RUANG LINGKUP AGRONOMI


Ruang lingkup agronomi mencakup seluruh aspek pengelolaan tanaman budidaya dan lingkungannya dari hulu ke hilir, dengan pendekatan sistem dan interdisipliner. Secara ilmiah, agronomi menjembatani ilmu dasar dengan praktik produksi lapang.


a. Ruang Lingkup Berdasarkan Tahapan Produksi

Berdasarkan siklus budidaya, agronomi meliputi 6 komponen utama:

1. Pengadaan Benih dan Bibit

   Meliputi seleksi varietas, produksi benih bersertifikat, pengujian daya kecambah, vigor, dan penyimpanan. Kaitannya dengan pemuliaan tanaman, fisiologi benih, dan teknologi benih.

2. Penyiapan Lahan

   Pengelolaan sifat fisik, kimia, biologi tanah. Mencakup olah tanah konservasi, reklamasi lahan marginal, drainase, perbaikan pH, dan pemberian bahan organik. Terkait ilmu tanah dan mekanisasi pertanian.

3. Penanaman

   Penentuan waktu tanam berdasarkan iklim, sistem tanam, jarak tanam, populasi optimal, dan metode tanam. Tujuannya memaksimalkan intersepsi radiasi matahari dan efisiensi penggunaan lahan.

4. Pemeliharaan Tanaman

   a.) Pemupukan

 Penentuan jenis, dosis, waktu, cara aplikasi pupuk berdasarkan status hara tanah dan kebutuhan tanaman. Konsep 5T: Tepat jenis, dosis, waktu, cara, tempat.



   b.) Pengairan

Manajemen air irigasi dan drainase. Konsep neraca air, kebutuhan air tanaman, efisiensi irigasi.

   c)  Pengendalian OPT

Gulma, hama, penyakit dengan pendekatan PHT berbasis ekologi.

   d)  Pengelolaan cekaman abiotik

Kekeringan, genangan, salinitas, suhu ekstrem.

5. Pemanenan

   Penentuan kriteria masak fisiologis, umur panen optimal, metode panen untuk menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu. Terkait fisiologi pascapanen.

6. Pemasaran

   Aspek pascapanen, sortasi, grading, pengemasan, penyimpanan, hingga analisis usahatani. Meski lebih ke sosek, agronomi ikut menentukan mutu yang berpengaruh ke harga.


b. Ruang Lingkup Berdasarkan Cabang Ilmu

Untuk mencapai tujuan produksi, agronomi mengintegrasikan:

1.   Ilmu Tanah

Kesuburan, klasifikasi, konservasi tanah sebagai media tumbuh

2. Fisiologi Tanaman

Mekanisme pertumbuhan, fotosintesis, partisi asimilat

3. Klimatologi Pertanian

Analisis iklim, kalender tanam, prediksi hasil


4. Ekologi Tanaman

Interaksi tanaman-lingkungan, kompetisi gulma, sistem tanam

5. Genetika & Pemuliaan

Penyediaan varietas unggul sesuai target lingkungan

6. Ilmu Gulma, Hama, Penyakit

Strategi PHT untuk menekan kehilangan hasil

7. Mekanisasi

Efisiensi olah tanah, tanam, panen

8  Sosial Ekonomi

Kelayakan teknologi, adopsi, analisis usahatani


c. Ruang Lingkup Berdasarkan Skala & Sistem

1. Skala genotipe

Pemilihan varietas untuk lingkungan spesifik

2. Skala petak

Manajemen hara, air, OPT di tingkat lapang

3. Skala usahatani

Rotasi, tumpangsari, integrasi ternak-tanaman

4. Skala wilayah

 Zonasi agroekologi, kalender tanam regional, dampak lingkungan

5. Skala global

 Model simulasi tanaman, mitigasi & adaptasi perubahan iklim



DAFTAR PUSTAKA


Cassman, K. G. (1999). Ecological intensification of cereal production systems: Yield potential, soil quality, and precision agriculture. PNAS, 96(11), 5952–5959.

Evans, L. T. (1993). Crop evolution, adaptation and yield. Cambridge University Press.

Evans, L. T. (1998). Feeding the ten billion: Plants and population growth. Cambridge University Press.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1985). Physiology of crop plants. Iowa State University Press.

Harjadi, S. S. (2002). Pengantar agronomi. Gramedia Pustaka Utama.

Jurnal Agronomi Indonesia. (2020). Edisi khusus “Agronomi Berkelanjutan”. PERAGI & IPB.

Liebig, J. von. (1840). Organic chemistry in its applications to agriculture and physiology.

Loomis, R. S., & Connor, D. J. (1992). Crop ecology: Productivity and management in agricultural systems. Cambridge University Press.

Poerwowidodo. (1992). Metode pengkajian tanah. Fakultas Kehutanan IPB.

Russell, E. W. (1973). Soil conditions and plant growth (10th ed.). Longman.

Sinclair, T. R., & Rufty, T. W. (2012). Historical evolution of the major agronomic innovations. Agronomy Journal, 104(5), 1203–1210.

Sitompul, S. M., & Guritno, B. (1995). Analisis pertumbuhan tanaman. UGM Press.

van Ittersum, M. K., & Rabbinge, R. (1997). Concepts in production ecology for analysis and quantification of agricultural input-output combinations. Field Crops Research, 52(3), 197–208.

van Ittersum, M. K., Cassman, K. G., Grassini, P., Wolf, J., Tittonell, P., & Hochman, Z. (2013). Yield gap analysis with local to global relevance—A review. Field Crops Research, 143, 4–17.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab