PEMURNIAN GARAM
PEMURNIAN GARAM
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Jum'at, 7 Agustus 2026
Pemurnian garam adalah proses pengolahan lanjutan untuk meningkatkan kadar NaCl dan menurunkan kadar pengotor dalam garam kasar. Tujuan utama pemurnian adalah menghasilkan garam konsumsi dan garam industri yang memenuhi standar mutu SNI 3556:2016. Pengotor utama dalam garam rakyat adalah ion Ca²⁺, Mg²⁺, dan SO₄²⁻ yang berasal dari air laut. Jika tidak dimurnikan, pengotor ini menyebabkan rasa pahit, higroskopis, menggumpal, dan menurunkan rendemen.
A. Jenis Pengotor dalam Garam Kasar
1.CaSO₄ · 2H₂O / Gipsum
Air laut . Rasa pahit, menurunkan kadar NaCl
2.MgCl₂ dan MgSO₄
Air laut . Higroskopis, rasa pahit, menggumpal
3.CaCO₃
Air laut, debu. Kekeruhan, menurunkan mutu
4.Kotoran fisik
Tanah, lumpur, mikroalga. Cemaran fisik dan mikrobiologi
B. Metode Pemurnian Garam
Pemurnian dapat dilakukan dengan 3 pendekatan: fisik, kimia, dan kombinasi keduanya.
a. Pemurnian Secara Fisik
Tujuan: memisahkan pengotor yang tidak larut dan mengurangi kadar air.
1. Pencucian dengan Brine / Air Jenuh NaCl
Prinsip: Larutan jenuh NaCl tidak dapat lagi melarutkan NaCl padat, tetapi masih dapat melarutkan pengotor yang kelarutannya lebih tinggi seperti MgCl₂ dan MgSO₄. Proses: Garam kasar dicuci dengan air tua pada bak pencuci sambil diaduk. Pengotor terlarut, kemudian larutan dibuang dan kristal ditiriskan. Metode ini paling banyak digunakan di tingkat industri garam rakyat karena murah dan efisien.
2. Penyaringan dan Sedimentasi
Larutan garam diendapkan untuk memisahkan lumpur, pasir, dan mikroalga.
3. Pengeringan
Kristal hasil cuci dikeringkan dengan rotary dryer atau di bawah matahari hingga kadar air <7%.
b. Pemurnian Secara Kimia
Digunakan untuk industri dengan target kemurnian >99%. Tujuan: mengendapkan ion Ca²⁺ dan Mg²⁺.
1. Pengendapan Ion Kalsium
Ditambahkan Natrium Karbonat (Na₂CO₃). Reaksi: $Ca^{2+} + Na2CO3 \rightarrow CaCO3 \downarrow + 2Na^+$ . Endapan CaCO₃ kemudian disaring.
2. Pengendapan Ion Magnesium
Ditambahkan Natrium Hidroksida (NaOH). Reaksi: $Mg^{2+} + 2NaOH \rightarrow Mg(OH)2 \downarrow + 2Na^+$ . Endapan Mg(OH)₂ kemudian disaring.
3. Penghilangan Ion Sulfat
Ditambahkan Barium Klorida (BaCl₂) untuk mengendapkan sulfat menjadi BaSO₄. Metode ini jarang digunakan karena Ba bersifat toksik dan mahal.
c. Pemurnian dengan Rekristalisasi
Prinsip: Melarutkan garam kasar dalam air, memurnikan larutannya secara kimia, kemudian mengkristalkan kembali. Metode ini menghasilkan garam dengan kemurnian >99,8% dan digunakan untuk garam farmasi dan laboratorium.
C. Alur Proses Pemurnian Garam Industri
1. Pelarutan: Garam kasar dilarutkan dalam air hingga jenuh.
2. Pemurnian Kimia: Penambahan Na₂CO₃ dan NaOH secara bertahap sambil diaduk dan dipanaskan 60-70°C.
3. Filtrasi: Larutan disaring untuk memisahkan endapan CaCO₃ dan Mg(OH)₂.
4. Penguapan: Larutan jernih diuapkan dengan vacuum evaporator hingga terbentuk kristal NaCl murni.
5. Sentrifugasi: Kristal dipisahkan dari larutan induk.
6. Pengeringan dan Pengayakan: Dikeringkan dan diayak sesuai ukuran yang diinginkan.
D. Parameter Keberhasilan Pemurnian
Keberhasilan diukur berdasarkan SNI 3556:2016 Garam Konsumsi Beryodium:
1.Kadar NaCl: Min. 94,7%
2 Kadar Air: Maks. 7,0%
3.Kadar Ca: Maks. 0,15%
4 Kadar Mg: Maks. 0,10%
5.Kadar SO₄:Maks. 0,5%
DAFTAR PUSTAKA
1. Winarno, F.G. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
2. Geankoplis, C.J. Transport Processes and Separation Process Principles. 4th Ed. Prentice Hall.
3. Fellows, P.J. Food Processing Technology: Principles and Practice. 4th Ed. Woodhead Publishing.
4. Badan Standardisasi Nasional. SNI 3556:2016 Garam Konsumsi Beryodium. BSN.
5. Kusnandar, F. "Teknologi Pemurnian Garam Rakyat untuk Meningkatkan Mutu." Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Vol. 21, No. 1, 2010.
6. Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. Petunjuk Teknis Peningkatan Mutu Garam Rakyat. KKP RI, 2020.
7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 9/PERMEN-KP/2017 tentang Standar Mutu Garam Rakyat.
8. Lide, D.R. CRC Handbook of Chemistry and Physics. 100th Ed. CRC Press. Bagian: Solubility of Inorganic Salts.
Komentar
Posting Komentar