KEKURANGAN GARAM
KEKURANGAN GARAM
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Jum'at, 7 Agustus 2026
Kekurangan garam adalah kondisi dimana asupan natrium `Na⁺` dan klorida `Cl⁻` dari garam konsumsi berada di bawah kebutuhan fisiologis tubuh dalam jangka waktu lama. Natrium merupakan elektrolit ekstraseluler utama dan klorida merupakan anion ekstraseluler utama yang berperan dalam keseimbangan cairan, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Kekurangan garam dalam konteks gizi masyarakat di Indonesia lebih sering dikaitkan dengan Kekurangan Iodium karena garam merupakan pembawa utama iodium. Namun kekurangan natrium itu sendiri disebut hiponatremia.
A. Penyebab Kekurangan Garam
1. Asupan Makanan Sangat Rendah Garam: Diet ketat tanpa garam, konsumsi makanan segar tanpa penambahan garam.
2. Kehilangan Cairan Berlebihan: Muntah, diare berat, keringat berlebih, luka bakar, dan penggunaan diuretik.
3. Gangguan Ginjal: Sindrom kehilangan garam ginjal atau nefritis.
4. Gangguan Hormonal: Penyakit Addison yaitu insufisiensi adrenal yang menyebabkan ekskresi natrium berlebih.
5. Kekurangan Iodium dari Garam: Pada daerah yang tidak menggunakan garam beryodium, sehingga terjadi Gangguan Akibat Kekurangan Iodium / GAKY.
B. Dampak Kekurangan Natrium / Hiponatremia
Dampak terjadi karena penurunan tekanan osmotik cairan ekstraseluler dan gangguan fungsi saraf serta otot.
a. Sistem Saraf dan Otot
1. Kelemahan Otot dan Kram: Natrium penting untuk penghantaran impuls saraf dan kontraksi otot. Kekurangan menyebabkan otot mudah lelah dan kram.
2. Sakit Kepala, Mual, Muntah: Gejala awal hiponatremia ringan.
3. Gangguan Kesadaran: Pada hiponatremia berat `<125 mEq/L` dapat terjadi konfusi, kejang, koma, bahkan kematian akibat edema otak.
b. Sistem Kardiovaskular
1. Hipotensi: Volume darah menurun sehingga tekanan darah turun.
2. Pusing dan Pingsan: Terutama saat perubahan posisi dari duduk ke berdiri karena perfusi otak menurun.
c. Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Terjadi dehidrasi hipotonik. Tubuh kehilangan lebih banyak natrium daripada air.
C. Dampak Kekurangan Iodium dari Garam
Ini merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Iodium adalah komponen hormon tiroid `T3` dan `T4`.
Spektrum Gangguan Akibat Kekurangan Iodium / GAKY meliputi:
1.Janin
Keguguran, lahir mati, kelainan bawaan, kretinisme
2. Bayi dan Balita
Keterbelakangan mental, gangguan pertumbuhan, gangguan pendengaran
3.Anak Sekolah
Penurunan IQ, gangguan konsentrasi dan prestasi belajar
4.Dewasa
Gondok, hipotiroidisme, penurunan produktivitas kerja, gangguan kesuburan
D.Mekanisme Fisiologis Dampak Kekurangan
1. Hiponatremia: $Na^+$ ekstraseluler turun → air bergerak ke intrasel → sel membengkak, terutama sel otak.
2. Kekurangan Iodium: Kelenjar tiroid tidak dapat mensintesis hormon tiroid → TSH meningkat → hipertrofi kelenjar tiroid = gondok.
E. Gejala Klinis Kekurangan Garam
1. Hiponatremia Ringan - Sedang
Lemah, letih, mual, sakit kepala, kram otot, nafsu makan hilang.
2. Hiponatremia Berat
Muntah terus, kejang, gangguan kesadaran, koma.
3. Kekurangan Iodium
Pembesaran kelenjar tiroid di leher, kulit kering, mudah lelah, berat badan naik, keterlambatan perkembangan pada anak.
F. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan
a. Untuk Kekurangan Natrium
1. Konsumsi Garam Secukupnya: 5 gram/hari sesuai anjuran WHO.
2. Rehidrasi Oral: Pemberian larutan yang mengandung natrium saat diare atau muntah.
3. Pengobatan Penyebab: Mengatasi penyakit dasar seperti Addison atau gangguan ginjal.
b. Untuk Kekurangan Iodium
1. Fortifikasi Garam: Program wajib garam beryodium 20-40 mg/kg sesuai PP No. 69 Tahun 1991 dan SNI 3556:2016.
2. Edukasi: Menyimpan garam dalam wadah tertutup dan menambahkan garam di akhir memasak.
3. Suplementasi: Pemberian kapsul iodium pada daerah defisit berat.
4. Surveilans GAKY: Pemantauan kadar iodium dalam urine dan pemeriksaan gondok.
DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
2. Mahan, L.K. & Raymond, J.L. Krause's Food & the Nutrition Care Process. 14th Ed. Elsevier.
3. Sherwood, L. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC.
4. World Health Organization. Assessment of Iodine Deficiency Disorders and Monitoring Their Elimination. 3rd Ed. Geneva: WHO, 2007.
5. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Umum Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium. Jakarta: Kemenkes, 2018.
6. Peraturan Pemerintah RI No. 69 Tahun 1991 tentang Iodium dalam Garam Konsumsi.
7. Badan Standardisasi Nasional. SNI 3556:2016 Garam Konsumsi Beryodium. BSN.
8. Zimmermann, M.B. "Iodine Deficiency." Endocrine Reviews, Vol. 30, No. 4, 2009.
Komentar
Posting Komentar