DAMPAK PENGOLAHAN TANAH TERHADAP SIFAT TANAH
Pengolahan tanah merupakan intervensi mekanis terhadap tanah yang secara langsung mengubah karakteristik fisik, kimia, dan biologi tanah. Dampaknya dapat bersifat positif maupun negatif tergantung pada intensitas, kedalaman, waktu, dan jenis alat yang digunakan. Menurut Arsyad, S. 2010: "Pengolahan tanah yang tidak bijaksana akan merusak struktur tanah, meningkatkan erosi, dan menurunkan produktivitas tanah dalam jangka panjang."
A.Dampak Terhadap Sifat Fisik Tanah
Sifat fisik adalah yang paling cepat terpengaruh oleh mekanisasi.
1. Struktur dan Porositas Tanah
a.Dampak Positif
Pengolahan yang tepat dapat menghancurkan bongkahan, meningkatkan pori makro, dan memperbaiki aerasi serta infiltrasi air.
b. Dampak Negatif
Pengolahan berlebih over-tillage atau pada kadar air tidak tepat akan merusak agregat tanah. Hal ini menyebabkan pemadatan, pembentukan plow pan pada kedalaman 15-20 cm, dan penurunan porositas total.
2. Kepadatan Isi Bulk Density
Lintasan traktor berulang meningkatkan bulk density dari 1,1 menjadi >1,6 g/cm³. Kepadatan >1,5 g/cm³ akan menghambat penetrasi akar.
3. Kemampuan Menyimpan Air
a. Dampak Positif
Pengolahan sedang meningkatkan pori drainase cepat, sehingga air lebih mudah masuk.
b.- Dampak Negatif
Rusaknya struktur menyebabkan lapisan kedap air, aliran permukaan meningkat, dan erosi.
4. Suhu Tanah
Tanah yang digemburkan berwarna lebih terang dan porinya banyak, sehingga suhu siang hari lebih tinggi. Ini baik untuk perkecambahan, tetapi meningkatkan penguapan.[
B. Dampak Terhadap Sifat Kimia Tanah
1. Bahan Organik dan Nitrogen
a.Dampak Negatif
Pembalikan tanah mempercepat oksidasi bahan organik oleh mikroba. Setiap kali membajak, kehilangan C-organik dapat mencapai 0,5-1,0%/tahun. Hal ini menurunkan KTK dan ketersediaan N.
b. Dampak Positif
Penguburan sisa tanaman dapat mempercepat dekomposisi jika diikuti penambahan bahan organik.
2. pH Tanah
Pembalikan lapisan bawah yang masam ke permukaan pada tanah masam sulfat atau podsolik dapat menurunkan pH permukaan secara drastis.
3. Ketersediaan Hara
Mineralisasi N, P, K meningkat sesaat setelah olah tanah karena aerasi baik. Namun efeknya sementara dan diikuti penurunan kesuburan jika tanpa pemupukan organik.
C. Dampak Terhadap Sifat Biologi Tanah
1. Mikroorganisme Tanah
a. Dampak Negatif
Pengolahan intensif merusak hifa jamur mikoriza, mengurangi populasi cacing tanah, dan mengganggu habitat mikroba. Sistem No-Till menunjukkan biomassa mikroba 30-50% lebih tinggi.
b - Dampak Positif
Aerasi meningkat sehingga bakteri aerobik pengurai bahan organik menjadi lebih aktif.
2. Gulma dan Patogen
a.Dampak Positif
Penguburan biji gulma dan inokulum patogen.
b. Dampak Negatif
Membawa biji gulma dari lapisan dalam ke permukaan sehingga populasi gulma meningkat pada musim berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
1. Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Edisi 2. Bogor: IPB Press. l
2. Hanafiah, K.A. 2010. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
3. Jumin, H.B. 2002. Agronomi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
4. Raper, R.L. 2005. Agricultural Traffic Impacts on Soil. Journal of Terramechanics. 42(2): 259-280. DOI: 10.1016/j.jterra.2004.10.008.
5. Soane, B.D., et al. 2012. No-till in northern, western and south-western Europe: A review of problems and opportunities. Soil and Tillage Research. 118: 1-17. DOI: 10.1016/j.still.2011.10.015.
6. Derpsch, R., et al. 2010. Current Status of Adoption of No-Till Farming in the World. International Journal of Agricultural and Biological Engineering. 3(1): 1-25.
Komentar
Posting Komentar