PENYEBAB PENYAKIT TANAMAN / AGEN PENYEBAB

PENYEBAB PENYAKIT TANAMAN / AGEN PENYEBAB

Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.

Minggu, 2 Agustus 2026



Penyebab penyakit tanaman adalah semua faktor yang dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi fisiologis tanaman secara berkelanjutan. Secara ilmiah dibagi menjadi 2 kelompok besar: Biotik dan Abiotik.


A. PENYEBAB BIOTIK / PATOGEN 

Patogen adalah organisme hidup yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman inang yang rentan. Patogen memiliki kemampuan untuk menginfeksi, berkembang biak, dan menghasilkan gejala.

1. Jamur / Fungi  

Merupakan penyebab penyakit tanaman terbesar ± 70-80% dari seluruh penyakit tanaman.  Karakteristik: Eukariotik, berfilamen membentuk miselium, berkembang biak dengan spora, bersifat heterotrof.  Cara infeksi: Penetrasi langsung dengan apresorium, atau melalui luka dan stomata. Menghasilkan enzim selulase dan pektinase.  Contoh genus penting: Phytophthora, Pythium, Fusarium, Magnaporthe, Puccinia, Erysiphe  Contoh penyakit: Busuk daun kentang oleh Phytophthora infestans, Blas padi oleh Magnaporthe oryzae, Layu fusarium pada pisang.


2. Bakteri / Bacteria  

Karakteristik: Prokariotik, bersel satu, tidak memiliki klorofil. Ukuran 0.5 - 1.0 µm.  Cara infeksi: Masuk melalui luka, hidatoda, dan stomata. Berkembang dalam ruang antar sel dan pembuluh xilem. Menghasilkan eksopolisakarida yang menyumbat pembuluh.  Contoh genus penting: Xanthomonas, Pseudomonas, Ralstonia, Erwinia, Agrobacterium  Contoh penyakit: Hawar daun bakteri pada padi oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae, Layu bakteri pada tomat oleh Ralstonia solanacearum, Busuk lunak pada kubis oleh Erwinia carotovora.


3. Virus / Virus  

Karakteristik: Partikel infektif terkecil, bersifat obligat intraseluler, terdiri dari asam nukleat dan selubung protein. Tidak memiliki metabolisme sendiri.  Cara infeksi: Ditularkan oleh vektor serangga aphid, thrips, kutu kebul, mekanis, biji, dan bahan vegetatif.  Ciri gejala: Mosaik, klorosis, kerdil, deformasi, penurunan hasil.  Contoh: Rice tungro virus pada padi, Begomovirus pada cabai dan kedelai, Citrus tristeza virus pada jeruk.


4. Nematoda / Nematodes  

Karakteristik: Cacing gelang mikroskopis, berukuran 0.3 - 2.0 mm. Memiliki stylet untuk menusuk sel tanaman.  Cara infeksi: Menyerang akar, menghisap isi sel, dan menginduksi pembentukan sel raksasa.  Contoh genus penting: Meloidogyne, Heterodera, Radopholus, Bursaphelenchus  Contoh penyakit: Puru akar pada tomat oleh Meloidogyne spp., Nematoda kista pada kedelai oleh Heterodera glycines, Layu pinus oleh Bursaphelenchus xylophilus.


5. Fitoplasma dan Viroid  

a.Fitoplasma: Prokariotik tanpa dinding sel. Hidup di floem. Ditularkan oleh wereng dan leafhopper. Gejala: menguning, kerdil, proliferasi tunas, sapu penyihir.  Contoh: Penyakit kerdil rumput tebu, penyakit kuning pada kelapa.  

b.Viroid: Molekul RNA sirkular rantai tunggal tanpa selubung protein.  Contoh: Potato spindle tuber viroid menyebabkan umbi kentang memanjang.




B. PENYEBAB ABIOTIK / NON-PATOGEN

Penyebab abiotik tidak bersifat menular dan tidak melibatkan organisme hidup. Penyakit ini bersifat fisiologis.

1. Faktor Edafik / Tanah  

a. Defisiensi Unsur Hara: N menyebabkan klorosis, P menyebabkan daun keunguan, K menyebabkan nekrosis tepi daun.  

b  Toksisitas: Keracunan Al dan Mn pada pH rendah, keracunan garam pada tanah salin.  

c. pH Tanah: Terlalu asam atau basa mengganggu penyerapan hara.


2. Faktor Iklim dan Cuaca  

a. Suhu Ekstrem: Suhu tinggi menyebabkan terbakar, suhu rendah menyebabkan chilling injury.  

b. Air: Kekeringan menyebabkan layu permanen, genangan menyebabkan hipoksia dan busuk akar.  

c  Angin dan Hujan Es: Menyebabkan luka mekanis sebagai pintu masuk patogen.


3. Faktor Lain  

a. Polusi Udara: O3, SO2, NOx menyebabkan bercak nekrotik pada daun.  

b. Keracunan Pestisida: Dosis berlebih menyebabkan fitotoksisitas.  

c. Kerusakan Mekanis: Luka akibat alat pertanian dan hama.  

d. Gangguan Fisiologis: Blossom end rot pada tomat karena defisiensi Ca, pecah buah karena fluktuasi air.




C. KONSEP INTERAKSI: SEGITIGA PENYAKIT

Perlu ditekankan bahwa keberadaan agen penyebab saja tidak cukup untuk menimbulkan penyakit. Harus didukung oleh inang yang rentan dan lingkungan yang mendukung. Ketiga faktor ini dikenal sebagai Disease Triangle.



DAFTAR PUSTAKA

   Agrios, G.N. (2005). Plant Pathology. 5th Edition. Elsevier Academic Press, San Diego.  

   Semangun, H. (2000). Penyakit-penyakit Tanaman Pangan di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.  

   Widodo. (2011). Pengantar Fitopatologi. Bayumedia Publishing, Malang.  

   Dean, R. et al. (2012). "The Top 10 Fungal Pathogens in Molecular Plant Pathology". Molecular Plant Pathology, 13(4): 414-430.     DOI: 10.1111/j.1364-3703.2011.00783.x

   Mansfield, J. et al. (2012). "Top 10 Plant Pathogenic Bacteria in Molecular Plant Pathology". Molecular Plant Pathology, 13(6): 614-629.  DOI: 10.1111/j.1364-3703.2012.00804.x

   Scholthof, K.B.G. et al. (2011). "Top 10 Plant Viruses in Molecular Plant Pathology". Molecular Plant Pathology, 12(9): 938-954.     DOI: 10.1111/j.1364-3703.2011.00752.x



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab