STRATEGI PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN
A.Pengertian
Strategi pengendalian penyakit tanaman adalah kerangka kerja atau rencana jangka panjang dalam menanggulangi penyakit berdasarkan karakteristik patogen, biologi tanaman inang, kondisi lingkungan, dan aspek sosial-ekonomi. Strategi menentukan "kapan, di mana, dan bagaimana" suatu metode pengendalian diterapkan. Strategi berbeda dengan taktik. Strategi bersifat umum dan preventif, sedangkan taktik bersifat spesifik dan operasional di lapangan.
B. Dasar Penentuan Strategi
Penentuan strategi didasarkan pada 3 aspek utama:
1. Siklus Hidup Patogen: Sumber inokulum, cara penyebaran, dan kondisi yang mendukung infeksi.
2. Segitiga Penyakit: Titik lemah mana dari komponen inang-patogen-lingkungan yang paling mungkin diputus.
3. Tujuan Pengendalian: Apakah tujuannya pencegahan, penekanan, atau pemberantasan total.
C. Jenis-Jenis Strategi Pengendalian Penyakit Tanaman
Secara umum terdapat 3 strategi utama, yaitu:
1. Strategi Preventif / Pencegahan
a.Tujuan
Mencegah agar patogen tidak bertemu dengan inang atau mencegah terjadinya infeksi.
b.Kegiatan
1)Penghindaran: Menanam pada waktu dan lokasi yang tidak mendukung perkembangan penyakit. Contoh: menanam kentang di dataran tinggi untuk menghindari penyakit layu bakteri.
2). Pengusiran / Eksklusi: Mencegah masuknya patogen ke wilayah baru melalui karantina tumbuhan, sertifikasi benih, dan pemeriksaan.
3) Penggunaan Varietas Tahan: Menanam kultivar yang secara genetik resisten terhadap ras patogen yang dominan di daerah tersebut.
4). Sanitasi: Pemusnahan sisa tanaman sakit, gulma inang, dan sterilisasi alat sebelum musim tanam.
2.Strategi Kuratif / Penyembuhan
a.Tujuan
Menekan perkembangan penyakit setelah infeksi terjadi, agar tidak meluas dan menyebabkan kerugian ekonomi.
b.Kegiatan:
1) Aplikasi Fungisida/Bakterisida Sistemik: Digunakan setelah gejala muncul. Contoh: Metalaksil untuk Phytophthora pada kakao.
2). Pemangkasan Bagian Sakit: Memotong dan memusnahkan cabang, daun, atau buah yang terinfeksi untuk mengurangi sumber inokulum sekunder.
3.) Terapi Panas: Perendaman bahan tanaman dalam air panas untuk membunuh patogen internal.
4. )Peningkatan Kesehatan Tanaman: Pemupukan dan pengairan untuk membantu tanaman pulih.
3.Strategi Eradikatif / Pemberantasan
a.Tujuan
Menghilangkan total sumber inokulum patogen dari suatu area.
b.Kegiatan
1)Eradikasi Tanaman: Pencabutan dan pemusnahan seluruh tanaman yang terinfeksi. Contoh: penebangan pohon kelapa sawit terinfeksi Ganoderma.
2) Fumigasi Tanah: Penggunaan bahan fumigan untuk membunuh patogen tular tanah sebelum tanam.
3). Solarisasi Tanah: Meningkatkan suhu tanah untuk mematikan propagul patogen.
4). Rotasi dengan Tanaman Non-Inang: Memutus siklus hidup patogen obligat selama 2-3 musim.
C. Pendekatan Strategi Berdasarkan Sifat Patogen
1. Patogen Tular Tanah : Strategi utama adalah eradikasi melalui solarisasi, fumigasi, dan penggunaan agens hayati antagonis.
2. Patogen Tular Udara : Strategi utama adalah preventif dengan fungisida protektif dan pengaturan mikroklimat.
3. Patogen Tular Benih : Strategi utama adalah eksklusi melalui sertifikasi dan perlakuan benih.
4. Patogen Tular Vektor : Strategi utama adalah pengendalian vektor + penggunaan varietas tahan.
D. Strategi dalam Konteks Pengendalian Penyakit Terpadu
Dalam PPT, strategi yang digunakan adalah kombinasi. Urutannya: Preventif > Kuratif > Eradikatif. Pengendalian kimia hanya digunakan sebagai taktik dalam strategi kuratif, dan hanya jika ambang ekonomi terlampaui.
DAFTAR PUSTAKA
1. Agrios, G.N. Plant Pathology. Edisi ke-5. Academic Press, 2005.
2. Agrios, G.N. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Edisi ke-5. Gadjah Mada University Press, 2005.
3. Semangun, H. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, 2008.
4. Zadoks, J.C. & Schein, R.D. Epidemiology and Plant Disease Management. Oxford University Press, 1979.
5. van den Bosch, F. et al. "The Basic Reproduction Number of Plant Pathogens: Concept, Measurement, Management." Phytopathology, 2020.
6. Madden, L.V. & Hughes, G. "Plant Disease Management: Principles and Practice." Annual Review of Phytopathology, 1994.
7. Gottwald, T.R. "Epidemiology and Management of Citrus Huanglongbing." Annual Review of Phytopathology, 2010.
8. Katan, J. "Soil and Plant Health: The Role of Soilborne Pathogens and Their Management." European Journal of Plant Pathology, 2017.
Komentar
Posting Komentar