PENYEBARAN GULMA

 

m



Penyebaran gulma adalah proses berpindahnya biji, buah, propagul vegetatif, atau bagian tanaman gulma dari suatu tempat ke tempat lain. Penyebaran merupakan faktor utama yang menyebabkan munculnya gulma baru pada suatu lahan dan perluasan wilayah gulma invasif. Berbeda dengan "persebaran" yang bersifat statis dan menggambarkan pola distribusi geografis, "penyebaran" bersifat dinamis dan terjadi setiap musim tanam.


A. CARA PENYEBARAN GULMA

Penyebaran gulma dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu penyebaran secara alami dan penyebaran secara antropogenik.


1. Penyebaran Secara Alami

Penyebaran ini terjadi tanpa campur tangan manusia.

a.  Anemokori / Penyebaran oleh Angin  

Biji atau buah memiliki struktur khusus seperti sayap, rambut, atau sangat ringan sehingga mudah terbawa angin.  Ciri: Produksi biji sangat banyak dan berukuran kecil.  Contoh: Chromolaena odorata / kirinyuh, Mikania micrantha / putri malu hutan, Sonchus arvensis.  Jarak sebar dapat mencapai ratusan meter hingga >1 km.


b.  Hidrokori / Penyebaran oleh Air  

Biji atau bagian vegetatif tahan terhadap pembusukan di air dan dapat mengapung.  Terjadi melalui air hujan, aliran permukaan, saluran irigasi, dan banjir.  Contoh: Eichhornia crassipes / eceng gondok, Salvinia molesta, Monochoria vaginalis, Echinochloa crus-galli.  Merupakan jalur utama penyebaran gulma pada lahan sawah.


c.  Zookori / Penyebaran oleh Hewan  

1) Eksozookori: Biji memiliki kait atau duri sehingga menempel pada bulu, kaki, atau tubuh hewan. Contoh: Mimosa pudica / putri malu, Desmodium sp.  

2) Endozookori: Biji dimakan hewan lalu dikeluarkan bersama kotoran dalam kondisi masih dapat berkecambah. Contoh: Lantana camara, Solanum nigrum.  

3) Melalui serangga: Semut membawa biji ke sarangnya.


d.  Barokori / Penyebaran Mekanis  

Buah polong meletus sendiri dan melontarkan biji ke segala arah.  Contoh: Crotalaria sp., Impatiens sp.. Jarak sebar relatif pendek, 1-5 meter.



2. Penyebaran Secara Antropogenik / oleh Manusia

Ini merupakan jalur utama penyebaran gulma jarak jauh dan penyebab munculnya gulma invasif di wilayah baru.

a.  Melalui Benih Kotor  

Biji gulma tercampur dalam benih tanaman budidaya yang tidak bersertifikat.  Contoh: Biji Fimbristylis miliacea tercampur dalam benih padi.  Ini adalah jalur penyebaran paling efektif antar daerah dan antar negara.


b.  Melalui Alat dan Mesin Pertanian  

Potongan rimpang Imperata cylindrica, umbi Cyperus rotundus, dan stolon Cynodon dactylon terbawa pada bajak, traktor, dan cangkul dari lahan yang terkontaminasi ke lahan bersih.


c.  Melalui Media Tanam dan Bahan Organik  

Potongan gulma terbawa dalam pupuk kandang, kompos, dan media tanam dalam polybag.


d.  Melalui Kendaraan dan Perdagangan  

Biji menempel pada ban truk, kontainer, dan karung. Gulma invasif Mikania micrantha masuk ke Indonesia diduga melalui jalur perdagangan tanaman hias.


e.  Melalui Irigasi dan Saluran Drainase  

Air irigasi membawa biji dan propagul gulma air ke petak sawah yang lebih rendah.



3. Penyebaran Secara Vegetatif

Terjadi melalui perpindahan bagian tanaman yang mampu membentuk tanaman baru.  

a.Alat: rimpang, stolon, umbi, geragih, dan fragmentasi batang.  

b.Ciri: Jarak sebar pendek, umumnya di dalam satu hamparan lahan, tetapi sangat efektif.  

c.Contoh: Pengolahan tanah memotong rimpang alang-alang menjadi puluhan potongan, yang masing-masing akan tumbuh menjadi rumpun baru.  

d.Contoh gulma: Cyperus rotundus / teki, Cynodon dactylon / grinting, Panicum repens.




B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENYEBARAN

1.  Karakteristik Biji Gulma: Ukuran, berat, bentuk, dan adanya dormansi.  

2.  Produktivitas Biji: Semakin banyak biji yang dihasilkan, semakin besar peluang penyebaran.  

3.  Aktivitas Manusia: Intensitas pengolahan tanah, lalu lintas alat, dan perdagangan benih.  

4.  Kondisi Lingkungan: Arah angin, pola aliran air, dan keberadaan vektor hewan.




C. DAMPAK PENYEBARAN GULMA

1.  Penyebaran Gulma Baru: Menyebabkan gulma non-lokal masuk ke agroekosistem baru.  

2.  Peningkatan Bank Biji Tanah: Setiap musim penyebaran menambah cadangan biji di dalam tanah.  

3.  Munculnya Gulma Karantina: Penyebaran antar negara dapat memasukkan gulma yang ditetapkan sebagai OPTK.  

4.  Meningkatnya Biaya Pengendalian: Lahan yang awalnya bersih menjadi terkontaminasi sehingga biaya pengendalian naik.




D.UPAYA MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN GULMA

1.  Preventif: Menggunakan benih bersertifikat, sanitasi alat pertanian, dan karantina tumbuhan.  

2.  Kultur Teknis: Membersihkan gulma sebelum berbiji untuk memutus produksi biji.  

3.  Sanitasi Lahan: Membersihkan saluran irigasi dan pematang dari gulma.




DAFTAR PUSTAKA

1.  Moesdijono, S., Suhardjo, & Wibowo, S. 2006. Ilmu Gulma. RajaGrafindo Persada. Jakarta. 

2.  Tjitrosemito, G. 2003. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Penebar Swadaya. Jakarta.

3.  Radosevich, S.R., Holt, J.S., & Ghersa, C.M. 2007. Weed Ecology: Implications for Management. 3rd Edition. Wiley. USA. 

4.  Zimdahl, R.L. 2018. Fundamentals of Weed Science. 5th Edition. Academic Press. USA.

5.  Benvenuti, S. 2007. Weed Seed Movement and Dispersal Strategies in Arable Land. Weed Science, 55(3): 261-267. https://doi.org/10.1614/WS-06-175.1

6.  Vitou, J., et al. 2002. Seed Dispersal by Wind and Water in Agricultural Landscapes. Weed Research, 42(2): 103-111.

7.  Sastroutomo, S.S. 1995. Penyebaran Gulma Invasif di Indonesia. Jurnal Ilmu Gulma dan Pengendalian Gulma Indonesia, 2(1): 1-9.

8.  Chee-Sanford, J.C., et al. 2006. Seed Banks and Weed Management. Weed Science, 54(3): 419-428.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab