PERSEBARAN GULMA

 




Persebaran gulma mengacu pada pola penyebaran dan penyebaran jenis gulma pada suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Pemahaman persebaran gulma penting untuk kegiatan karantina, pemetaan, dan perencanaan pengendalian.


A. PENGERTIAN PERSEBARAN GULMA

  Persebaran Gulma / Distribution: Pola penyebaran suatu jenis gulma pada area geografis tertentu. Bersifat relatif tetap dan dipengaruhi oleh faktor ekologi dan sejarah. Contoh: Imperata cylindrica tersebar luas di seluruh wilayah tropis.




B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN GULMA

Persebaran gulma ditentukan oleh interaksi 3 faktor utama:

a. Faktor Iklim  

Iklim merupakan faktor pembatas utama persebaran secara global.  

1.Suhu: Gulma tropis seperti Chromolaena odorata tidak dapat hidup di daerah subtropis yang memiliki musim dingin.  

2. Curah Hujan: Echinochloa crus-galli dominan di lahan basah, sedangkan Cenchrus echinatus dominan di lahan kering.  

3. Intensitas Cahaya dan Panjang Hari: Mempengaruhi pembungaan dan perkecambahan.


b. Faktor Edafik / Tanah  

1.pH Tanah: Imperata cylindrica dominan pada tanah masam pH 4-5.  

2  Kesuburan: Portulaca oleracea dan Amaranthus sp. dominan pada tanah subur kaya N.  

3. Drainase: Fimbristylis miliacea dan Monochoria vaginalis dominan pada lahan tergenang.  

4. Tekstur Tanah: Cyperus rotundus lebih dominan pada tanah liat.


c. Faktor Biotik dan Manusia  

1. Kompetisi: Gulma yang lebih kompetitif akan menggeser gulma lain.  

2 Aktivitas Manusia: Merupakan faktor terpenting penyebaran jarak jauh. Pembukaan lahan, perdagangan benih, dan alat pertanian menjadi jalur utama.  

3. Hewan: Burung dan ternak menyebarkan biji melalui kotoran.




C. POLA PERSEBARAN GULMA DI LAPANGAN

1.  Pola Acak / Random: Individu tersebar tanpa pola tertentu. Terjadi jika faktor lingkungan homogen.  

2.  Pola Mengelompok / Clumped: Individu berkumpul pada satu titik. Umum terjadi karena penyebaran terbatas dan kondisi mikro cocok. Contoh: rumpun teki dari satu umbi.  

3.  Pola Teratur / Uniform: Jarang terjadi, biasanya akibat kompetisi kuat.




D.GULMA INVASIF DAN GULMA KARANTINA

Gulma yang memiliki daya sebar tinggi dan tidak memiliki musuh alami di tempat baru disebut gulma invasif.  Contoh di Indonesia: Chromolaena odorata / kirinyuh, Mikania micrantha / putri malu hutan, Eichhornia crassipes / eceng gondok.  Pemerintah melalui Permentan No. 03/2013 menetapkan daftar Gulma Karantina untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.



E.IMPLIKASI PERSEBARAN GULMA TERHADAP PENGENDALIAN

1.  Preventif: Sanitasi alat, penggunaan benih bersertifikat, dan karantina untuk mencegah masuknya gulma baru.  

2.  Pemetaan: Mengetahui jenis gulma dominan di suatu wilayah untuk memilih herbisida yang tepat.  

3.  Pengendalian Terpadu: Memutus jalur penyebaran melalui kebersihan lahan dan alat.


-

DAFTAR PUSTAKA

1.  Moesdijono, S., Suhardjo, & Wibowo, S. 2006. Ilmu Gulma. RajaGrafindo Persada. Jakarta. 

2.  Tjitrosemito, G. 2003. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Penebar Swadaya. Jakarta. 

3.  Holm, L., Doll, J., Holm, E., Pancho, J., & Herberger, J. 1997. World Weeds: Natural Histories and Distribution. John Wiley & Sons. USA.

4.  Zimdahl, R.L. 2018. Fundamentals of Weed Science. 5th Edition. Academic Press. USA. 

5.  Benvenuti, S. 2007. Weed Seed Movement and Dispersal Strategies in Arable Land. Weed Science, 55(3): 261-267. https://doi.org/10.1614/WS-06-175.1

6.  Rejmanek, M., & Richardson, D.M. 1996. What Attributes Make Some Plant Species More Invasive?. Ecology, 77(6): 1655-1661.

7.  Sastroutomo, S.S. 1995. Gulma Invasif di Indonesia dan Pengelolaannya. Jurnal Ilmu Gulma dan Pengendalian Gulma Indonesia, 2(1): 1-9.

8.  Rao, A.N., & Nagamani, A. 2010. Dispersal of Weed Seeds and Their Impact on Crop Production. Indian Journal of Weed Science, 42(1&2): 1-10.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab