TAKTIK PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN

 





Taktik pengendalian penyakit tanaman adalah tindakan operasional dan spesifik yang dilakukan di lapangan sebagai penjabaran dari suatu strategi. Jika strategi menjawab "apa yang akan dilakukan", maka taktik menjawab "bagaimana cara melakukannya, kapan, dan dengan apa".Taktik bersifat teknis, terukur, dan dapat diubah sesuai kondisi lapangan, musim, dan perkembangan penyakit.



A.Taktik Pengendalian Kultur Teknis

Taktik ini memodifikasi lingkungan budidaya agar tidak menguntungkan patogen.

1. Taktik Rotasi Tanaman: Menanam padi-palawija untuk memutus siklus Sclerotium pada bawang merah.

2. Taktik Sanitasi: Pengumpulan dan pembakaran daun pisang yang terserang Sigatoka setiap 2 minggu.

3. Taktik Pengaturan Jarak Tanam: Jarak tanam 40x40 cm pada cabai untuk meningkatkan sirkulasi udara dan menurunkan kelembaban.

4. Taktik Pengelolaan Air: Sistem drainase dan penggenangan berselang pada padi untuk menekan Pythium.

5. Taktik Waktu Tanam: Menunda tanam jagung 2 minggu untuk menghindari puncak populasi vektor virus.




B. Taktik Pengendalian Fisik dan Mekanik

Taktik yang menggunakan energi fisik untuk membunuh atau menghalangi patogen.

1. Taktik Solarizasi Tanah: Penutupan bedengan dengan plastik UV selama 6 minggu pada musim kemarau.

2. Taktik Perlakuan Panas Benih: Perendaman benih padi dalam air 53°C selama 15 menit untuk Xanthomonas.

3. Taktik Penggunaan Mulsa: Mulsa plastik perak untuk mencegah percikan spora Colletotrichum pada cabai.

4. Taktik Pemangkasan: Pemangkasan sanitasi pada ranting kakao terserang Phytophthora.




C. Taktik Pengendalian Biologi

Taktik yang menggunakan organisme hidup untuk menekan patogen.

1. Taktik Aplikasi Agens Hayati: Penyemprotan Trichoderma harzianum 10 g/L ke tanah 1 minggu sebelum tanam.

2. Taktik Konservasi Musuh Alami: Penanaman bunga refugia untuk mempertahankan Pseudomonas fluorescens di rhizosfer.

3. Taktik Inokulasi Mikoriza: Perlakuan bibit kelapa sawit dengan Glomus sp. untuk meningkatkan ketahanan terhadap Ganoderma.

4. Taktik Biofumigasi: Pencacahan tanaman Brassica dan pencampuran ke tanah untuk menghasilkan isothiocyanate.




D.Taktik Pengendalian Kimia

Taktik ini dilakukan secara bijaksana dan berdasarkan ambang aksi.

1. Taktik Aplikasi Protektif: Penyemprotan Mancozeb 2 g/L setiap 7 hari pada musim hujan untuk mencegah Alternaria pada kentang.

2. Taktik Aplikasi Kuratif: Penyemprotan Azoxystrobin setelah gejala bercak daun muncul pada jagung.

3. Taktik Rotasi Fungisida: Rotasi FRAC code setiap 2 kali aplikasi untuk mencegah resistensi.

4. Taktik Perlakuan Benih: Pelapisan benih dengan Metalaksil untuk penyakit rebah kecambah.



E.Taktik Pengendalian Genetik

1. Taktik Penggunaan Varietas Tahan: Menanam varietas padi Inpari 42 tahan blas dan hawar daun bakteri.

2. Taktik Perakitan Varietas: Persilangan kembali untuk memindahkan gen ketahanan ke varietas lokal unggul.




F. Taktik Pengendalian Hukum/Karantina

1. Taktik Sertifikasi Benih: Penggunaan benih kentang kelas G0 yang bebas Ralstonia.

2. Taktik Area Bebas Penyakit: Penetapan zona bebas Citrus Vein Phloem Degeneration di sentra jeruk.




G. Kriteria Pemilihan Taktik

Pemilihan taktik harus mempertimbangkan:

1. Efektivitas: Seberapa besar taktik dapat menekan penyakit.

2. Ekonomi: Rasio biaya dengan keuntungan yang diperoleh.

3. Ekologi: Dampak terhadap lingkungan dan organisme non-sasaran.

4. Sosial: Kemudahan penerapan dan penerimaan petani.

5. Waktu: Kecepatan taktik bekerja terhadap siklus patogen.




H. Contoh Integrasi Taktik dalam PPT Cabai

a.Strategi: Preventif + Kuratif  

b.Taktik: 

1. Benih bebas virus + perlakuan panas

2. Mulsa plastik + jarak tanam lebar 

3. Aplikasi Bacillus subtilis tiap 2 minggu

4. Pemantauan thrips sebagai vektor virus

5. Penyemprotan fungisida tembaga hanya jika intensitas bercak >10%



DAFTAR PUSTAKA

1. Agrios, G.N. Plant Pathology. Edisi ke-5. Academic Press, 2005.  

2. Agrios, G.N. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Edisi ke-5. Gadjah Mada University Press, 2005.  

3. Semangun, H. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, 2008.  

4. Nutter Jr, F.W. "The Role of Epidemiology in Disease Management." Plant Pathology, 1999.  

5. Cook, R.J. "Biological Control and Crop Production." Biological Control, 1993.  

6. Katan, J. "Solar Heating (Solarization) of Soil for Control of Soilborne Pests." Annual Review of Phytopathology, 1981.  

7. Brent, K.J. & Hollomon, D.W. "Fungicide Resistance in Crop Pathogens: How Can It Be Managed?" FRAC Monograph No. 1, 2007.  

8. van Lenteren, J.C. "The State of Commercial Augmentative Biological Control." BioControl, 2012.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Buah-Buahan Dalam Bahasa Arab

Yuk Mengenal Warna Dalam Bahasa Jerman..!!

Belajar Nama-Nama Kendaraan Dalam Bahasa Arab