SIKLUS PENYAKIT TANAMAN / DISEASE CYCLE
SIKLUS PENYAKIT TANAMAN / DISEASE CYCLE
Oleh : SRI RAHAYU, S.Pd.
Minggu, 2 Agustus 2026
Siklus penyakit tanaman adalah rangkaian peristiwa yang berurutan dan berulang yang dialami oleh patogen, mulai dari inokulasi awal sampai terbentuknya inokulum baru yang dapat menginfeksi tanaman berikutnya. Siklus ini penting dipahami karena menjadi dasar penyusunan strategi pengendalian. Jika salah satu tahap dalam siklus dapat diputus, maka epidemi penyakit dapat dicegah.
A. TAHAPAN UMUM SIKLUS PENYAKIT
Secara umum, siklus penyakit biotik terdiri dari 6 tahapan utama:
Tahap 1: Inokulum / Inoculum
Inokulum adalah bagian patogen yang dapat menyebabkan infeksi. Bentuknya dapat berupa spora jamur, sel bakteri, partikel virus, larva nematoda, atau miselium. Sumber inokulum dapat berasal dari: sisa tanaman sakit, tanah, benih, bahan vegetatif, gulma inang alternatif, dan vektor. Contoh: Konidia Magnaporthe oryzae di sisa jerami padi, umbi kentang terinfeksi Ralstonia solanacearum.
Tahap 2: Penyerbaran / Dispersal
Proses perpindahan inokulum dari sumber ke tanaman inang. Agen penyebaran: Angin, air, percikan hujan, serangga vektor, manusia, alat pertanian, dan hewan. Contoh: Spora Phytophthora infestans terbawa angin, bakteri Xanthomonas tersebar oleh percikan air hujan.
Tahap 3: Inokulasi / Inoculation
Proses kontak dan deposisi inokulum pada permukaan tanaman inang yang rentan. Keberhasilan inokulasi dipengaruhi oleh kerapatan inokulum dan kondisi lingkungan.
Tahap 4: Penetrasi / Penetration
Masuknya patogen ke dalam jaringan tanaman inang.
Cara penetrasi:
1. Langsung: Melalui kutikula dan epidermis dengan alat khusus seperti apresorium pada jamur.
2. Tidak langsung: Melalui luka, stomata, hidatoda, dan lentisel. Bakteri dan virus umumnya memerlukan luka. Nematoda menggunakan stylet untuk menusuk.
Tahap 5: Infeksi dan Kolonisasi / Infection and Colonization
Setelah penetrasi, patogen berkembang biak dan menyebar dalam jaringan tanaman. Pada tahap ini terjadi interaksi patogen-inang yang menghasilkan gejala. Lamanya waktu dari inokulasi sampai muncul gejala disebut masa inkubasi. Contoh: Fusarium oxysporum mengkolonisasi pembuluh xilem sehingga menyebabkan layu.
Tahap 6: Pembentukan Inokulum Baru dan Penyerbaran Ulang / Reproduction and Dispersal
Patogen bereproduksi dalam jaringan sakit dan menghasilkan inokulum baru. Inokulum ini kemudian keluar dari tanaman untuk menginfeksi tanaman lain, sehingga siklus berulang. Contoh: Konidia jamur keluar dari bercak daun, bakteri keluar bersama eksudat.
B. JENIS SIKLUS PENYAKIT BERDASARKAN JUMLAH SIKLUS
1.Siklus Monosiklik / Monocyclic Disease
Hanya terjadi 1 siklus infeksi dalam satu musim tanam. Kecepatan perkembangan penyakit lambat. Contoh: Penyakit busuk buah oleh Rhizopus, penyakit layu fusarium.
2. Siklus Polisiklik / Polycyclic Disease
Terjadi beberapa kali siklus infeksi dalam satu musim tanam. Kecepatan perkembangan penyakit sangat cepat dan dapat menyebabkan epidemi. Contoh: Blas padi oleh Magnaporthe oryzae, Karat daun oleh Puccinia spp.
C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKLUS PENYAKIT
Keberhasilan setiap tahap dalam siklus sangat dipengaruhi oleh Segitiga Penyakit:
1. Inang: Umur, kerentanan, dan status fisiologi.
2. Patogen: Virulensi, jumlah inokulum, dan daya tahan.
3. Lingkungan: Suhu, kelembaban, curah hujan, dan angin.
D. CONTOH SIKLUS PENYAKIT: BLAS PADA PADI OLEH Magnaporthe oryzae
1. Inokulum: Konidia dari sisa tanaman sakit di tanah.
2. Penyerbaran: Konidia terbawa angin pada malam hari dengan kelembaban tinggi.
3. Inokulasi: Konidia menempel pada permukaan daun padi.
4. Penetrasi: Konidia berkecambah membentuk apresorium dan menembus epidermis.
5. Infeksi: Miselium berkembang dan membentuk bercak belah ketupat dalam 5-7 hari.
6. Reproduksi: Pada bercak terbentuk konidia baru dalam 24 jam. Konidia ini menyebar dan menginfeksi daun lain.
DAFTAR PUSTAKA
Agrios, G.N. (2005). Plant Pathology. 5th Edition. Elsevier Academic Press, San Diego.
Widodo. (2011). Pengantar Fitopatologi. Bayumedia Publishing, Malang.
Tjitrosoedirdjo, S. (2016). Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. IPB Press, Bogor.
Campbell, C.L. & Madden, L.V. (1990). Introduction to Plant Disease Epidemiology. John Wiley & Sons, New York.
Kranz, J. (2003). "Comparative Epidemiology of Plant Diseases". Annual Review of Phytopathology, 41: 1-20. DOI: 10.1146/annurev.phyto.41.121702.102837
Komentar
Posting Komentar