KONSEP GARAM
KONSEP GARAM
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Jum'at, 7 Agustus 2026
Secara umum, garam didefinisikan sebagai senyawa ionik yang terbentuk dari reaksi netralisasi asam dan basa. Namun dalam konteks Ilmu Bahan Makanan dan gizi, istilah "garam" merujuk secara khusus pada garam dapur atau natrium klorida (NaCl) yang digunakan sebagai bahan pangan. NaCl merupakan senyawa yang terbentuk dari unsur natrium (Na) dan klorin (Cl) melalui ikatan ionik.
Mutu garam konsumsi diatur dalam SNI. Parameter utama: kadar NaCl, kadar air, logam berat, dan kadar iodium untuk garam beryodium. Penambahan anti kempal seperti kalsium aluminium silikat sering dilakukan pada garam meja untuk mencegah penggumpalan.
Kebutuhan natrium menurut AKG 2019 adalah 1500 mg/hari untuk dewasa. Sumber garam berasal dari garam alami dalam bahan makanan dan garam yang ditambahkan saat pengolahan maupun saat konsumsi.
. Dampak Gizi:
1. Kelebihan: Hipertensi, penyakit jantung, retensi cairan/edema.
2. Kekurangan: Hiponatremia, kram otot. Jika kekurangan iodium dapat menyebabkan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKY).
DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
2. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Departemen Kesehatan RI. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.
4. Badan Standardisasi Nasional. SNI 3556:2016 Garam Konsumsi Beryodium.
5. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Fortifikasi Garam dengan Iodium. Jakarta: Kemenkes, 2018.
Komentar
Posting Komentar