KONSEP DASAR GULMA

 

m


A. Definisi Gulma

Secara umum, gulma didefinisikan sebagai tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki pada tempat dan waktu tertentu. Definisi ini bersifat relatif karena tergantung pada tujuan manusia. Menurut Moesdijono dkk. 2006, gulma adalah semua tumbuhan yang tumbuh di luar tempat yang dikehendaki dan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Menurut Tjitrosemito 2003, gulma adalah tumbuhan yang merugikan karena dapat menurunkan hasil dan mutu tanaman, mengganggu aktivitas manusia, serta merugikan secara ekonomi dan ekologi.Dengan demikian, suatu tanaman dapat menjadi gulma pada suatu kondisi, tetapi menjadi tanaman budidaya pada kondisi lain. Contoh: padi yang tumbuh di pertanaman jagung disebut gulma.



 

B. Ciri-Ciri Umum Gulma

Gulma memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga mampu bersaing dengan tanaman budidaya. Ciri utamanya:

1.  Daya reproduksi tinggi: Menghasilkan biji sangat banyak. Contoh: Amaranthus spinosus dapat menghasilkan >100.000 biji/tanaman.

2.  Dormansi biji bervariasi: Biji dapat bertahan lama di dalam tanah dan berkecambah secara bertahap.

3.  Penyebaran luas: Disebarkan oleh angin, air, manusia, hewan, dan alat pertanian.

4.  Pertumbuhan cepat: Memiliki laju pertumbuhan vegetatif yang tinggi.

5.  Toleran terhadap kondisi marginal: Mampu tumbuh pada lahan miskin hara dan kondisi lingkungan ekstrem.




C.Peranan Gulma

a. Peranan Negatif

1.  Kompetisi: Bersaing memperebutkan unsur hara, air, cahaya matahari, dan ruang tumbuh dengan tanaman budidaya sehingga menyebabkan penurunan hasil 20% - 80% tergantung jenis tanaman dan kepadatan gulma.

2.  Sebagai inang alternatif: Menjadi tempat berkembangnya hama, penyakit, dan nematoda. Contoh: Echinochloa crus-galli sebagai inang wereng pada padi.

3.  Alelopati: Mengeluarkan senyawa kimia yang menghambat perkecambahan dan pertumbuhan tanaman lain.

4.  Menurunkan mutu hasil: Biji gulma yang tercampur pada hasil panen menurunkan nilai jual.

5.  Gulma beracun dan karantina: Contoh Lantana camara beracun bagi ternak, Chromolaena odorata mengganggu kesehatan manusia.


b. Peranan Positif

1.  Konservasi tanah dan air: Menutup permukaan tanah sehingga mengurangi erosi dan penguapan.

2.  Sumber bahan organik: Setelah dikomposkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah.

3.  Indikator kesuburan tanah: Kehadiran jenis gulma tertentu dapat menunjukkan kondisi tanah. Contoh: Imperata cylindrica pada tanah masam miskin hara.

4.  Sumber bahan obat dan pakan: Beberapa gulma dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan pakan ternak.



D. Faktor Penyebab Gulma Menjadi Masalah

1.  Faktor Biologi Gulma: Daya adaptasi tinggi, reproduksi cepat.

2.  Faktor Lingkungan: Pengolahan tanah, pemupukan, dan irigasi justru merangsang perkecambahan gulma.

3.  Faktor Manusia: Penggunaan benih kotor, alat pertanian yang membawa biji gulma, dan sistem monokultur.


E. Kerugian Ekonomi Akibat Gulma

Menurut FAO 2010, kehilangan hasil akibat gulma secara global mencapai 34% dari potensi hasil. Di Indonesia, kerugian pada tanaman padi akibat gulma dapat mencapai 40% jika tidak dikendalikan pada periode kritis.




DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosemito, G. 2003. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Moesdijono, S., Suhardjo, & Wibowo, S. 2006. Ilmu Gulma. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

 Sukirman, S. 1998. Ekologi Gulma dan Pengendaliannya. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Zimdahl, R.L. 2018. Fundamentals of Weed Science. 5th Edition. Academic Press. USA.

 Rao, A.N., et al. 2017. Weed Management in Major Food Crops of the World. Crop Protection, 95: 11-19.

Gunawan, B., & Harahap, I. 2015. Dampak Kompetisi Gulma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Agronomi Indonesia, 43(2): 112-118.

  FAO. 2010. The State of Food and Agriculture: Women in Agriculture. Food and Agriculture Organization. Rome.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab