaman yang diwariskan. Faktor ini menetapkan batas atas hasil yang mungkin dicapai.
Potensi genetik hasil
Kapasitas maksimum varietas menghasilkan biomassa dan hasil ekonomis pada kondisi optimum. Ditentukan oleh tipe fotosintesis C3 vs C4, arsitektur tajuk, jumlah sink, dan indeks panen HI.
Daya adaptasi dan stabilitas
Kemampuan genotipe berproduksi stabil pada berbagai lingkungan. Varietas spesifik adaptif untuk lahan masam, salin, atau kekeringan.
Sifat morfologi-fisiologi
Tinggi tanaman, sudut daun, luas daun, laju pertumbuhan relatif RGR, efisiensi penggunaan air WUE, dan umur masak.
Mutu dan vigor benih
Benih bermutu tinggi menjamin populasi tanaman awal optimum, keseragaman tumbuh, dan ketahanan terhadap cekaman awal.
B. Faktor Lingkungan / Environment E
Lingkungan menyediakan sumber daya dan kondisi tumbuh. Dibagi menjadi abiotik dan biotik.
a. Faktor Abiotik
1. Iklim:
1) Radiasi surya
Sumber energi fotosintesis. Produksi biomassa = Radiasi yang diintersepsi × Efisiensi penggunaan radiasi RUE.
2) Suhu
Mengatur laju enzim, respirasi, pembungaan, dan fertilitas serbuk sari. Setiap tanaman memiliki suhu optimum spesifik.
3) Curah hujan dan kelembaban
Menentukan ketersediaan air dan tekanan penyakit jamur.
4) Angin dan CO₂
Angin memengaruhi transpirasi dan rebah. CO₂ sebagai substrat fotosintesis; peningkatan CO₂ dapat meningkatkan hasil C3.
2. Edafik/Tanah
1) Sifat fisik
Tekstur, struktur, porositas, kedalaman efektif. Menentukan aerasi, penetrasi akar, dan kapasitas simpan air.
2) Sifat kimia
pH, KTK, kejenuhan basa, ketersediaan hara makro N,P,K,Ca,Mg,S dan mikro Fe,Mn,Cu,Zn,B,Mo,Cl.
3) Sifat biologi
Populasi mikroba tanah, bahan organik, aktivitas enzim tanah yang memengaruhi mineralisasi hara.
3. Topografi
Ketinggian, kemiringan, arah lereng. Memengaruhi suhu, erosi, dan kesesuaian mekanisasi.
b. Faktor Biotik
1. Kompetisi
Gulma sebagai kompetitor utama cahaya, air, dan hara.
2. Simbiosis
Mikoriza meningkatkan serapan P dan air. Rhizobium pada legum memfiksasi N₂.
3. Hama dan penyakit
Mengurangi luas daun efektif, mengganggu translokasi, dan menurunkan kualitas hasil.
4. Penyerbuk
Ketersediaan lebah/serangga penting untuk tanaman menyerbuk silang seperti jagung dan buah-buahan.
C. Faktor Manajemen / Management M
Intervensi manusia untuk mengoptimalkan interaksi G × E.
a. Teknologi budidaya
1 Pengolahan tanah
menciptakan bedengan dan aerasi optimum.
2 Waktu tanam
menyesuaikan fase kritis tanaman dengan kondisi iklim optimum.
3 Jarak tanam dan populasi
mengatur kompetisi intraspesifik untuk memaksimalkan intersepsi cahaya.
Pengelolaan hara
Prinsip 4T - tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara. Pemupukan berimbang + pemupukan spesifik lokasi.
Pengelolaan air
Irigasi untuk mencukupi kebutuhan air, drainase untuk mencegah anaerob.
Pengendalian OPT terpadu PHT
Kombinasi varietas tahan, kultur teknis, biologis, dan kimiawi secara bijaksana.
Sosial-ekonomi
Akses modal, informasi, teknologi, pasar, dan kebijakan pemerintah memengaruhi keputusan petani menerapkan teknologi.
DAFTAR PUSTAKA
Gardner, F.P., Pearce, R.B., & Mitchell, R.L. 1991. Physiology of Crop Plants. Iowa State University Press, Ames.
Monteith, J.L. 1977. Climate and the Efficiency of Crop Production in Britain. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, 281: 277-294.
Havlin, J.L., Beaton, J.D., Tisdale, S.L., & Nelson, W.L. 2014. Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management. 8th ed. Pearson.
Soedomo, H. 1993. Dasar-Dasar Agronomi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Van Ittersum, M.K., Cassman, K.G., Grassini, P., Wolf, J., Tittonell, P., & Hochman, Z. 2013. Yield Gap Analysis with Local to Global Relevance—A Review. Field Crops Research, 143: 4-17.
Loomis, R.S. & Connor, D.J. 1992. Crop Ecology: Productivity and Management in Agricultural Systems. Cambridge University Press.
Sinclair, T.R. & Muchow, R.C. 1999. Radiation Use Efficiency. Advances in Agronomy, 65: 215-265.
Fageria, N.K. 2014. Nitrogen Management in Crop Production. Journal of Plant Nutrition, 37(7): 1001-1015.
Komentar
Posting Komentar