KONSEP DASAR PENYAKIT TANAMAN

KONSEP DASAR PENYAKIT TANAMAN 

Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.

Minggu, 2 Agustus 2026




A. Pengertian Penyakit Tanaman

Penyakit tanaman didefinisikan sebagai setiap penyimpangan dari pertumbuhan normal, perkembangan, dan fungsi fisiologis tanaman yang disebabkan oleh faktor biotik maupun abiotik sehingga mengakibatkan gangguan metabolisme, penurunan hasil, dan penurunan mutu hasil.  Menurut Agrios (2005), penyakit tanaman adalah kondisi di mana tanaman mengalami proses patologis yang berkelanjutan sebagai akibat dari aktivitas patogen atau faktor lingkungan yang mengganggu fungsi normal tanaman.  Ciri utama penyakit tanaman adalah bersifat berkelanjutan dan menular jika disebabkan oleh patogen. Berbeda dengan kerusakan mekanis yang bersifat sementara.



B. Perbedaan Penyakit Biotik dan Abiotik

Penyakit tanaman dibedakan menjadi 2 kelompok besar berdasarkan penyebabnya:

1. Penyakit Biotik / Infectious Disease  

Disebabkan oleh organisme hidup yang disebut patogen. Sifatnya dapat menular dari satu tanaman ke tanaman lain.  Contoh patogen: Jamur, Bakteri, Virus, Nematoda, Fitoplasma, Viroid.  Contoh: Penyakit layu bakteri pada tomat oleh Ralstonia solanacearum, penyakit blas pada padi oleh Magnaporthe oryzae.

2. Penyakit Abiotik / Non-infectious Disease / Gangguan Fisiologis  

Disebabkan oleh faktor lingkungan atau fisiologis, tidak disebabkan oleh patogen, dan tidak menular.  Contoh: Kekurangan unsur hara N, P, K, cekaman kekeringan, suhu ekstrem, polusi udara, keracunan pestisida, kerusakan mekanis.  Contoh: Klorosis pada daun karena defisiensi Fe, ujung daun terbakar karena salinitas tinggi.



C. Unsur Segitiga Penyakit: Disease Triangle

Terjadinya penyakit pada tanaman memerlukan 3 komponen utama yang harus bertemu secara bersamaan dalam waktu yang tepat. Konsep ini dikemukakan oleh Stevens pada tahun 1960.

1. Inang yang Rentan / Susceptible Host  

   Tanaman harus memiliki kerentanan genetik terhadap patogen tertentu. Tingkat kerentanan dipengaruhi oleh varietas, umur tanaman, dan status fisiologis.

2. Patogen yang Virulen / Virulent Pathogen  

   Patogen harus memiliki kemampuan untuk menginfeksi, virulensi yang cukup, dan tersedia dalam jumlah inokulum yang memadai. 

3. Lingkungan yang Mendukung / Conducive Environment  

   Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, curah hujan, dan kesuburan tanah harus sesuai untuk perkembangan patogen dan infeksi. 

Jika salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak ada, maka penyakit tidak akan terjadi. Untuk pengendalian, kita dapat memutus salah satu sisi dari segitiga ini.  



DAFTAR PUSTAKA

   Agrios, G.N. (2005). Plant Pathology. 5th Edition. Elsevier Academic Press, San Diego.  

   Semangun, H. (2004). Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.  

   Tjitrosoedirdjo, S., & Widodo. (2016). Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. IPB Press, Bogor.  

   Scholthof, K.B.G. (2007). "The Disease Triangle: Pathogens, Plants and People". APSnet Feature. American Phytopathological Society.     DOI: 10.1094/APSnetFeature-2007-0107

   Fraser, R.S. (1990). "The Molecular Basis of Disease Resistance in Plants". Annual Review of Phytopathology, 28: 45-68.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab